By. Mang Anas
Dalam Al-Qur'an Allah berfirman:
Surah Āli ‘Imrān (3): 102
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Terjemahan:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim".
Dan Allah juga berfirman:
Surah Al-‘Aṣr (103) : 1–3
وَالْعَصْرِ ١
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ٢
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ٣
Terjemahan:
"Demi masa.
Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.
Kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran".
---
Sekilas dua ayat ini berbicara tema yang berbeda. Yang satu berbicara tentang kematian, yang lain tentang waktu. Tetapi bila dipadukan, keduanya sesungguhnya menjelaskan satu rahasia besar :
> Bagaimana seseorang mati dalam keadaan muslim ditentukan oleh bagaimana ia memperlakukan waktunya selama hidup.
---
Mati dalam Keadaan Muslim
Ayat " wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn " sering dipahami sebagai perintah agar wafat dalam Islam, dalam iman, dalam ketundukan kepada Allah.
Namun dalam makna batin yang lebih konkret, keadaan muslim saat ajal dapat dipahami sebagai :
>menerima panggilan Allah untuk mati
>rela melepaskan jasad dan dunia
>tidak memberontak kepada ketetapan ajal
>berharap kepada rahmat Allah
>berserah diri saat semua pintu dunia tertutup
Ini bukan sekadar identitas lisan. Ini adalah keadaan jiwa sedetik menjelang akhir.
---
Mengapa Banyak Orang Sulit Mati dalam Keadaan Muslim ?
Karena saat ajal datang, yang paling berat sering bukan sakitnya mati, tetapi rasa :
>amal belum cukup
>dosa terlalu banyak
>hidup terlalu lalai
>waktu habis sia-sia
>saya belum siap pulang
Dan di sinilah Surah Al-‘Aṣr masuk menjelaskan akar masalahnya.
---
Kerugian Besar Bernama Waktu yang Terbuang
Allah bersumpah dengan masa:
> Wal-‘Aṣr — Demi waktu.
Lalu menyatakan manusia berada dalam kerugian.
Mengapa rugi?
Karena modal utama manusia bukan uang, bukan jabatan, bukan usia panjang semata, tetapi waktu.
Saat ajal tiba, seluruh harta mungkin masih ada. Nama besar mungkin masih ada. Rumah mungkin masih berdiri. Tetapi waktu pribadi telah habis.
Dan ketika waktu habis tanpa cukup iman dan amal saleh, muncullah ketakutan besar menjelang kematian.
---
Surah Al-‘Aṣr Adalah Resep Agar Mati sebagai Muslim
Empat hal yang disebut Surah Al-‘Aṣr sesungguhnya adalah persiapan menghadapi detik terakhir.
1. Āmanū (Iman)
Iman membuat hati tahu bahwa hidup berasal dari Allah dan kembali kepada Allah.
Maka ketika dipanggil, ia tidak asing dengan arah pulangnya.
2. ‘Amilūṣ Ṣāliḥāt (Amal Saleh)
Amal saleh membuat umur berisi.
Saat ajal datang, seseorang tidak merasa seluruh hidupnya kosong.
3. Tawāṣau bil-Ḥaqq
Saling menasihati dalam kebenaran menjaga manusia dari kelalaian massal.
4. Tawāṣau biṣ-Ṣabr
Kesabaran membuat manusia konsisten sampai akhir, bukan hanya bersemangat sesaat.
---
Dua Kondisi Sedetik Menjelang Ajal :
Mereka yang Muslim
Waktunya diisi iman dan amal.
Maka ketika dipanggil, batinnya cenderung tenang :
> Aku datang membawa apa yang mampu kulakukan, selebihnya aku sangat mengharapkan rahmat-Mu.
Mereka yang Belum Muslim
Waktunya habis dalam penundaan dan kelalaian.
Maka ketika dipanggil, batinnya gelisah :
> Mengapa sekarang ? Aku belum siap.
---
Kematian Adalah Ujian Waktu
Setiap hari manusia merasa hidup sedang berjalan. Padahal sesungguhnya :
>waktu sedang dikurangi
>kesempatan sedang ditutup sedikit demi sedikit
>keadaan batin terakhir sedang dibentuk
Sedetik menjelang ajal bukan momen yang lahir tiba-tiba. Ia adalah hasil dari ribuan hari sebelumnya.
---
Penutup
Ayat "wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn" mengajarkan bagaimana akhir hidup seharusnya.
Surah Al-‘Aṣr mengajarkan bagaimana hidup dijalani agar akhir itu mungkin tercapai.
Yang satu berbicara tentang kematian yang baik.
Yang satu berbicara tentang penggunaan waktu yang benar.
> Siapa yang menjaga waktunya dengan iman dan amal saleh, lebih mudah mati dalam keadaan muslim.
Siapa yang menyia-nyiakan waktunya, sering dikejutkan oleh ajal saat hati belum siap pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar