Halaman

Rabu, 08 Desember 2021

Kala Dunia Nasut dipandang dengan Kaca Mata Hakikat.

By. Mang Anas


Yang benar adalah yang kebalikannya.

Ketahuilah bahwa hakikat alam kandungan itu adalah tanah [ daratan ], dan bahwa hakikat dunia ini adalah air [ lautan ] dan dunia ini pada hakikatnya adalah dingin. Itulah mengapa sang jabang bayi begitu lahir ke alam dunia ia menangis dan tangannya nampak keras mengepal. 

Kita pada saat hidup di alam kandungan bukankah merasa tenang,  tentram dan nyaman serta merasa tidak kurang suatu apapun. Tetapi kenapa begitu lahir kedunia kita satu sama lain ternyata harus bersaing, saling beradu kuat, harus saling mengalahkan dan bahkan harus saling menginjak. Bukankah itu berarti sama dengan fenomena kapal karam, peristiwa yang membuat kita semua panik. Dalam situasi seperti itu hampir kita semua menyangka bahwa andai saja kita tidak saling menarik atau tidak saling menginjak maka kita bisa mati tenggelam dan tidak akan selamat. Jadi pahamilah manakah yang sebenarnya darat, dan yang sebenarnya lautan.

Mengapa sang jabang bayi bisa mengetahui hal itu sementara kita [ orang dewasa ] tidak dapat menyadarinya.  

Jawabnya, karena sang jabang bayi masih lekat dengan kemurniannya sementara kita [ orang dewasa ] sudah kehilangan semua kemurnian itu. Kita sudah tidak lagi peka, maka kita tidak lagi dapat melihat hal hal yang sifatnya hakikat.

Dan kita baru akan menyadari semua hakikat kesejatian itu kembali disaat nanti kita menghadapi sakaratul maut. Jadi penyaksian kesadaran hakikat itu hanya akan muncul dua kali saja dalam kehidupan kita, yaitu disaat kita lahir dan disaat menjelang kita mati. 

Itulah alasannya mengapa setiap kali kita mendirikan shalat tahajud, Allah Swt memerintahkan kita untuk menutup rangkaian tahajud kita itu dengan doa berikut ini, 

وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّى مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيرًا

"Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 80)

وَالسَّلٰمُ عَلَىَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam 19: Ayat 33)

وَقُلْ جَآءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبٰطِلُ  ۚ إِنَّ الْبٰطِلَ كَانَ زَهُوقًا

"Dan katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap." Sungguh, yang batil itu pasti lenyap." ( QS. Al-Isra' 17: Ayat 81)

□ Perhatikan redaksi al Quran dalam surat Al-Isra' 17: Ayat 80 diatas, kenapa redaksi kalimat yang dipakai adalah ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar ". Kenapa Allah Swt mengajari kita begitu,  masuk dulu baru kemudian  keluar. Apa yang dimaksud dengan masuk dalam kalimat itu dan yang dimaksudkan dengan keluar. 

Yang disebut " masuk " adalah masuk ke alam dunia dari alam rahim, kata masuk identik dengan dari luas ke sempit. Dan yang disebut " keluar "  adalah keluar dari alam dunia ke alam barzakh, kata keluar identik dengan dari sempit ke luas. Jadi masuk itu identik dengan sempit dan keluar identik dengan luas.

Jadi mana yang sebenarnya lebih luas, alam dunia ataukah alam rahim [ kandungan ] ?, Alam barzah [ alam kubur ]  atau alam dunia ? Bukankah dalam pandangan mata lahir semua itu nampak seperti kebalik - balik. 

Maka ketahuilah bahwa hakikat dari banyak hal atau segala sesuatu itu adalah justru kebalikannya. Yang jasmani itu merupakan kebalikan dari yang rohani, yang nyata [ ahirat ] itu merupakan kebalikan dari yang tidak nyata [ dunia ]. Apa yang kita anggap benar dalam pandangan akal yang tidak tersinari oleh wahyu itu hakikatnya salah, apa yang kita anggap baik dalam pandangan nafsu itu sebenarnya buruk. 

Apa yang kita sangka luas dalam pandangan mata dohir itu sebenarnya sempit, apa yang kita kira darat di alam ilusi dan alam imajinasi [dunia] ini pada hakikatnya lautan, apa yang kita anggap panas itu hakikatnya dingin. Dan apa yang kita anggap pahit itu hakikatnya manis dan yang enak itu hakikatnya susah.

Itulah mindset yang benar dalam pandangan ilmu hakikat. Yaitu yang benar adalah yang kebalikannya. Itulah tujuan Allah Swt memuat kisah Musa dan Khidir dalam al Quran. Tetapi sangat sedikit sekali manusia yang mampu memahaminya. 

Jadi jangan bodoh dan jangan kita sampai terjebak oleh mindset setan. Sadari bahwa mereka adalah pemburu - pemburu yang sangat pandai, setan bekerja sangat profesional, dan  mereka semuanya adalah para pembuat perangkap yang sangat ahli. 

Maka penting bagimu membekali diri dengan ilmu, utamanya memahami ilmu hakikat yang kesemuanya sudah tertuang didalam al Quran. Camkan ini baik - baik bahwa apa yang dikatakan al Quran itu kesemuanya adalah ilmu hakikat dan merupakan kebenaran mutlak. Itulah makanya kenapa al Quran harus diturunkan malalui wahyu,  karena andai saja kebenaran semacam itu tidak diwahyukan maka akal pikiran manusia pasti tidak akan mampu menjangkaunya. 

Kita tahu bahwa zina itu buruk. Berjudi, mencuri dan bermabok- mabukan itu buruk. Dan bahwa menindas dan merampas nyawa dan hak orang itu buruk. Itu karena hasil pendidikan. Andai saja tidak ada pendidikan dan andai saja sistem pendidikan kita ini tidak didasari oleh nilai - nilai wahyu maka mungkin selamanya kita tidak akan tahu bahwa itu buruk.

Bukankah kaum Luth menganggap bahwa Lesbi dan homosek itu baik baik saja, bukankah Fir'aun dan orang orang jahiliyah menganggap bahwa berbuat kerusakan, membunuh bayi - bayi, memberlakukan sistim perbudakan serta menindas kaum  perempuan itu sah, lumrah dan baik - baik saja. Dan bukankah hal yang sama tetapi dalam bentuk baru masih terus terjadi hingga sekarang. Yakni :

1. Perang modern, perusakan lingkungan, penjarahan sumber - sumber daya alam negara negara miskin oleh perusahaan perusahaan global dan trans-nasional dalam skala yang sangat masif dan berlebih - berlebihan, dan itu dapat dilakukan tanpa hambatan dan malah dipayungi dengan undang - undang dan sejumlah peraturan oleh sejumlah negara. 

2. Konspirasi global, manipulasi media, penyesatan informasi dan penjungkir balikan fakta yang terus - menerus dilakukan oleh para buzzer dan lembaga lembaga penyiaran dan malah terus disokong dan dibiayai oleh kaum oligarki, kelompok tertentu dan penguasa diberbagai belahan dunia. 

3. Minum minuman keras [narkoba] , sex bebas dan eksploitasi terhadap perempuan dengan dalih iklan dan promosi yang dilakukan secara masif oleh berbagai perusahan diseluruh belahan dunia  . 

4. Fenomena penindasan dan eksploitasi terhadap kaum buruh, orang - orang miskin dan kelompok - kelompok lemah oleh kelompok yang lebih kuat dan orang - orang kaya yang dibekingi oleh para penguasa diberbagai negara dan malah dilindungi dengan undang - undang dan sejumlah peraturan. 

Itulah contoh - contoh kasus bahwa untuk menemukan kebenaran hakiki itu mengandalkan kemampuan akal saja tidak cukup.

الٓر  ۚ تِلْكَ ءَايٰتُ الْكِتٰبِ الْحَكِيمِ

"Alif Lam Ra. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang penuh hikmah." (QS. Yunus 10: Ayat 1)

وَإِنَّهُۥ فِىٓ أُمِّ الْكِتٰبِ لَدَيْنَا لَعَلِىٌّ حَكِيمٌ

"Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) di sisi Kami, benar-benar (bernilai) tinggi dan penuh Hikmah." (QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 4)

□ Tahukah kalian apakah yang dimaksud dengan kata Hikmah pada kedua ayat itu ?  Itulah ilmu hakikat. Dan saya bisa mengatakan hal ini dengan tegas karena saya memang pernah mengalami sendiri hal itu [ pengajaran ilmu hakikat ]. 

Masih sulit mencernanya ? 

Tahukan kamu bahwa, 

1.Hakikat kehidupan ini adalah cermin dari Al Haq [ yakni dari pantulan cahaya Allah Swt ].

2.Dan didalam cermin itu dimensi ruang menjadi terbalik, sisi kanan nampak sebagai kiri dan sisi yang kiri justu nampak sebagai yang kanan.

3.Bahwa segala apa yang nampak ini justru  berbeda 180 derajat dari kenyataannya.

4.Bahwa apa yang nampak sebagai susah dan berpayah - payah itu justru itu hakikatnya adalah nikmat [ surga ] 

5.Sementara apa yang nampak sebagai happy - happy, istirahat dan bermalas - malasan itu hakikatnya adalah susah [ neraka ].

6.Dan apa yang kita lihat sebagai kepuasan batin itu kenyataannya adalah pemuasan dohir.

7.Itulah makanya kenapa Allah Swt mengatakan bahwa hakikat kehidupan dunia ini adalah permainan, dan dalam permainan itu banyak dari kita yang tersesat, terlena dan terjebak.

8.Dan karena dunia ini pada hakikatnya adalah permainan maka kehidupan ahirat [ masa depan ] itu pasti akan jauh lebih baik, nyata, kekal dan sempurna. Itulah keterangan yang tertulis dalam suhuf Ibrahim dan suhuf Musa.

Begitulah hakikat kehidupan itu jika saja kita mampu melihatnya secara batin, dalam lingkup kebenaran hakikat, dan dengan cara pandang Khidir.

" Laisa kamislihi saiun ", tidak ada sesuatupun yang serupa dengannya, itulah hakikat ke ilahian kala ia harus memandang dunia yang kita sangka sebagai materi [ nyata ] tetapi pada kenyataannya ini cuma sekedar  imajinani, alam ilusi dan hanya kehidupan di dalam mimpi.

Masih bingung juga....? 

Masuklah ke Alam Khidir. Segera, dan jangan merasa nyaman dengan terus - terusan berdiri diluar.


Semoga tulisan ini bermanfaat.




Selasa, 07 Desember 2021

Sang Mesias : Penafsiran Paralel Bibel dan Al Quran


By. Mang Anas



           Gambar 1 : Bagan Pohon Muhammad

A. Mengungkap makna dibalik proses Kelahiran Yahya dan Isa serta nubuat tentang kedatangan Muhammad SAW :

1. Yahya dihamilkan dalam kandungan ibunya tanpa melalui proses pembuahan sperma terhadap Ovum. Karena keadaan ibunda-nya saat itu sebenarnya sudah manophouse.

2. Isa dihamilkan dalam kandungan ibunya tanpa ada proses pembuahan Ovum oleh Sperma. Karena kondisi ibuda-nya saat itu tidak pernah tersentuh  samasekali oleh seorang laki - laki. 

3. Dengan demikian maka hakikat dari penciptaan Yahya adalah dari sebuah sperma, sedangkan hakikat penciptaan Isa adalah dari sebuah Ovum. Oleh karena itu maka keduanya  sepasang nabi dan rasul, sebagaimana Sperma dan Ovum yang semestinya berpasangan.

◇ Bila Yahya adalah Adam maka Isa adalah Hawa
◇ Bila Yahya adalah wujud personifikasi dari diri  Zakaria maka Isa adalah wujud personifikasi dari diri Maryam
◇ Bila Yahya adalah anak paman maka Isa adalah anak bibi
◇ Bila Yahya adalah anak dari seorang laki - laki maka Isa adalah dari anak seorang perempuan.
◇ Bila Yahya itu adalah Dohir maka Isa adalah Batin-nya
◇ Bila Yahya adalah Jasmani maka Isa adalah akal-nya.
◇ Bila Yahya adalah Akal maka Isa adalah Jiwa-nya.
◇ Bila Yahya adalah Jiwa maka Isa adalah Ruh-nya.
◇ Bila Yahya adalah Ruh maka Isa adalah Siir-nya.
◇ Bila Yahya adalah Siir maka Isa adalah Nur-nya.
◇ Bila Yahya adalah Nur maka Isa adalah Dzat-nya.
◇ Bila Yahya adalah Syariat maka Isa adalah Hakikat-nya
◇ Bila Yahya adalah Taurat maka Isa adalah Injil.
◇ Bila Yahya adalah Ketegasan dan Keteguhan maka Isa adalah kebijaksanaan, kelembutan dan kasih sayang.
◇ Bila Yahya dihukum mati karena sikap kritisnya terhadap raja dan penguasa  maka Isa divonis hukuman mati karena sikap kritisnya terhadap perilaku para pemuka Yahudi dan para ulama ahli taurat.
◇ Bila Yahya itu tanah maka Isa adalah air.
◇ Bila Yahya adalah tanah dan air maka Isa adalah tunas pohon yang tumbuh darinya.
◇ Bila Yahya adalah tunas dari sebuah pohon maka Isa adalah buah yang  ditumbuhkannya. 
◇ Bila Yahya adalah daun pintu gerbang Muhammad yang sebelah kiri maka Isa adalah daun pintu gerbang Muhammad yang sebelah kanan
◇ Bila Yahya adalah pintu depan gerbang Muhammad maka Isa adalah pintu belakang-nya.
◇ Bila Yahya adalah Musa dan Isa adalah Ibrahim maka Muhammad adalah perpaduan yang paling sempurna dari keduanya.
◇ Bila Yahya adalah Surat Al - Falak dan An - Nas sedangkan Isa adalah Surat Al - Ikhlas maka Muhammad adalah suratul Fatihah.
◇ Bila Yahya adalah Kebenaran sementara Isa adalah Kesucian maka Muhammad adalah keadilan.
◇ Itulah kombinasi Yahya , Isa dan Muhammad dalam maknanya yang spiritual.

