Halaman

Sabtu, 19 Februari 2022

Menyingkap Rahasia Gent Spiritual Nabi Besar Muhammad SAW

Seri ilmu huruf :

By. Mang Anas


هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَانِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْـًٔا مَّذْكُوْرًا (١)

Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut ? (Q.S. Al-Insan ayat 1)

اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ  (٢)

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur ... (Q.S. Al-Insan ayat 2)

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ  فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخٰلِقِيْنَۗ (١٤)

Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (Q.S. Al-Mu'minun ayat 14).



Bagan : Pohon Muhammad dalam Surat Al Fatihah 


A. Ayah dan Ibu Rasulallah : 

1. Nama Ayahnya : Abdullah [ عبدالله ]

2. Nama Ibundanya : Aminah [ امينه ]


B. Wedaran Makna kata  عبد اللّٰهِ    dan kata  امينه : 

1. Kala  ع  menyatu dengan  ا  lalu menjadi [  عَلَقَةً ]

2. Kala  ب  menyatu dengan  م  lalu menjadi [ مُضْغَةً ]

3. Kala  د  menyatu dengan  ي  lalu menjadi [ عِظٰمًا ]

4. Kala  ا  menyatu dengan  ن  lalu menjadi [ الْعِظٰمَ لَحْمًا ]

5. Dan kala kalimah LILLAH [ لِلّٰهِ ] sudah diringkas menjadi HU [ ه ] dan kala huruf HU [ ه ] itu kemudian Allah sembunyikan didalam [ خَلْقًا اٰخَرَۗ ]. Maka sang janin yang telah genap berusia sembilan bulan sepuluh hari itu pun lahir kedunia dan ia diberi nama Muhammad.


C. Dari garis ayahnya [ عبد اللّٰهِ ] Muhammad mewarisi beberapa sifat :

a. Menjelang usia empat puluh tahun ia sangat suka berkhalwat, bertafakur dan mengasingkan diri dari keramaian [ ع ]

b. Saat memasuki usia dewasa ia sangat menggandrungi hal - hal yang bersifat spiritual, seperti mencari jati diri dan berupaya untuk menemukan keberadaan Tuhannya [ ب ]

c. Semenjak usia remaja ia telah memiliki naluri dan bakat kepemimpinan yang besar, tinggi, agung dan paripurna [ د ]

d. Semenjak masih kanak - kanak hatinya selalu terjaga dan terbebas dari syirik [ ا ] 

e. Ia pun memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengatur,  mengendalikan dan membebaskan dirinya dari jeratan nafsu lawwamah [ lam pertama ], nafsu amaroh [ lam kedua ] dan nafsu sufiyah [ lam ketiga ]. Sehingga pada saat usianya menginjak 40 tahun disingkapkan lah kepada dirinya rahasia Tuhannya [ لِلّٰهِ ]. 

D. Dari garis ibunya  [ امينه ] Muhammad mewarisi sifat - sifat berikut ini : 

a.  Hati yang senantiasa terjaga serta terbebas dari syirik [ ا ] 

b.  Bakat Ilmu dan kecerdasan [ م ]

c.  Rasa tanggung jawab [ ي ]

d.  Kelembutan, hikmah dan kasih sayang  [ ن  ] 

e. Mampu menjaga rahasia, amanat dan kepercayaan [ ه ].

Berkat gabungan dari gent - gent itulah [  عبدالله  dan  امينه ] maka makhluk pilihan yang bernama Muhammad itu pada saat menginjak usia dewasa,

1. Ia [ ع ] dapat menemukan apa yang selama ini dicarinya, yaitu rahasia huruf Alif [ ا ] atau rahasia ketuhanan. 

2. Dan segala hal yang pada mulanya merupakan sebuah rahasia [ ب ] maka pada masanya banyak diantara rahasia- rahasia itu disingkapkannya hingga menjadi sebuah pengetahuan [ م ]. 

3. Pada masanya ia pun dapat membangun pemerintahan [ د ] di atas landasan kemanusiaan, kebersamaan, kesetaraan dan keadilan bagi semua [ ي ].

4. Dalam mendakwahkan ajaran Tauhid [ ا ] maka yang disampaikannya adalah hikmah, ilmu, Ilham dan petunjuk wahyu semata  [ ن ] 

5. Dan selaku figur seorang nabi dan pemimpin bagi umat, maka kesabaran, ketabahan dan rasa tawakalnya kepada Allah [ لله ] luar biasa kuat. Rasa itu tertanam hingga jauh ke dasar hatinya, yaitu dititiknya yang paling dalam [ titik ه atau هو ].

Itulah sekelumit rahasia gent spiritual nabi besar Muhammad SAW berdasarkan pelacakan dan penelusuran makna huruf nama kedua orang tuanya.

Dan kedepan ada banyak lagi hal yang akan dapat kita singkap melalui ilmu huruf ini, insya Allah.




Kamis, 03 Februari 2022

Rahasia Dibalik Kejayaan Kerajaan Dawud dan Sulaiman

By Mang Anas


A. Rahasia Kalimat " bismillahi rohmani rohimi " 

Kunci kejayaan dan kemuliaan kerajaan nabi Daud dan Sulaiman AS adalah terletak pada pemahaman dan penghayatannya yang sempurna terhadap kalimat " bismillahi rohmani rohim ". Sebabnya adalah : 

1. Pada titik ب pada kalimat " bismillahi " itu tersembunyi didalamnya rahasia mukasyafah, musyahadah, fanafillah dan bakabillah.

2. Semua rahasia mukasyafah, musyahadah, fanafillah dan bakabillah yang ada didalam titik ب itu kemudian oleh Allah dihimpun kedalam Asma " Ar Rahman " yang pada hakikatnya adalah sebuah perbendaharaan tersembunyi yang tersimpan didalamnya banyak rahasia kitab [ syariat ],  rahasia pengetahuan [ ma'rifat ] dan rahasia hikmah [ hakikat ] serta rahasia ilmu kekhalifahan. 

3. Dan manakala asma Ar Rahman itu telah mengendap kedalam Asma " Ar Rahim " yang bersemayam didalam Ruh dan Sirr manusia. Maka  Allah swt akan menganugerahkan kepada hambanya itu cahaya-Nya, yaitu nur " bismillahi rohmani rohimi ". Sehingga dengan nur itu akan nampak jelaslah wajah Tuhan itu  [ yaitu sifat , asma dan af'al-Nya ] pada diri hamba-Nya.

Selanjutnya pribadi yang diselubungi oleh cahaya itu [ yaitu pribadi hamba yang selalu berada dalam kondisi bakabillah ] akan memancarkan nurnya kepada orang - orang yang ada disekitarnya, sehingga akan terpaparlah jiwa dan raga semua makhluk oleh cahayanya itu.  Hal itulah yang membuat seluruh makhluk,  baik jin dan manusia, juga hewan dan tumbuh - tumbuhan serta semua apa yang ada di alam semesta ini menjadi tunduk dan patuh serta mau berkhidmat kepadanya. 

Mengapa hal itu bisa terjadi ? Jawabnya adalah karena seorang hamba itu apabila dirinya sudah ditempatkan oleh Allah Swt didalam " maqam bakabillah " maka kehendak Tuhan itu akan ditempatkan didalam kehendaknya, sifat - sifat Tuhah akan disematkan ke dalam sifat - sifatnya serta ilmu Tuhan akan dipinjamkan untuk menjadi ilmunya.

Begitulah pada hakikatnya cara Tuhan bekerja melalui tangan nabi Daud dan Sulaiman AS, dan cara kedua hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu mendapatkan nur-Nya. Sehingga dengan pancaran nur ilahi itu keduanya bisa memerintah dan mengarahkan semua makhluk yang ada dibumi, sesuai kehendak dan apa yang direncanakannya. 

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa substansi kalimat " Bismillahi rohmani rohimi "adalah kunci keselamatan dan kemuliaan manusia di dunia dan ahirat. Oleh karena itu tidaklah salah jika sebagian ulama mengatakan bahwa seluruh kandungan kitab suci Al Qur'an dan juga kitab - kitab sebelumnya [ yaitu Taurat, Zabur dan Injil ] semuanya sudah terhimpun dalam sebuah kalimat yang pendek, sederhana dan ringkas itu, yakni kalimat " Bismillahi rohmani rohimi." Dan hakikat dari kalimat itu tidak lain adalah substansi semangat dari ayat berikut ini,

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ (١٠٥)

Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh [ yaitu oleh mereka mereka yang dapat mewujudkan semangat  dan nilai - nilai " bismillahi rohmani rohimi " itu didalam praktek ](Q.S. Al-Anbiya' ayat 105)

اِنَّ فِيْ هٰذَا لَبَلٰغًا لِّقَوْمٍ عٰبِدِيْنَۗ (١٠٦)

Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur'an) ini, benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (  yakni bagi mereka yang ingin betul - betul taat kepada Tuhan dan berusaha meneladani sifat sifatNya. Dan ciri mereka itu adalah senantiasa menjaga dan menegakkan marwah " kasih sayang " dalam kehidupan mereka sehari - hari " ). (Q.S. Al-Anbiya' ayat 106)

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ (١٠٧)

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam [ padanan dari kata rahmat adalah " rohman rohim " ](Q.S. Al-Anbiya' ayat 107)

Perhatikan bunyi surat Al - Anbiya' ayat 105 - 107 diatas, disitulah substansi kalimat  " Bismillahi rohmani rohimi " itu diletakkan.


B. Ayat ayat Al Qur'an yang berhubungan dengan kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman AS : 


اَلَمْ تَرَ اِلَى الْمَلَاِ مِنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰىۘ اِذْ قَالُوْا لِنَبِيٍّ لَّهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُّقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ  قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ اَلَّا تُقَاتِلُوْاۗ  قَالُوْا وَمَا لَنَآ اَلَّا نُقَاتِلَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَدْاُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَاَبْنَاۤىِٕنَاۗ  فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢبِالظّٰلِمِيْنَ (٢٤٦)

Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, “Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah.” Nabi mereka menjawab, “Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga?” Mereka menjawab, “Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?” Tetapi ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-Baqarah ayat 246)

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اللّٰهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوْتَ مَلِكًاۗ  قَالُوْٓا اَنّٰى يَكُوْنُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ اَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِۗ قَالَ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهٗ بَسْطَةً فِى الْعِلْمِ وَالْجِسْمِۗ  وَاللّٰهُ يُؤْتِيْ مُلْكَهٗ مَنْ يَّشَاۤءُۗ  وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ (٢٤٧)

Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah ayat 247)

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اٰيَةَ مُلْكِهٖٓ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ التَّابُوْتُ فِيْهِ سَكِيْنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ اٰلُ مُوْسٰى وَاٰلُ هٰرُوْنَ تَحْمِلُهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُۗ  اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ࣖ (٢٤٨)

Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut kepadamu, yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dibawa oleh malaikat. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu, jika kamu orang beriman. (Q.S. Al-Baqarah ayat 248)

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوْتُ بِالْجُنُوْدِ قَالَ اِنَّ اللّٰهَ مُبْتَلِيْكُمْ بِنَهَرٍۚ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّيْۚ وَمَنْ لَّمْ يَطْعَمْهُ فَاِنَّهٗ مِنِّيْٓ اِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً ۢبِيَدِهٖۚ  فَشَرِبُوْا مِنْهُ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْۗ  فَلَمَّا جَاوَزَهٗ هُوَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۙ قَالُوْا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖۗ  قَالَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِ ۙ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً ۢبِاِذْنِ اللّٰهِۗ  وَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ (٢٤٩)

Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata, “Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barangsiapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.” Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.S. Al-Baqarah ayat 249)

وَلَمَّا بَرَزُوْا لِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ قَالُوْا رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَۗ (٢٥٠)

Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah ayat 250)

فَهَزَمُوْهُمْ بِاِذْنِ اللّٰهِۗ  وَقَتَلَ دَاوٗدُ جَالُوْتَ وَاٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهٗ مِمَّا يَشَاۤءُۗ  وَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْاَرْضُ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ (٢٥١)

Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan, dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam. (Q.S. Al-Baqarah ayat 251)

وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِمَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيّٖنَ عَلٰى بَعْضٍ وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا (٥٥)

Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.(Q.S. Al-Isra' ayat 55)

۞ وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ مِنَّا فَضْلًاۗ يٰجِبَالُ اَوِّبِيْ مَعَهٗ وَالطَّيْرَۚ وَاَلَنَّا لَهُ الْحَدِيْدَۙ (١٠)

Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud,” dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (Q.S. Saba' ayat 10)

اِصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوٗدَ ذَا الْاَيْدِۚ اِنَّهٗٓ اَوَّابٌ (١٧)

Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah). (Q.S. Sad ayat 17)

اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِۙ (١٨)

Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi, (Q.S. Sad ayat 18)

وَالطَّيْرَمَحْشُوْرَةًۗ  كُلٌّ لَّهٗٓ اَوَّابٌ (١٩)

dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing sangat taat (kepada Allah). (Q.S. Sad ayat 19)

وَشَدَدْنَا مُلْكَهٗ وَاٰتَيْنٰهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ (٢٠)

Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara. (Q.S. Sad ayat 20)

۞ وَهَلْ اَتٰىكَ نَبَؤُا الْخَصْمِۘ اِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَۙ (٢١)

Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab? (Q.S. Sad ayat 21)

اِذْ دَخَلُوْا عَلٰى دَاوٗدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ قَالُوْا لَا تَخَفْۚ خَصْمٰنِ بَغٰى بَعْضُنَا عَلٰى بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَآ اِلٰى سَوَاۤءِ الصِّرَاطِ (٢٢)

ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, “Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus. (Q.S. Sad ayat 22)

اِنَّ هٰذَآ اَخِيْۗ  لَهٗ تِسْعٌ وَّتِسْعُوْنَ نَعْجَةً وَّلِيَ نَعْجَةٌ وَّاحِدَةٌۗ  فَقَالَ اَكْفِلْنِيْهَا وَعَزَّنِيْ فِى الْخِطَابِ (٢٣)

Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, “Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.” (Q.S. Sad ayat 23)

قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ اِلٰى نِعَاجِهٖۗ وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْخُلَطَاۤءِ لَيَبْغِيْ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَقَلِيْلٌ مَّا هُمْۗ وَظَنَّ دَاوٗدُ اَنَّمَا فَتَنّٰهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهٗ وَخَرَّ رَاكِعًا وَّاَنَابَ ۩ (٢٤)

Dia (Dawud) berkata, “Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu.” Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat. (Q.S. Sad ayat 24)

فَغَفَرْنَا لَهٗ ذٰلِكَۗ وَاِنَّ لَهٗ عِنْدَنَا لَزُلْفٰى وَحُسْنَ مَاٰبٍ (٢٥)

Lalu Kami mengampuni (kesalahannya) itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (Q.S. Sad ayat 25)

يٰدَاوٗدُ اِنَّا جَعَلْنٰكَ خَلِيْفَةً فِى الْاَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَضِلُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۢبِمَا نَسُوْا يَوْمَ الْحِسَابِ ࣖ (٢٦)

(Allah berfirman), “Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Q.S. Sad ayat 26)

اَمْ نَجْعَلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَالْمُفْسِدِيْنَ فِى الْاَرْضِۖ اَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِيْنَ كَالْفُجَّارِ (٢٨)

Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat? (Q.S. Sad ayat 28)

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ (٢٩)

Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran. (Q.S. Sad ayat 29)

وَوَهَبْنَا لِدَاوٗدَ سُلَيْمٰنَۗ نِعْمَ الْعَبْدُۗ اِنَّهٗٓ اَوَّابٌۗ (٣٠)

Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah). (Q.S. Sad ayat 30)

اِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصّٰفِنٰتُ الْجِيَادُۙ (٣١)

(Ingatlah) ketika pada suatu sore dipertunjukkan kepadanya (kuda-kuda) yang jinak, (tetapi) sangat cepat larinya, (Q.S. Sad ayat 31)

فَقَالَ اِنِّيْٓ اَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّيْۚ حَتّٰى تَوَارَتْ بِالْحِجَابِۗ (٣٢)

maka dia berkata, “Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai matahari terbenam.” (Q.S. Sad ayat 32)

رُدُّوْهَا عَلَيَّۚ فَطَفِقَ مَسْحًا ۢبِالسُّوْقِ وَالْاَعْنَاقِ (٣٣)

”Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku.” Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu. (Q.S. Sad ayat 33)

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمٰنَ وَاَلْقَيْنَا عَلٰى كُرْسِيِّهٖ جَسَدًا ثُمَّ اَنَابَ (٣٤)

Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat. (Q.S. Sad ayat 34)

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ (٣٥)

Dia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Q.S. Sad ayat 35)

فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيْحَ تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖ رُخَاۤءً حَيْثُ اَصَابَۙ (٣٦)

Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya, (Q.S. Sad ayat 36)

وَالشَّيٰطِيْنَ كُلَّ بَنَّاۤءٍ وَّغَوَّاصٍۙ (٣٧)

dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam, (Q.S. Sad ayat 37)

وَّاٰخَرِيْنَ مُقَرَّنِيْنَ فِى الْاَصْفَادِ (٣٨)

dan (setan) yang lain yang terikat dalam belenggu. (Q.S. Sad ayat 38)

هٰذَا عَطَاۤؤُنَا فَامْنُنْ اَوْ اَمْسِكْ بِغَيْرِ حِسَابٍ (٣٩)

Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan. (Q.S. Sad ayat 39)

وَاِنَّ لَهٗ عِنْدَنَا لَزُلْفٰى وَحُسْنَ مَاٰبٍ ࣖ (٤٠)

Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (Q.S. Sad ayat 40)

اَنِ اعْمَلْ سٰبِغٰتٍ وَّقَدِّرْ فِى السَّرْدِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًاۗ اِنِّيْ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ (١١)

yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Saba' ayat 11)

وَعَلَّمْنٰهُ صَنْعَةَ لَبُوْسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِّنْۢ بَأْسِكُمْۚ فَهَلْ اَنْتُمْ شٰكِرُوْنَ (٨٠)

Dan Kami ajarkan (pula) kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperangan. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?(Q.S. Al-Anbiya' ayat 80)

وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَّرَوَاحُهَا شَهْرٌۚ وَاَسَلْنَا لَهٗ عَيْنَ الْقِطْرِۗ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَّعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِاِذْنِ رَبِّهٖۗ وَمَنْ يَّزِغْ مِنْهُمْ عَنْ اَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيْرِ (١٢)

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (Q.S. Saba' ayat 12)

وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَاصِفَةً تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖٓ اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ (٨١)

Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Anbiya' ayat 81)

يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَاۤءُ مِنْ مَّحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍۗ اِعْمَلُوْٓا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًاۗ وَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ (١٣)

Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur. (Q.S. Saba' ayat 13)

وَمِنَ الشَّيٰطِيْنِ مَنْ يَّغُوْصُوْنَ لَهٗ وَيَعْمَلُوْنَ عَمَلًا دُوْنَ ذٰلِكَۚ وَكُنَّا لَهُمْ حٰفِظِيْنَ ۙ (٨٢)

Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain  itu; dan  Kami yang memelihara mereka itu. (Q.S. Al-Anbiya' ayat 82)

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلٰى مَوْتِهٖٓ اِلَّا دَاۤبَّةُ الْاَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَاَتَهٗۚ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ اَنْ لَّوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوْا فِى الْعَذَابِ الْمُهِيْنِۗ (١٤)

Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan. (Q.S. Saba' ayat 14)

لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌۚ  جَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗۗ  بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ (١٥)

Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (Q.S. Saba' ayat 15)

وَدَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ اِذْ يَحْكُمٰنِ فِى الْحَرْثِ اِذْ نَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِۚ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَ ۖ (٧٨)

 Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu. (Q.S. Al-Anbiya' ayat 78)

فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًاۖ وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاوٗدَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَۗ وَكُنَّا فٰعِلِيْنَ (٧٩)

 Dan Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya. (Q.S. Al-Anbiya' ayat 79)

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ عِلْمًاۗ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ (١٥)

Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman; dan keduanya berkata, “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.” (Q.S. An-Naml ayat 15)

وَوَرِثَ سُلَيْمٰنُ دَاوٗدَ وَقَالَ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَاُوْتِيْنَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍۗ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِيْنُ (١٦)

Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia (Sulaiman) berkata, “Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.” (Q.S. An-Naml ayat 16)

وَحُشِرَ لِسُلَيْمٰنَ جُنُوْدُهٗ مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ (١٧)

Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib. (Q.S. An-Naml ayat 17)

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ  لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ (١٨)

Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (Q.S. An-Naml ayat 18)

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ (١٩)

Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (Q.S. An-Naml ayat 19).

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَآ اَرَى الْهُدْهُدَۖ اَمْ كَانَ مِنَ الْغَاۤىِٕبِيْنَ (٢٠)

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir? (Q.S. An-Naml ayat 20)

لَاُعَذِّبَنَّهٗ عَذَابًا شَدِيْدًا اَوْ لَاَا۟ذْبَحَنَّهٗٓ اَوْ لَيَأْتِيَنِّيْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍ (٢١)

Pasti akan ku hukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.” (Q.S. An-Naml ayat 21)

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيْدٍ فَقَالَ اَحَطْتُّ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهٖ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَاٍ ۢبِنَبَاٍ يَّقِيْنٍ (٢٢)

Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba' membawa suatu berita yang meyakinkan. (Q.S. An-Naml ayat 22)

اِنِّيْ وَجَدْتُّ امْرَاَةً تَمْلِكُهُمْ وَاُوْتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَّلَهَا عَرْشٌ عَظِيْمٌ (٢٣)

Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar. (Q.S. An-Naml ayat 23)

وَجَدْتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُوْنَۙ (٢٤)

Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk, (Q.S. An-Naml ayat 24)

اَلَّا يَسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَ (٢٥)

mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan. (Q.S. An-Naml ayat 25)

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ۩ (٢٦)

Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang agung.” (Q.S. An-Naml ayat 26)

۞ قَالَ سَنَنْظُرُ اَصَدَقْتَ اَمْ كُنْتَ مِنَ الْكٰذِبِيْنَ (٢٧)

Dia (Sulaiman) berkata, “Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta. (Q.S. An-Naml ayat 27)

اِذْهَبْ بِّكِتٰبِيْ هٰذَا فَاَلْقِهْ اِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُوْنَ (٢٨)

Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.” (Q.S. An-Naml ayat 28)

قَالَتْ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَؤُا اِنِّيْٓ اُلْقِيَ اِلَيَّ كِتٰبٌ كَرِيْمٌ (٢٩)

Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.” (Q.S. An-Naml ayat 29)

اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۙ (٣٠)

Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, (Q.S. An-Naml ayat 30)

اَلَّا تَعْلُوْا عَلَيَّ وَأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ ࣖ (٣١)

janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” (Q.S. An-Naml ayat 31)

قَالَتْ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَؤُا اَفْتُوْنِيْ فِيْٓ اَمْرِيْۚ مَا كُنْتُ قَاطِعَةً اَمْرًا حَتّٰى تَشْهَدُوْنِ (٣٢)

Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku).” (Q.S. An-Naml ayat 32)

قَالُوْا نَحْنُ اُولُوْا قُوَّةٍ وَّاُولُوْا بَأْسٍ شَدِيْدٍ ەۙ وَّالْاَمْرُ اِلَيْكِ فَانْظُرِيْ مَاذَا تَأْمُرِيْنَ (٣٣)

Mereka menjawab, “Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan.” (Q.S. An-Naml ayat 33)

قَالَتْ اِنَّ الْمُلُوْكَ اِذَا دَخَلُوْا قَرْيَةً اَفْسَدُوْهَا وَجَعَلُوْٓا اَعِزَّةَ اَهْلِهَآ اَذِلَّةًۚ وَكَذٰلِكَ يَفْعَلُوْنَ (٣٤)

Dia (Balqis) berkata, “Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian yang akan mereka perbuat. (Q.S. An-Naml ayat 34)

وَاِنِّيْ مُرْسِلَةٌ اِلَيْهِمْ بِهَدِيَّةٍ فَنٰظِرَةٌ ۢبِمَ يَرْجِعُ الْمُرْسَلُوْنَ (٣٥)

Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu.” (Q.S. An-Naml ayat 35)

فَلَمَّا جَاۤءَ سُلَيْمٰنَ قَالَ اَتُمِدُّوْنَنِ بِمَالٍ فَمَآ اٰتٰىنِ  َۧ اللّٰهُ خَيْرٌ مِّمَّآ اٰتٰىكُمْۚ بَلْ اَنْتُمْ بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُوْنَ (٣٦)

Maka ketika para (utusan itu) sampai kepada Sulaiman, dia (Sulaiman) berkata, “Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.  (Q.S. An-Naml ayat 36)

اِرْجِعْ اِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُمْ بِجُنُوْدٍ لَّا قِبَلَ لَهُمْ بِهَا وَلَنُخْرِجَنَّهُمْ مِّنْهَآ اَذِلَّةً وَّهُمْ صٰغِرُوْنَ (٣٧)

Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba') secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina.” (Q.S. An-Naml ayat 37)

قَالَ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَؤُا اَيُّكُمْ يَأْتِيْنِيْ بِعَرْشِهَا قَبْلَ اَنْ يَّأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ (٣٨)

Dia (Sulaiman) berkata, “Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?” (Q.S. An-Naml ayat 38)

قَالَ عِفْرِيْتٌ مِّنَ الْجِنِّ اَنَا۠ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ تَقُوْمَ مِنْ مَّقَامِكَۚ وَاِنِّيْ عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ اَمِيْنٌ (٣٩)

‘Ifrit dari golongan jin berkata, “Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya.” (Q.S. An-Naml ayat 39)

قَالَ الَّذِيْ عِنْدَهٗ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتٰبِ اَنَا۠ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ يَّرْتَدَّ اِلَيْكَ طَرْفُكَۗ  فَلَمَّا رَاٰهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهٗ قَالَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْۗ  لِيَبْلُوَنِيْٓ ءَاَشْكُرُ اَمْ اَكْفُرُۗ وَمَنْ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ (٤٠)

Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.” (Q.S. An-Naml ayat 40).