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَآءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا  ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِى كُنْتَ عَلَيْهَآ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِ  ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ  ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمٰنَكُمْ  ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) "umat pertengahan" agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya, melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 143)

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ  ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم  ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُونَ

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 110)



Bagan : Dohir  Batin  Surat  Al-Fatiha : Misi Yahya, Isa dan Nabi Muhammad Saw 

B. Referensi tentang Nubuat kedatangan Muhammad dalam Bibel, Al Quran dan Hadits :

3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku  ,supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. 

3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya  ? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 

3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak;  dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. 

3:4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. 

3:5 Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir,  orang-orang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yang menindas orang upahan,  janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam [ Maleakhi 3 : 1 - 5  ].

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi, sebab engkau akan berjalan mendahului Tuhan, untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya. [ Lukas 1:76 ]

Dialah orangnya, yang tentangnya ada tertulis: ‘Dengarlah! Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau. Dialah yang akan mempersiapkan jalan di hadapan-Mu. [ Lukas 7:27 ]

Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.  [ Matius 11:10 ]

Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; [ Markus 1:2 ]

□ Pengertian Kata " utusan - Ku, engkau, aku atau anak ku " sebagaimana yang termaktub didalam Maleakhi 3 : 1 - 5,  Lukas 1 : 76, 7 : 27, Matius 11 : 10 dan Markus 1: 2 dalam redaksi yang beragam dan penyebutan yang berbeda - beda itu tidak lain adalah  kemunculan Yahya dan Isa [ Yohanes pembaptis dan Yesus ] secara bersamaan dan dalam satu waktu. Dan itu tidak lain menjadi tanda serta sebagai sosok perintis, pembuka jalan dan yang akan menjadi pintu gerbang bagi akan datangnya seorang Mesias yang sangat ditunggu - tunggu [ yaitu nabi Muhammad  SAW _ yang merupakan sosok nabi dari keturunan Ibrahim dari garis Hagar  atau Ismail ].

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan [ Ulangan 18:15, LAI TB ]

Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. [ Ulangan 18:18, LAI TB ]

□ Yang dimaksud dengan kata " aku " dalam Ulangan 18 : 15 dan  " seperti engkau ini " dalam Ulangan 18 : 18 itu tidak lain adalah sosok Musa [ Moses ]. Jadi sang Mesias yang ditunggu - tunggu itu harus memiliki  tanda  atau ciri - ciri yang sebagaimana Musa. Yaitu yang bukan saja sebagai seorang nabi tetapi sekaligus juga harus seorang pemimpin pemerintahan otokrasi. Sosok tokoh politik yang mampu membebas umatnya dari penindasan dan perbudakan dijamannya dan misinya itu berhasil disaat dirinya masih hidup. Seorang nabi dan pemimpin politik yang memimpin sendiri umatnya untuk berperang dengan musuh - musuh kemanusiaan. Sosok manusia yang hidup normal sebagaimana pada umumnya manusia yaitu hidup berkeluarga dan memiliki anak. Dan yang kitab sucinya sepenuhnya berisi kata - kata langsung dari Tuhannya, bukan berupa cerita biografi atau perjalanan hidup sang tokoh yang digubah atau yang ditulis oleh murid - muridnya, " Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya ".

"Dan sungguh, (Ciri - ciri Al-Qur'an) itu (telah disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu." (QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 196)

-----------□--------

Berkatalah ia: "TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala [  Ulangan 33:2, LAI TB ].

□ Pegunungan Paran adalah deretan pegunungan yang mengelilingi kota Mekkah sekarang ini [ lihat peta ].

----------□---------

Nabi bersabda: “Perumpamaan saya dengan para nabi terdahulu adalah seperti perumpamaan seorang yang membangun rumah, ia perindah rumah itu, kecuali hanya tempat satu batu saja, mereka takjub terhadap bangunan itu seraya berkata : “Tidakkah lobang ini diletakkan satu batu ?” beliau menjawab : “Akulah satu batu itu, dan akulah penutup para nabi.” ( Sahih Bukhori ]

Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan [ anak keturunan Ibrahim dari pihak Hagar_pen ] telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
[ Matius 21:42, LAI TB ].

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. [ Mazmur 118:22 ]

Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.  [ Mazmur 118:23 ]

□ Tafsir dari kata "  Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan " itu maksudnya adalah anak keturunan Ibrahim dari pihak Hagar yang dibuang ke lembah tandus yang bernama Bakka [ kota Mekah ]  dan yang kemudian bersama - sama Ibrahim turut membangun Ka'bah, yakni Ismail, dari garis keturunannya_ pen.