قَالَ نَكِّرُوْا لَهَا عَرْشَهَا نَنْظُرْ اَتَهْتَدِيْٓ اَمْ تَكُوْنُ مِنَ الَّذِيْنَ لَا يَهْتَدُوْنَ (٤١)

Dia (Sulaiman) berkata, “Ubahlah untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenal; atau tidak mengenalnya lagi.” (Q.S. An-Naml ayat 41)

فَلَمَّا جَاۤءَتْ قِيْلَ اَهٰكَذَا عَرْشُكِۗ قَالَتْ كَاَنَّهٗ هُوَۚ وَاُوْتِيْنَا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهَا وَكُنَّا مُسْلِمِيْنَ (٤٢)

Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), “Serupa inikah singgasanamu?” Dia (Balqis) menjawab, “Seakan-akan itulah dia.” (Dan dia Balqis berkata), “Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Q.S. An-Naml ayat 42)

وَصَدَّهَا مَا كَانَتْ تَّعْبُدُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِۗ اِنَّهَا كَانَتْ مِنْ قَوْمٍ كٰفِرِيْنَ (٤٣)

Dan kebiasaannya menyembah selain Allah mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), sesungguhnya dia (Balqis) dahulu termasuk orang-orang kafir. (Q.S. An-Naml ayat 43)

قِيْلَ لَهَا ادْخُلِى الصَّرْحَۚ فَلَمَّا رَاَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَّكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَاۗ قَالَ اِنَّهٗ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّنْ قَوَارِيْرَ ەۗ قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمٰنَ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ (٤٤)

Dikatakan kepadanya (Balqis), “Masuklah ke dalam istana.” Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman) berkata, “Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca.” Dia (Balqis) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” (Q.S. An-Naml ayat 44)

وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَۚ  وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَۗ  وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْۗ  فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖۗ  وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ  وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْۗ  وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍۗ  وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْۗ   لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ (١٠٢)

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.

(Q.S. Al-Baqarah ayat 102)




Senin, 24 Januari 2022

Tafsir Hurufi kata Ad - Dukhan

Seri ilmu huruf  :

By. Man Anas


A. Dasar Nash Al Quran  tentang Peristiwa "  Dukhon ".


لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۗ رَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ (٨)

Tidak ada tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu dahulu. (Q.S. Ad-Dukhan ayat 8)


بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ يَّلْعَبُوْنَ (٩)

Tetapi mereka dalam keraguan, mereka  bermain-main (Q.S. Ad-Dukhan ayat 9)


فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِى السَّمَاۤءُ بِدُخَانٍ مُّبِيْنٍ (١٠)

Maka tunggulah pada hari ketika langit " membawa kabut " yang tampak jelas, (Q.S. Ad-Dukhan ayat 10)


يَغْشَى النَّاسَۗ هٰذَا عَذَابٌ اَلِيْمٌ (١١)

yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (Q.S. Ad-Dukhan ayat 11)


رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ اِنَّا مُؤْمِنُوْنَ (١٢)

(Ketika itu semua manusia akan berdoa), “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sungguh, kami akan beriman.” (Q.S. Ad-Dukhan ayat 12)


اَنّٰى لَهُمُ الذِّكْرٰى وَقَدْ جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مُّبِيْنٌۙ (١٣)

Bagaimana mereka dapat menerima peringatan, padahal (sebelumnya pun) seorang Rasul telah datang memberi penjelasan kepada mereka, (Q.S. Ad-Dukhan ayat 13)


ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوْا مُعَلَّمٌ مَّجْنُوْنٌۘ (١٤)

kemudian mereka berpaling darinya dan berkata, “Dia itu orang yang menerima ajaran (dari orang lain) dan orang gila.” (Q.S. Ad-Dukhan ayat 14)


اِنَّا كَاشِفُوا الْعَذَابِ قَلِيْلًا اِنَّكُمْ عَاۤىِٕدُوْنَۘ (١٥)

Sungguh (kalau) Kami melenyapkan azab itu sedikit saja, tentu kamu akan kembali  [ ingkar ]. (Q.S. Ad-Dukhan ayat 15)


يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرٰىۚ اِنَّا مُنْتَقِمُوْنَ (١٦)

(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami menghantam [ kan benda - benda langit kepada ] mereka dengan keras. [ itulah tanda bahwa ] Kami pasti memberi balasan. (Q.S. Ad-Dukhan ayat 16)


B. Bedaran Makna Hurufi kata :  دخان

1. Makna huruf Dal [ د ] =  ketika seluruh penduduk bumi mendengar suara benturan yang amat keras, dan bumi ketika itu tiba - tiba berguncang dengan keras. Dan hati penduduk bumi seketika diliputi oleh rasa shock dan kepanikan yang sangat. Maka menjadi wujud dan nyatalah peristiwa yang dulu pernah diancamkan.

2. Makna Huruf Kho [ خ ] = dan ketika peristiwa dukhon terjadi barulah manusia menyadari kelalaiannya,  dan hati mereka pun menjadi yaqin dengan Tuhannya. Tetapi sayang ketika itu kesadaran mereka sudah tidak lagi berguna.

3. Makna Huruf Alif [ ا ] = setelah rangkaian peristiwa dukhon itu terjadi maka Tuhan akan mengumpulkan mereka semua. Pada hari itu semua manusia akan datang dengan hati tunduk, dan perasaan mereka saat itu dipenuhi dengan ketakutan dan penyesalan yang teramat sangat. 

4. Makna Huruf Nun [ ن ] = Dan dengan Tuhannya pada hari itu mereka akan dipertemukan. DihadapanNya kesalahan manusia pada hari itu diperlihatkan. Sehingga bumi pada hari itu akan dipenuhi dengan tangisan,  semua manusia akan menjerit berkelojotan meratapi dosa dosanya. Maka nama hari pada saat itu disebut dengan hari penyesalan [ hati yang berkabut ].

Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat.



Kamis, 13 Januari 2022

Umur Umat Muhammad dan Masa Tibanya Al Mahdi, Dajjal serta Al Masih 'Isa Ibn Maryam.


By. Mang Anas


يَسْـَٔلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِۗ وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا (٦٣)

Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah, “Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya.

(Q.S. Al-Ahzab ayat 63)

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ (٣٤)

Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.

(Q.S. Al-A'raf ayat 34)

------- ⊙ -------

Berangkat dari sabda nabi saw bahwa " setiap nabi pasti telah mengingatkan umatnya tentang bahaya Dajjal " maka maksud dari tulisan ini adalah sekedar mengingatkan, dan sama sekali tidak dimaksudkan  untuk meramal secara pasti kapan waktu tibanya Dajjal  atau datangnya hari kiamat.  Oleh karena itu jika disini terdapat gambaran mengenai rentetan waktu dan tahun-tahun dari setiap peristiwa maka itu sifatnya hanya untuk memproyeksikan pandangan atau pendapat beberapa ulama terkemuka seperti ibnu Hajar Al-Asqalani [ 1372 - 1449 M ]  dan Imam As-Suyuti [ 1455 - 1505 ]. Disini Saya hanya mencoba menghubungkan pendapat keduanya dengan konteks kekinian. Dalam hal ini tidak ada keharusan  samasekali bagi saudara untuk mempercayai saya, termasuk juga terhadap pendapat  ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam As-Suyuti yang saya jadikan pijakan sebagai dasar analisis dari tulisan ini.

Proyeksi atau kecenderungan itu kami tarik dan simpulkan berdasarkan  hasil pengamatan dan dari membaca semua  tanda-tanda, baik yang sudah atau yang sekarang sedang berlangsung dan atas kemungkinan yang bakal terjadi.

Adalah tidak selayaknya untuk permasalahan  sebesar dan segawat fitnah Dajjal dan bahaya Ya'juj wa Ma'juj ini kita selalu anggap remeh atau tidak mendapatkan perhatikan sebagaimana semestinya.  Dalam hal ini kita samasekali tidak boleh lengah atau terlambat dalam mengantisipasi tanda-tanda kemunculannya.

Perhatikan dan renungkanlah makna metafor Hadits berikut ini : dari Abu Hurairah RA, Rasulallah SAW bersabda, Permisalan kalian dengan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) seperti permisalan seseorang yang diberi upah. Ditanya, “Siapa yang mau bekerja dari pagi hingga pertengahan siang lalu mendapat upah satu qirath?” Lalu yang bekerja ketika itu adalah orang Yahudi.

Kemudian ditanya lagi, “Siapa yang mau bekerja dari pertengahan siang hingga waktu 'Ashar dengan mendapat upah satu qirath?” Lantas yang bekerja adalah Nashrani.
Lalu ditanya lagi, “Siapa yang mau bekerja dari 'Ashar hingga matahari terbenam, upahnya dua qirath?” Itulah kalian umat Islam. 
Yahudi dan Nashrani lantas marah. Mereka katakan, “Kami lebih banyak bekerja, namun mengapa kami diberi sedikit ?” Dijawab, “Apakah upah kalian dikurangi ?” Mereka menjawab, “Tidak.” Lalu dijawab, “Itulah keutamaanku dan keutamaan yang diberi pada siapa saja yang dijanjikan oleh Allah.” (HR.Bukhari, no.2268)

Dalam syarahnya yang berjudul Fathul Baari (jilid 4 hal 566 cet. Daarul Kutub Al–Ilmiyyah), Ibnu Hajar mengatakan sebagai berikut yang artinya: “Hadits ini dijadikan dalil bahwa eksistensi umat ini mencapai lebih dari seribu tahun, sebab konsekuensi dari hadits ini adalah bahwa eksistensi umur umat Yahudi setara dengan gabungan eksistensi umur Umat Nasrani dan kaum muslimin ". 
Sedangkan ahli sejarah telah menyepakati bahwa tenggang waktu yang dilalui dari diutusnya nabi Musa hingga diutusnya Nabi Isa adalah lebih dari 2000 tahun, sedangkan tempo yang dilalui kaum Nasrani hingga diutusnya Nabi Muhammad adalah 600 tahun, dan ada pula yang mengatakan kurang dari itu, sehingga tempo yang akan dilalui kaum muslimin pasti lebih dari seribu tahun.
Ibnu Hajar juga mengatakan sebelumnya sebagai berikut: “Hadits ini juga menyimpan akan waktu singkatnya umur dunia yang tersisa. Jadi, kalkulasi umur umat Islam sama dengan umur umat Yahudi dikurangi umur umat Nasrani, alias 2000 lebih sedikit dikurangi 600 tahun, yakni 1400 tahun lebih sedikit.”

Sementara itu, As–Suyuti dalam kitab (الكشف اوزة الأمة الألف) mengatakan: “Berdasarkan nomor riwayat (atsar), umur umat ini (islam) adalah lebih dari seribu tahun, namun tidak mungkin lebih dari 500 tahun (Al-Kasyf_hlm.206). Artinya, umur maksimal umat ini adalah 1500 tahun.”

--------⊙ -------

Berdasarkan keterangah teks hadits diatas dan atas penjelasan Imam Ibnu Hajar dan As-Suyuti maka kita bisa mengkalkulasikan secara lebih cermat perkiraan panjangnya umur umat Islam dengan perhitungan berikut :

1. Umur Umat Yahudi dari mulai diutusnya Nabi Musa AS hingga diutusnya Nabi Isa AS adalah  [ 2000 Tahun Masehi  x 1,03 ] + 30,  yaitu umur ketika Isa AS pertama kali diangkat jadi nabi =  selama 2090 Tahun Hijriyah. 

2. Umur Umat Nasrani dari mulai diutusnya Nabi Isa AS hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah [ 610, yakni tahun Rasulallah mulai diangkat jadi nabi - 30 umur Isa AS saat diangkat jadi nabi] × 1,03 =  selama  597 tahun Hijriyah.

3. Dengan demikian maka perkiraan panjangmya umur Umat Islam adalah [ 2090 - 597 ] =  selama 1493 tahun Hijriyah, atau hingga = 2070 M.



Muhammad Qosim : " Kita akan melihat tanda besar Kiamat dalam 25 sampai 30 tahun ke depan dan Dajjal akan datang juga " [ Moment Interview Agustus tahun 2022 ]



Muhammad Qosim : " Di dalam mimpi saya melihat tanda besar dari hari Penghakiman akan datang pada generasi kita " [ Moment Interview Agustus tahun 2022 ]

------⊙-------

A. Sepuluh Tanda Datangnya Kiamat Kubro,

1. Munculnya Imam Mahdi

2. Munculnya Dajjal

3. Turunnya Isa Al-Masih 

4. Turunnya  Ya’juj dan Ma’juj

5. Matahari terbit dari barat

6. Munculnya Binatang Melata (Dabbah)

7. Terjadinya Dukhan yaitu Asap atau Kabut Tebal

8. Munculnya Api dari Yaman

9. Terjadinya Gempa Bumi Besar

10. Dan terjadinya 3 Gerhana di tiga wilayah secara serentak dan dalam waktu yang bersamaan.

◇ Masa mulai dari munculnya Imam Mahdi hingga Turunnya Ya'juj dan Ma'juj adalah masa-masa suram yang akan dialami dan disaksikan secara langsung  oleh kaum muslimin yang hidup pada masa itu. Dan adapun rentetan peristiwa yang terjadi sesudah itu kaum muslimin tidak akan menyaksikannya, karena yang tersisa sesudah itu  hanyalah orang-orang kafir.

B. Berikut ini adalah pedoman interpretasi dan asumsi - asumsi yang dijadikan dasar perhitungan masa tibanya zaman ahir dan hari kiamat : 

1. Bahwa panjangnya umur Umat Islam atau orang orang yang beriman dari umat nabi Muhammad SAW adalah selama 1493 tahun Hijriyah atau hingga tahun 2070 M.

2. Bahwa Al Mahdi akan lahir 7 tahun sebelum munculnya Dajjal

3. Bahwa Dajjal muncul diahir tahun yang keseratus

4. Bahwa Masa antara mulai dari terbitnya matahari dari barat hingga tibanya hari kiamat akan berjalan selama 120 th.

5. Bahwa Nabi Isa akan turun lagi ke bumi setalah munculnya Dajjal, dan diahir zaman Nabi Isa akan menetap dibumi selama 40 th.

6. Diketahui bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah, 53 tahun sebelum hijrah, atau pada hari Senin, 05 Mei tahun 570 M.

7. Beliau menerima wahyu untuk pertama kali pada tahun 610 M [ saat usia 40 th ]. 

8. Dan menikah dengan Siti Khadijah pada tahun 595 M [ pada usia 25 th ],  dan saat itu Siti Khodijah berusia 40 tahun. Siti Khadijah wafat pada tahun 619 M [ pada usia 64 tahun 6 bulan ].

9. Diketahui bahwa Masa rentang dakwah nabi Muhammad SAW adalah 23 tahun. Tiga tahun pertama merupakan dakwah yang dilakukan secara sembunyi - sembunyi [ 610 - 612 M, yakni saat usia beliau 40 - 42 th ]. Sepuluh tahun berikutnya beliau mulai berdakwah secara terang - terangan di kota Mekah [ 612 - 622 M, yakni saat usia beliau 43 - 53 th ] dan sepuluh tahun berikutnya berdakwah di kota Madinah [ 622 - 632 M, yakni saat usia beliau 54 - 63 th ].

10. Bahwa Peristiwa pemboikotan terhadap bani Hasyim dan Bani Muthalib terjadi pada tahun ke tujuh kenabian [ 617 M, saat beliau menginjak usia 46 th ] dan berlangsung hingga 3 tahun [  hingga tahun 619 M, yaitu sampai usia beliau menginjak 49 th ].

11. Bahwa Nabi SAW dan kaum muslimin Hijrah ke Madinah terjadi pada tahun 622 M [ saat itu beliau berusia 51 th ].

12. Bahwa Peristiwa perang Badar terjadi 2 tahun setelah hijrah, yakni terjadi pada tahun 624 M [ 14 th setelah Muhammad diangkat jadi nabi atau saat beliau berusia 53 th ]. Dan perang Khondaq terjadi satu tahun setelahnya [ 625 M, usia beliau 54 th ]. Dalam kurun waktu 2 tahun itu [ 624 - 625 ] umat Islam mengalami 6 kali peperangan, yaitu 4 kali peperangan ditahun 624 M dan 2 kali peperangan pada tahun 625 M. Umat Islam dimasa nabi hidup berperang dalam waktu 9 tahun [ 624 - 632 M ] sebanyak 64 kali, dan 26 diantaranya dipimpin oleh nabi sendiri.