□ Kata " suatu perbuatan ajaib di mata kita " itu maksudnya adalah munculnya  sang Mesias yang sangat ditunggu - tunggu oleh orang - orang Yahudi itu [ batu penjuru ] nantinya akan keluar justru bukan dari trah garis keturunan Ishak. Trah yang selama ini diklaim oleh orang - orang Yahudi sebagai satu - satunya garis keturunan Ibrahim yang sah. Dan kejadian itu nantinya dalam anggapan orang - orang Yahudi sungguh sangat aneh dan ajaib sekali. Dan mereka tidak menginginkan kejadian itu terjadi_pen.

" Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar. " [ Al-Baqarah 2:89 ]

"Sangatlah buruk (perbuatan) mereka menjual dirinya, dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan. " [ Al-Baqarah 2:90 ]

□  Yang dimaksud dengan kalimat " karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya " itu adalah karena ternyata kemudian Allah Swt memilih sang Mesias itu tidak muncul dari kalangan mereka [ dari garis keturunan Ishak ] tetapi malah dari garis keturunan Ismail [ saudara tiri Ishak ].

" Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar. " [ Al-Baqarah 2:105 ].

---------□---------

Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem. [ Kidung Agung 5:16 ]

"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (QS. At-Taubah 9: Ayat 128)

-----◇-------

dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."  [ Yesaya 29:12, LAI TB ].

□ Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, Telah menceritakan kepada kami dari Al Laits dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah bin Az Zubair dari Aisyah -Ibu Kaum Mu’minin-, bahwasanya dia berkata:

“Permulaaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu ‘ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali.

Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: “Bacalah?” Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: “Bacalah!” Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”. Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: “Bacalah!”. Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”.

Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan gelisah. Beliau menemui Khadijah binti Khawailidh seraya berkata: “Selimuti aku, selimuti aku!”. Beliau pun diselimuti hingga hilang ketakutannya. Lalu Beliau menceritakan peristiwa yang terjadi kepada Khadijah: “Aku mengkhawatirkan diriku”.

Maka Khadijah berkata: “Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim.” Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah.

Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: “Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan disampaikan oleh putra saudaramu ini”. Waroqoh berkata: “Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan peristiwa yang dialaminya. Waroqoh berkata: “Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa.

Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apakah aku akan diusir mereka?” Waroqoh menjawab: “Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan disakiti (dimusuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku”. Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang diyakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu. Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Jabir bin Abdullah Al Anshari bertutur tentang kekosongan wahyu, sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ceritakan: “Ketika sedang berjalan aku mendengar suara dari langit, aku memandang ke arahnya dan ternyata Malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hiro, duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun ketakutan dan pulang, dan berkata: “Selimuti aku. Selimuti aku”. Maka Allah Ta’ala menurunkan wahyu: (Wahai orang yang berselimut) sampai firman Allah (dan berhala-berhala tinggalkanlah).

Sejak saat itu wahyu terus turun berkesinambungan.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abdullah bin Yusuf dan Abu Shalih juga oleh Hilal bin Raddad dari Az Zuhri. Dan Yunus berkata; dan Ma’mar menyepakati bahwa dia mendapatkannya dari Az Zuhri.”

------◇----------

Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! [ Yesaya 42:11, LAI TB ]

Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau. [ Yehezkiel 27:21, LAI TB ]

□ Kaum Kedar disini dengan jelas sekali ternyata yang dimaksudkan adalah kaum Arab. Dan yang dimaksud dengan kata " Bukit batu " tidak lain adalah deretan bukit paran yang mengelilingi kota Mekah, deretan bukit tandus yang diatasnya hanya terdiri dari batu dan pasir.

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, [ Yohanes 14:16 ]

yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. [ Yohanes 14:16-17 ]

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. [ Yohanes 16:7, LAI TB ].

□ Kalimat kalimat yang terdapat pada Yohanes 14 : 16- 17 dan Yohanes 16 : 7 itu sudah jelas sekali dan siapapun dapat menebak dengan mudah siapa yang dimaksud dengan sosok seorang " Penolong yang lain "  dan " Penghibur "  itu. Yaitu seorang sosok yang lain dan bukan diri Yesus sendiri.

□ Adapun yang dimaksud dengan kata Roh pada kalimat "   yaitu Roh Kebenaran "  adalah esensi Ruhul Qudus atau Nur Muhammad yang di titiskan didalam diri semua nabi dan rasul, yaitu dari mulai Adam, Ibrahim, Musa, Dawud, Sulaiman Yahya, Isa dan lainnya hingga Muhammad.