13. Bahwa wafatnya rasulallah SAW terjadi pada hari Sabtu, tanggal 11 Rabiul awal(3) tahun 11 Hijriyah atau pada Hari Jum'at, tanggal 06 Juni 632 M [ pada Usia 63 th ]. 

14. Diketahui bahwa titi mangsa tahun Komariyah pada saat artikel ini ditulis adalah 1443 H bertepatan dengan tahun 2022 M.

15. Rasulullah SAW  bersabda bahwa; 

a. "Dunia tidak akan hilang atau tidak akan lenyap hingga seseorang dari Ahlul Baitku menguasai bangsa Arab, namanya sama dengan namaku."

b. "Al-Mahdi berasal dari Ahlul Baitku, dari keturunan Fathimah. 

c. "Dia berasal dari keluargaku. Namanya sama dengan namaku. Nama ayahnya pun sama dengan nama ayahku.”

Berdasarkan hadits- hadits diatas maka dapat disimpulkan bahwa hakikat dari Al Mahdi adalah titisan dari diri rasullah itu sendiri. Dan Titisan itu nantinya tentu akan menapak tilasi segala sesuatu yang dulu pernah dilakukan oleh rasullah. Dan peristiwa - peristiwa yang akan dialami oleh Al Mahdi juga akan merupakan sebuah pengulangan dari apa yang dulu pernah terjadi dan dialami oleh diri rasulallah SAW. Dan jikapun nanti ada perbedaan  mungkin hanya pada skalanya saja. 

16. Disini Hakikat Fitnah Dajjal didefinisikan sebagai  disinformasi fakta -fakta dan pemutar balikkan kebenaran yang dilakukan secara global dan dalam skala yang sangat masif, yang belum ada padanannya dalam sejarah peradaban manusia. Berkaitan dengan hal itu maka lahirnya mesin perambah google atau google search [ www ] beserta teknologi pengembangannya  seperti aplikasi medsos dan situs-situs media berita online atau teknologi sebangsanya,  diidentikkan sebagai tanda dari munculnya Dajjal. Sebab kekuatan Dajjal-lah yang dipastikan nantinya  akan  menguasai dan yang paling bisa memanfaatkan munculnya teknologi itu. Sehingga dipastikan tidak ada satu tempatpun dimuka bumi yang tidak tersentuh oleh kampanye  fitnah dan propagandanya. 

17. Bahwa Islam atau umat Islam yang dimaksudkan  disini adalah Islam atau umat islam dalam pengertiannya yang substantif, luas dan universal. Yaitu sebagaimana yang tertera dalam Al Qur'an ayat berikut ini : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabi'in [ Hindu, Budha, Kejawen dan sebangsanya ], siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah [ Tuhan Yang Maha Esa ] dan hari Akhir dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 62)

C. Lima Fase Menuju Tahapan Akhir Zaman  :

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّا فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

“Masa (1) kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang masa (2)Kekhalifahan mengikuti pola (manhaj) kenabian, selama beberapa masa hingga Allah mengangkatnya, kemudian datang masa (3) Raja-raja yang Menggigit selama beberapa masa, selanjutnya datang masa (4) Raja-raja/para penguasa yang memaksakan kehendak (diktator) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan terulang kembali (5) Kekhalifahan mengikuti pola (manhaj) kenabian. Kemudian Rasulullah SAW terdiam.” [ Riwayat Ahmad no 17680, At Thayalisi No 433 ]

Fase I => Disebut Fase Kenabian النُّبُوَّةُ [ An-Nubuwah ] , fase ini terbagi dalam dua keadaan yaitu : 

a. Fase saat umat Islam berada dibawah kekuasaan kaum kafir musyrik, berlangsung selama 13 tahun [ 610 - 622 M ]

b. Fase kaum muslimin dibawah kepemimpinan Nabi Muhammad saw, berlangsung selama 10 th [ 622 - 632 ]

Fase II => Disebut Fase Kekhalifahan, model pemerintahan yang masih mengikuti pola kenabian خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ, itu terjadi pada masa kepemimpinan Khulafa Ar-Rasyidin yang berlangsung selama 30 tahun

a. Abu Bakar Ash-Shiddiq, 632–634 M

b. Umar bin Khattab, 634–644 M

c. Usman bin Affan, 644–656 M

d. Ali bin Abi Thalib, 656–661 M

Fase III=> Fase Raja-raja yang menggigit مُلْكًا عَاضًّا [ Mulkan 'Adhom ] , masa ini berlangsung selama 13 abad  :

a. Masa Pemerintahan Bani Umayyah, 680-750 M

b. Masa Pemerintahan Bani Abbasiyah, 750 - 1258 M ( 132 - 656 H)

c. Masa Kesultanan Mamluk Mesir 1261–1517 M

d. Masa Kesultanan Turki Utsmani 1299–1923 M

Fase IV=> Fase para penguasa yang Memaksakan kehendak, atau penguasa diktator atau مُلْكًا جَبْرِيَّا [ Mulkan Jabariyah ]  ditandai dengan : 

a. Terjadinya hegemoni baik secara politik maupun militer oleh blok komunis  yang dipimpin oleh Uni Soviet dan oleh blok Kapitalis yang dipimpin oleh Amerika Serikat [ 1947–1991 M ]

b. Masa Hegemoni Kekuasaan Tunggal Amerika Serikat  [ Dunia Unipolar,  fase ini dipenuhi dengan banyaknya embargo dan sanksi-sanksi ékonomi dan perdagangan serta agresi militer oleh Amerika Serikat terhadap negara-negara dunia ketiga yang tidak disukainya ], masa ini terjadi mulai tahun 1991 - dan besar kemungkinan akan berlangsung hingga tahun 2034 M

c. Selanjutnya adalah Masa Hegemoni Kekuatan China Tiongkok [ ditataran ekonomi, perdagangan, militer dan IPTEK ], masa itu diperkirakan akan berlangsung mulai tahun 2035  M



Gambar : China Salip Amerika Serikat Bisa Berakibat Konflik Besar [ Viktor Orban ]



Gambar : Posisi  Delapan Titik Ledakan Senjata Nuklir Pada Perang Dunia Ketiga Versi Perjalanan Mimpi Terakhir Puan Masithoh [ ditandai lingkaran bulat berwarna merah ] yakni, Los Angeles, Paris, Beijing, Pyongyang, Canberra, New Zealand, Thailand dan di Tabuk atau Calon Kota Megapolitan Neom - Arab Saudi.

Fase V => Fase Kembalinya Kekhalifahan yang mengikuti pola (manhaj) Kenabian خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ  yakni kembalinya hegemoni kepemimpinan kaum mu’minin dibawah kepemimpinan Al-Mahdi, itu diperkirakan akan terjadi secara berangsur-angsur mulai tahun 2044 - 2053 M. Paska terjadinya konflik militer antara Amérika serikat VS China Tiongkok  [ akibat perebutan pengaruh ekonomi, perdagangan dan IPTEK yang berujung menjadi bentrokan senjata  ]


Video Ma'rifatul Zaman : Kita Sekarang Sedang Berada di Fase Mulkan Jabariyah. Sedang berada dibawah penguasaan kaum Yahudi dan Nasrani.



Video : Lima Tahapan Menuju Fase Akhir Zaman sampai munculnya Sosok Al-Mahdi.


D. Perkiraan Terjadinya Masa Akhir Zaman Berdasarkan Tanda tandanya 

Jika Tahun 1997 yang merupakan tahun awal munculnya teknologi informasi yang bernama google search  atau google penelusuran [ " www" ] dalam skala yang lebih luas itu dianggap atau disepakati sebagai pertanda awal dari munculnya Dajjal. Maka waktu akan tibanya peristiwa zaman ahir dapat skenariokan sebagai berikut, 

1. Jika Al Mahdi itu harus lahir 7 tahun sebelum turunnya Dajjal maka berarti Al Mahdi itu harus sudah lahir pada tahun 1990 M, dan umur Al Mahdi pada saat ini [ pada th 2022 ] seharusnya sudah berusia 32 th.