□ Dan adapun yang dimaksud dengan kalimat " Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia ". Adalah sebuah nubuat terkait keengganan orang - orang Yahudi dan orang - orang Nasrani menerima kehadirannya sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran, 

" Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar."  [ Al-Baqarah 2:89 ]

" Dan mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.[ Al-Baqarah 2:88 ]

Sangatlah buruk (perbuatan) mereka menjual dirinya, dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan. [ Al-Baqarah 2:90 ]

□ Adapun penjelasan terkait dengan kalimat " Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu " adalah dalam hubungannya seperti sikap yang terkait dengan kasus Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah yang mengimani kenabian Muhammad.

" Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya)." [ Al-Baqarah 2:146 ]

--------□---------

Yohanes bab 14 dan 16 :

 14:16-- "yang akan bersama-sama kamu selama-lamanya"

14:17-- "Dia Roh Allah, yang menunjukkan apa yang benar"

14:17-- "Dunia tidak dapat melihat dia"

14:17-- "ataupun mengenal dia"

14:17-- "Dia bersatu dengan kamu"

14:26--"Tetapi Roh Allah, Penolong yang akan diutus oleh Bapa demi nama ku "

14:26--"(dia) akan mengingatkan kamu segala yang telah aku katakan kepada kamu"

16:08--"dia akan buktikan kepada orang dunia bahawa pendapat mereka tentang dosa semuanya salah"

16:14--"Roh (parakletos itu) akan memuliakan aku

14:17--"Dia Roh Allah, yang menunjukkan apa yang benar"

14:26--"Tetapi Roh Allah, Penolong yang akan diutus oleh Bapa demi nama aku.

□ Yang dimaksud dengan kalimat "  "Dia Roh Allah, yang menunjukkan apa yang benar " adalah seperti yang digambarkan Al Quran, 

" Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.” [ Aali-Imran 3:64 ].

"Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai 'Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah?" ('Isa) menjawab, "Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 116)

"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu," dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mengangkatku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan segala sesuatu." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 117)

"Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 118)

□ Adapun yang dimaksud dengan kalimat " (dia) akan mengingatkan kamu segala yang telah aku katakan kepada kamu" adalah kalimat Al Quran berikut ini,

"Maka ketika 'Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, "Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyun (sahabat setianya) menjawab. Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 52)

"Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 53)

"Dan ketika 'Isa datang membawa keterangan, dia berkata, "Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa Hikmah, dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." (QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 63)

"Sungguh, Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus." (QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 64)

"Dan (ingatlah) ketika 'Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata." (QS. As-Saff 61: Ayat 6)

□ Dan adapun yang dimaksud dengan kalimat " dia akan buktikan kepada orang dunia bahawa pendapat mereka tentang dosa semuanya salah " adalah kalimat Al Quran berikut ini,

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya."  (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286)

"Katakanlah (Muhammad), "Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan." [QS. Al-An'am 6: Ayat 164)

Penjelasan al Quran itu berbeda jauh dengan doktrin tentang dosa yang dikembangkan dan yang dipercayai oleh kebanyakan kaum nasrani, khususnya yang terkait dengan dosa yang pernah dilakukam Adam  sebagai dosa yang di akan wariskan secara turun - temurun kepada anak cucunya, dan kemudian oleh mereka dikatakan bahwa mata rantai dari dosa yang turun - temurun itu hanya bisa diputus melalui pengorbanan darah Yesus. 

-------◇---------

Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan  perakmu  dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah  dari padanya. [ Yesaya 1:25 ]

22:17 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 

22:18 "Hai anak manusia, bagi-Ku kaum Israel sudah menjadi sanga; mereka semuanya adalah ibarat tembaga, timah putih, besi dan timah hitam di dalam peleburan;  mereka seperti sanga perak.

22:19 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena kamu semuanya menjadi sanga,  maka sungguh, Aku akan mengumpulkan kamu di tengah-tengah Yerusalem. 

22:20 Seperti orang mengumpulkan perak, tembaga, besi, timah hitam dan timah putih di dalam peleburan dan mengembus api di bawahnya untuk meleburnya, demikianlah Aku akan mengumpulkan kamu dalam murka-Ku dan amarah-Ku dan menaruh kamu di dalamnya dan melebur kamu. 

22:21 Aku akan mengumpulkan kamu dan menyemburkan api kemurkaan-Ku kepadamu, sehingga kamu dilebur di dalamnya.

22:22 Seperti perak dilebur dalam peleburan, begitulah kamu dilebur di dalamnya. Dan kamu akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, yang mencurahkan amarah-Ku atasmu. " [ Yehezkiel 22:17-22 ]

□  Apa yang dimaksud oleh  Yesaya 1:25  dan Yehezkiel 22 : 17 - 22  adalah nubuat mengenai keadaan yang dialami oleh orang - orang Yahudi dan Nasrani pada saat Nabi Muhammad memangku tugas kenabian, yaitu " kaum Israel pada saat itu sudah menjadi sanga [ ajaran agama mereka sudah banyak bengkok, dan kebanyakan mereka tidak lagi taat ] " maka oleh rasul terahir kaum yang sudah menjadi sanga itu nantinya mereka akan dikumpulkan, akan dilebur dan disucikan dengan api [ cahaya Al Quran ],  agar kepercayaan tauhid [ monotheisme ] dan isi kitab suci mereka yang selama ini sudah bengkok dan terkotori itu dapat dimurnikan kembali.

"Maka apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya?" (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 75)

"Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri) kemudian berkata, "Ini dari Allah," (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 79)


---------□--------

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِىٓ إِسْرٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى اسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ  ۖ فَلَمَّا جَآءَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

"Dan (ingatlah) ketika 'Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata." (QS. As-Saff 61: Ayat 6)

Al-Baqarah 2:146

ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَعْرِفُونَهُۥ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَآءَهُمْۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ ٱلْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ 

Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya).


Al-Baqarah 2:87

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ بِٱلرُّسُلِۖ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدْنَٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِۗ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ 

Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami susulkan setelahnya dengan rasul-rasul, dan Kami telah berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami perkuat dia dengan Rohulkudus (Jibril). Mengapa setiap rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?

Al-Baqarah 2:88

وَقَالُوا۟ قُلُوبُنَا غُلْفٌۢۚ بَل لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَّا يُؤْمِنُونَ 

Dan mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.

Al-Baqarah 2:89

وَلَمَّا جَآءَهُمْ كِتَٰبٌ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا۟ مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُوا۟ كَفَرُوا۟ بِهِۦۚ فَلَعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ 

Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.

Al-Baqarah 2:90

بِئْسَمَا ٱشْتَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ أَن يَكْفُرُوا۟ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بَغْيًا أَن يُنَزِّلَ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍۚ وَلِلْكَٰفِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ 

Sangatlah buruk (perbuatan) mereka menjual dirinya, dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan.

Al-Baqarah 2:91

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا۟ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُوا۟ نُؤْمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَآءَهُۥ وَهُوَ ٱلْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَهُمْۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنۢبِيَآءَ ٱللَّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ 

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur'an),” mereka menjawab, “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.” Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Al-Qur'an) itu adalah yang hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad), “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?”

Al-Baqarah 2:105

مَّا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَلَا ٱلْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْۗ وَٱللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ 

Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.

Al-Baqarah 2:109

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعْدِ إِيمَٰنِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلْحَقُّۖ فَٱعْفُوا۟ وَٱصْفَحُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ 

Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapangdadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Al-Baqarah 2:135

وَقَالُوا۟ كُونُوا۟ هُودًا أَوْ نَصَٰرَىٰ تَهْتَدُوا۟ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَٰهِۦمَ حَنِيفًاۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ 

Dan mereka berkata, “Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “(Tidak!) Tetapi (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk golongan orang yang mempersekutukan Tuhan.”


Al-Baqarah 2:120

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ ٱلْيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ 

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.

Al-Baqarah 2:124

وَإِذِ ٱبْتَلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَٰتٍ فَأَتَمَّهُنَّۖ قَالَ إِنِّى جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًاۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِىۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى ٱلظَّٰلِمِينَ 

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zhalim.”

Al-Baqarah 2:125

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّىۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ 

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!”

Al-Baqarah 2:126

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنًا وَٱرْزُقْ أَهْلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُم بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِۖ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ 

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,” Dia (Allah) berfirman, “Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

Al-Baqarah 2:127

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِۦمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ 

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Al-Baqarah 2:128

رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ 

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Al-Baqarah 2:129

رَبَّنَا وَٱبْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 

Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Al-Baqarah 2:130

وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَٰهِۦمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۥۚ وَلَقَدِ ٱصْطَفَيْنَٰهُ فِى ٱلدُّنْيَاۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ 

Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya (Ibrahim) di dunia ini. Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang shalih.

Al-Baqarah 2:139

قُلْ أَتُحَآجُّونَنَا فِى ٱللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَآ أَعْمَٰلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَٰلُكُمْ وَنَحْنُ لَهُۥ مُخْلِصُونَ 

Katakanlah (Muhammad), “Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu, dan hanya kepada-Nya kami dengan tulus mengabdikan diri.

Al-Baqarah 2:140

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطَ كَانُوا۟ هُودًا أَوْ نَصَٰرَىٰۗ قُلْ ءَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ ٱللَّهُۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَٰدَةً عِندَهُۥ مِنَ ٱللَّهِۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ 

Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, “Kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?” Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

Aali-Imran 3:64

قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَآءٍۭ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِۦ شَيْـًٔا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِۚ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ 

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”


Aali-Imran 3:65

يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمَآ أُنزِلَتِ ٱلتَّوْرَىٰةُ وَٱلْإِنجِيلُ إِلَّا مِنۢ بَعْدِهِۦٓۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ 

Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?