2. Dan Al Masih Isa ibn Maryam harusnya sudah turun ke bumi semenjak tahun 2003 M [ yaitu saat Al Mahdi menginjak usia 13 tahun ]

3. Al Mahdi baru akan berusia 40 tahun [ yaitu setara dengan usia saat nabi diutus ] pada tahun 2030 M.

4. Antara  tahun 2030 - 2032 M diperkirakan akan mulai terjadi peristiwa pembaiatan secara sembunyi - sembunyi [ rahasia ].

5. Pentahbisan dirinya sebagai Al Mahdi kepada dunia diperkirakan baru akan terjadi pada tahun  2033 M.

6. Reaksi penolakan terhadap seruan beliau oleh sebagian besar masyarakat dunia diperkirakan akan terjadi antara tahun 2033  - 2043 M. Peristiwa ini akan sangat mirip kejadiannya dengan penolakan penduduk kota Mekah terhadap dakwah rasulallah.

7. Priode musim kering panjang [ kelangkaan pangan dan  air bersih ] diperkiraan akan terjadi antara tahun 2037 - 2040 M ]. 


IPCC : Hidup dalam Iklim Normal Bagi Penduduk Bumi Tinggal Tersisa 10 Tahun Lagi.

8. Gelombang pembaiatan besar - besaran terhadap Al Mahdi dari kalangan kaum muslimin diperkirakan akan terjadi antara tahun 2044 - 2053 M. Jalannya peristiwa itu akan sangat mirip keadaannya dengan keberhasilan dakwah rasulallah di kota Madinah.

9. Kemungkinan pecahnya perang pertama antara pasukan Al Mahdi dengan pasukan Dajjal dan Ya'juj wa Ma'juj akan dimulainya pada tahun 2044 M [ yaitu saat Al Mahdi berusia 54 th ]. Hal itu mengacu pada peristiwa terjadinya perang badar pertama dan kedua yang terjadi pada tahun 624 M [ yaitu 14 th setelah Muhammad diangkat jadi nabi ]. Dan peperangan itu diperkirakan akan terus berlangsung hingga tahun 2051 M [ selama 7 tahun ].

10. Pada tahun 2053 M Imam Al Mahdi dan Al-Masih Isa Ibn Maryam akan wafat [ yaitu saat Imam Al Mahdi berusia 63 th, dan saat Al-Masih Isa Ibn Maryam telah berkuasa selama 40 tahun di bumi, mendampingi Imam Mahdi ]. 

11. Selang 17 tahun sesudah sang Mahdi wafat maka seluruh kaum muslimin pun ahirnya akan diwafatkan oleh Allah Swt lewat hembusan angin halus. Dan menurut perhitungan diatas itu diperkirakan baru akan terjadi insya Allah pada tahun 2070 M. Sehingga manusia yang masih tersisa dibumi setelah itu hanyalah akan terdiri dari orang - orang fasik dan kafir belaka.

12. Setelah itu akan berturut-turut terjadi peristiwa  besar berikutnya yakni,

a. Matahari terbit dari barat

b. Munculnya Binatang Melata (Dabbah)

c. Terjadinya Dukhan [ Asap atau Kabut Tebal ]

d. Munculnya Api dari Yaman

e. Terjadinya Gempa Bumi Besar

f. Terjadinya 3 Gerhana secara serentak dan bersamaan.

Ke enam fase yang sangat mengerikan itu akan terjadi secara bertahap dan berturut-turut mulai tahun 2070 hingga tahun 2190 M. Dan itu diperkirakan akan menjadi fase ahir manusia dari generasi Ibrahim hingga umat nabi Muhammad SAW. Setelah sebelumnya Allah juga pernah memusnakan manusia  dari generasi Adam hingga Nuh, serta dari mulai generasi Hud hingga Soleh. 

" Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain." [Q.S Al-An'am [6] : 6 ] 

----------◇ --------------

Sumber Referensi : 

A. Umur umat Islam kedatangan Imam Mahdi & munculnya DajjalKarya: Amin Muhammad Jamaluddin, Terbitan Al Maktabah At-'l'aul'iqiy'ah Kairo, Mesir. Penerjemah: H. Akel, Lc., Penyunting: Drs. A.H. Ba'adillah S.Ag

B. Instuisi dan Interpretasi penulis.

C. Sumber Lainnya :

1Ilmuwan MIT Prediksi Bumi Kiamat Tahun 2100 : : https://www.mnctrijaya.com/news/detail/53549/ilmuwan-mit-prediksi-bumi-kiamat-tahun-2100

2. Prediksi Para Ilmuwan: Hal Mengerikan Akan Terjadi di China pada Tahun 2070 : https://www.liputan6.com/global/read/3608098/prediksi-para-ilmuwan-hal-mengerikan-akan-terjadi-di-china-pada-tahun-2070#:~:text=HEADLINE%20HARI%20INI,Berita%20Terkini%20Selengkapnya

3.  3. Peneliti Prediksi Terjadi Bencana Besar Tahun 2070, Ini Penyebabnya : https://padangkita.com/peneliti-prediksi-terjadi-bencana-besar-tahun-2070-ini-penyebabnya/2/#:~:text=Para%20peneliti%20menyebutkan,tuturnya.%20%5B*/Prt%5D

4.   4.  Prediksi Terjadi Bencana Besar di Tahun 2070, Miliaran Orang Tak Bisa Bertahan Hidup, Ini Kata Ahli https://wartakota.tribunnews.com/2020/05/21/prediksi-terjadi-bencana-besar-di-tahun-2070-miliaran-orang-tak-bisa-bertahan-hidup-ini-kata-ahli#:~:text=Home,Back%20to%20Top

5.   5.   Skenario 2050 Prediksi Peneliti Tentang Kepunahan Manusia dalam 30 Tahun Mendatang : https://nationalgeographic.grid.id/read/131766300/skenario-2050-prediksi-peneliti-tentang-kepunahan-manusia-dalam-30-tahun-mendatang#:~:text=HOME,Nationalgeographic.Grid.ID

6.   6.  100 tahun lagi alam bisa berubah wujud : Sumber  https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/100-tahun-lagi-alam-bisa-berubah-wujud#:~:text=BERANDA,cipta%20dilindungi%20hukum.

7.  7.  Penelitian: Indonesia Negeri Paling Awal di Dunia Akan Alami Dampak Ekstrem Perubahan Iklim : https://www.mongabay.co.id/2013/10/10/penelitian-indonesia-negeri-paling-awal-di-dunia-akan-alami-dampak-ekstrem-perubahan-iklim/#:~:text=Mongabay.co.id,Back%20to%20top

8.   8.  Perubahan Iklim Terus Memburuk, Suhu Bumi Bisa Naik 1.5 Derajat Selsius pada 2040  : PR BEKASI

9.   9.    Brasil Dilanda Hujan Salju Langka Padahal Beriklim Tropis, Iklim Dunia Mulai kacau?  : https://bekasi.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-122342486/brasil-dilanda-hujan-salju-langka-padahal-beriklim-tropis-iklim-dunia-mulai-kacau#:~:text=kopi%20sebanyak%2040-,sen,-per%20pon%20dibandingkan

    10.   Yang akan terjadi pada planet Bumi tahun 2050  :  https://www.idntimes.com/science/experiment/izza-namira-1/kondisi-bumi-thaun-2050-mendatang#:~:text=SCIENCE,yang%20Terlewat%20Mewah

    11.  Bagaimana Kondisi Bumi di Tahun 2050? Ini 7 Prediksi Ilmiahnya Pt.1 Akankah kita masih hidup di saat itu?  : https://www.idntimes.com/science/experiment/izza-namira-1/kondisi-bumi-thaun-2050-mendatang

   12.   Pulau Jawa Diprediksi Akan Kehabisan Air Bersih pada 2040  :  :  https://www.vice.com/id/article/j5yenp/pulau-jawa-diprediksi-akan-kehabisan-air-bersih-pada-2040#:~:text=Kerusakan%20Lingkungan,VICE%20MEDIA%20LLC

113.   Krisis Air di Pulau Jawa Akan Terjadi Mulai Tahun 2040, Bagaimana Kita Harus Menyikapinya  : http://lipi.go.id/berita/krisis-air-di-jawa-dan-bagaimana-kita-harus menyikapinya/21725#:~:text=BAHASA,2018%20Lembaga%20Ilmu%20Pengetahuan%20Indonesia

   14. Sepuluh tantangan besar yang akan kita hadapi pada 2050 https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-40694954 

    15. Perkiraan Panas-Lembab Bumi Tahun 2070-2080 : https://staging-point.com/read/2017/12/28/104541/Perkiraan.Panas-Lembab.Bumi.Tahun.2070-2080

16. Menurut Science, Kapan Hari Kiamat Terjadi? : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210420095552-37-239155/menurut-science-kapan-hari-kiamat-terjadi

17. 8 Prediksi Kiamat dari Pandangan Ilmu Pengetahuan:https://sains.sindonews.com/read/633659/766/8-prediksi-kiamat-dari-pandangan-ilmu-pengetahuan-1639980768?showpage=all

18.Kenaikan Suhu Bumi Lampaui Batas Aman Pada 2030  : https://www.dw.com/id/kenaikan-suhu-bumi-lampaui-batas-aman-pada-2030/a-58809535

19. Peneliti Prediksi Bumi Berubah jadi Padang Pasir Pada 2030  : https://litbang.kemendagri.go.id/website/peneliti-prediksi-bumi-berubah-jadi-padang-pasir-pada-2030/

20. IPCC: Suhu Bumi di Ambang Batas Aman pada 2030 : https://www.kompas.com/global/read/2021/08/11/190746770/ipcc-suhu-bumi-di-ambang-batas-aman-pada-2030?page=all.

21.Ilmuwan NASA Ini Menangis Hingga Suaranya Bergetar Sampaikan Sesuatu Akan Terjadi pada Bumi di 2025, Ada Apa?  : https://gorontalo.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-1964260805/ilmuwan-nasa-ini-menangis-hingga-suaranya-bergetar-sampaikan-sesuatu-akan-terjadi-pada-bumi-di-2025-ada-apa?page=2








Jumat, 07 Januari 2022

Bentuk - Bentuk Pengajaran Laduniyyah Rabbani

By. Mang Anas

Bentuk peristiwa pengajaran Laduniyyah Rabbani biasanya terjadi lewat mimpi tetapi dalam beberapa  kasus bisa juga terjadi dalam jaga . Dalam mimpi itu Tuhan akan mengambil Ruh para hambanya yang dikehendaki untuk diajarinya sesuatu dari ilmunya.

Beginilah kesan dan rasanya ketika kita mendapatkan  pengajaran langsung dari Tuhan atau dari Ruh Suci Yang menerima mandat dari-Nya : 

1. Saat kita menerima pengajaran laduniyyah  lewat mimpi biasanya eksistesi dari sang pengajar akan menghadirkan dirinya didalam Sirr [ didalam Rasha ], mengajarkan ilmunya lewat Sirr dan kita pun akan dibuatnya paham dan mengerti keseluruhan detail ilmu yang diajarkannya juga dengan perantaraan Sirr [ rasha ]. Dalam peristiwa pengajaran yang demikian itu meskipun kita merasa seperti tengah berhadap-hadapan tetapi eksistensi dari sang pengajar itu sendiri tidak akan dapat kita lihat sama sekali, baik oleh pandangan mata lahir maupun dengan pandangan mata batin. 

لَا تُدْرِكُهُ الْاَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَبْصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ (١٠٣)

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah Yang Mahahalus, Mahateliti. (Q.S. Al-An'am ayat 103)

۞ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحْيًا اَوْ مِنْ وَّرَاۤئِ حِجَابٍ اَوْ يُرْسِلَ رَسُوْلًا فَيُوْحِيَ بِاِذْنِهٖ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّهٗ عَلِيٌّ حَكِيْمٌ (٥١)

Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana. (Q.S. Asy-Syura ayat 51)

Dia mengajarkan ilmu-Nya  kepada kita tidak lewat perantaraan suara ataupun bahasa. Keadaanya memang sangat sulit untuk digambarkan, karena peristiwa pengajaran yang seperti itu tidak ada padanannya dalam kehidupan kita didunia.  Pengajaran itu biasanya akan berlangsung selama beberapa malam. Bisa berturut-turut, bisa juga dengan jedah waktu tertentu.



Bagan : Tujuh Macam Pengajaran Ilmu-Ilmu Sirr [ Ilmu-ilmu Kelangitan ]

2. Setelah itu kita akan mengalami peristiwa belajar sendiri didalam mimpi, dan itu bisa terjadi berkali kali.

3. Selanjutnya kita juga mungkin  akan mengalami beberapa peristiwa mimpi, dimana didalam mimpi itu dada kita seperti tengah dipancari oleh sebuah kekuatan Nur. Yang mana kekuatan nur itu ternyata berasal dari pancaran simbol asma - asma Allah yang agung, suci dan tinggi. Peristiwa itu juga akan kita alami selama beberapa malam. 

Terkait dengan penerimaan pancaran nur itu setiap orang mungkin akan mengalami pancaran nur dari asma Allah yang berbeda - beda. Semua tergantung kepada kodrat, kadar keberuntungan dan keadaan diri kita masing - masing.

4. Kita pun pada ahirnya akan  mengalami banyak peristiwa spiritual didalam kondisi jaga [ layaknya seperti tengah menjalani lakon dalam sebuah film ], dan itu bisa saja terjadi disaat kita sedang mengalami fana didalam shalat. Saat kita tengah larut didalam dzikir, atau disaat kita sedang tenggelam dalam tadabburi Al Qur'an, dan lain sebagainya. 

Bentuknya bisa saja berupa saat kita sedang shalat tiba - tiba saja kita melihat jism latif diri kita sendiri, yang juga keadaannya sedang shalat. Dan jism latif diri kita yang sedang shalat itu kemudian oleh kita terlihat  seperti seakan-akan tengah berbincang dan bercakap - cakap dengan Allah Swt [ yang berdiri dibalik tabir ].



Bagan : Fenome Yang Akan Dirasakan Saat Seorang Hamba Berada Di Titik KHIDIR atau Berada di Jendela Muhammad.


Atau disaat kita sedang dzikir, maka diri kita itu seperti  tiba - tiba saja masuk kedalam inti dimensi dari sebuah lautan dzikir. Dimana dalam dimensi itu setiap lafadz dzikir yang kita baca, masing - masing bisa berbicara dan menjelaskan apa dan siapa hakikat dirinya.

Atau tiba - tiba saja [ dalam hitungan detik ] kita sudah ada disuatu negeri yang sangat jauh letaknya dari negeri kita dan disana kita mendapati suatu keterangan tentang sebuah misteri atau rahasia besar dari suatu fenomena yang ada disana, yang 99,99 % manusia yang ada didunia sama sekali tidak pernah mengetahuinya. Nah itulah kerennya ilmu - ilmu Tuhan [ laduniyyah rabbani ]. 



Bagan : Proses Perjalanan Rohani Yang Mungkin Akan Dialami Oleh Seorang Hamba Dalam Pendakiannya Menuju Tuhan.


5. Adapun topik materi yang diajarkan dalam peristiwa mimpi mimpi laduniyyah itu secara garis  besar meliputi empat hal : 

a. Tentang apa itu hidup dan hakikat dari kehidupan [ dalam bahasa Al Quran ini disebut Hikmah ] dan apa itu benar dan hakikat dari kebenaran [ dalam bahasa Al Quran ini disebut Ilmu ].

b. Tentang alam semesta, mulai dari proses penciptaan, tujuan penciptaan, termasuk juga tentang sistem dan prinsip mekanisme kerjanya [  disebut  ilmu tentang kekhalifahan ].

c.  Makna hakikat dari isi kandungan al Qur'an.

d.  Dan terahir adalah pengajaran ilmu huruf. 

Catatan : dalam kenyataannya pada setiap orang bisa saja materinya akan berbeda - beda.

Total enam belas kali dan semuanya serba empat, yakni meliputi 4 macam disiplin ilmu pengetahuan dan masing masing dari empat disiplin ilmu itu akan datang dan dianugerahkan kepada kita dalam empat cara, lewat mimpi pengajaran, lewat mimpi membaca dan belajar sendiri, mimpi dada dipancari cahaya asma asma Allah, dan mendapatkan pengetahuan instuisi dalam keadaan jaga. Empat jenis pengetahuan dan ia datang dengan empat cara, 4 dan 4 sebuah angka misteri.

Kenapa ini mesti dibeberkan ? 

Karena zaman menghendakinya begitu, sekarang sudah waktunya semua mesti dibuka dan dijelaskan.

Terutama untuk dipahami oleh generasi muda, bahwa ada sumber ilmu ilmu lain disamping apa yang biasa kita pelajari dari buku dan kitab - kitab. Dan bahwa bobot dari ilmu ilmu laduniyyah itu berkali - kali lipat jauh lebih dasyat dibanding ilmu ilmu yang biasa kita dapat secara konvensional.

Demikian semoga ini bisa membuka wawasan batin kita dan juga dapat memicu motivasi kita untuk lebih giat dalam menjalani laku spiritual.