Aali-Imran 3:66

هَٰٓأَنتُمْ هَٰٓؤُلَآءِ حَٰجَجْتُمْ فِيمَا لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 

Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

Aali-Imran 3:67

مَا كَانَ إِبْرَٰهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ 

Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, Muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.

Aali-Imran 3:68

إِنَّ أَوْلَى ٱلنَّاسِ بِإِبْرَٰهِيمَ لَلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ وَهَٰذَا ٱلنَّبِىُّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ۗ وَٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلْمُؤْمِنِينَ 

Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman.

Aali-Imran 3:85

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ 

Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.


Semoga tulisan ini bermanfaat.




Jumat, 03 Desember 2021

Empat Hal yang menghalangi Masuknya Hidayah


By. Mang Anas

Empat hal yang menghalangi Masuknya Hidayah 

1. Kesombongan
2. Rasa dendam [ iri dengki ]
3. Kebodohan
4. Malas [ yaitu tidak mau berusaha menjemput Hidayah
    dan bersikap acuh tak acuh ]

A. Kesombongan [ sisi negatif sifat Udara ]

Kesombongan akan menyebabkan tertutupnya hati. 
Kesombongan adalah penyakit yang paling sering menjangkiti orang orang yang merasa dirinya pintar, merasa dirinya kuat dan berkuasa dan orang- orang yang merasa dirinya serba cukup. 

Orang orang seperti itu [ yang merasa dirinya serba cukup ] maka ia akan merasa bahwa kedudukan dirinya berada diatas orang lain. Ia beranggapan bahwa orang banyak itu pada dasarnya sangat membutuhkan dirinya serta akan senantiasa bergantung kepadanya.
Karenanya ia selalu merasa bahwa dirinya itu adalah orang yang paling penting maka dimanapun ia berada orang- orang harus berkiblat kepadanya. 

Bagi orang yang merasa dirinya paling pintar, serba cukup, merasa paling kuat dan merasa sangat berkuasa itu maka apa yang paling di inginkannya adalah, semua orang  haruslah tunduk pada apa yang sudah menjadi kemauannya. Serta semua orang harus bisa menerima semua pandangan dan apa - apa yang sudah diputuskannya.  Ia sangat tidak suka jika ditentang dan sama sekali tidak punya selera untuk mendengar.  
Sifat Sombong muncul dari sisi gelap Nafsu Mulhammah yaitu sisi negatif dari unsur Udara atau angin.
Itulah sederet penyakit berbahaya yang ada pada golongan ini. 


B. Dendam, Iri - dengki [ sisi negatif sifat Api ]

Dendam, dengki dan Iri hati itu akan dapat menyebabkan kerasnya hati. 
Ini adalah sejenis penyakit yang biasa menghinggapi hati orang - orang kalah atau yang merasa dikalahkan , orang - orang  yang merasa dirinya lemah atau yang merasa dilemahkan, dan juga akan menghinggapi hati orang orang yang merasa dirinya hidup didalam satu tatanan yang sangat menindas dan intimidatif.
Dendam muncul dari sisi gelap Nafsu Amaroh yang merupakan sisi negatif unsur Api.
 
Dendam dapat menyebabkan hati orang menjadi keras dan sampai pada ahirnya menyebabkan pintu hatinya menjadi tertutup sama sekali.  
Dendam itu apa bila ia terus dibiarkan dan apalagi jika ia dipelihara maka akan menyebabkan tertutupnya semua pintu rasa, yang menyebabkan orang tidak lagi memiliki rasa simpaty dan belas kasih. Dan dendam juga akan melumpuhkan semua potensi hati nurani sehingga itu akan menyebabkan dia tidak akan dapat lagi membedakan benar dan salah, tidak dapat lagi memilah baik dan buruk, serta tidak dapat lagi melihat dengan jelas mana pantas dan mana yang tidak pantas. Intinya sifat dendam itu akan dapat mengaburkan semua pertimbangan akal sehat manusia. Jadi ini sangat berbahaya sekali.

C. Kebodohan [ sisi negatif sifat Air ]

Kebodohan menyebabkan manusia gampang terlena dan sangat mudah tertipu oleh bujukan setan. 
Terhadap orang - orang bodoh ini setan akan sangat mudah membuat tipu daya, ia akan dapat dengan mudah membelokan hatinya serta mempengaruhi pikirannya. Setan juga akan dapat menguasai sepenuhnya pikiran orang - orang bodoh itu, sehingga oleh setan orang orang bodoh ini selalu dipermainkan.

Terhadap orang orang bodoh ini  setan akan menjadi pemimpin. Ia senantiasa akan mengarahkan pikiran orang - orang bodoh itu agar  salah memilih fokus, salah memilih prioritas dan agar salah dalam  menentukan apa yang sebenarnya paling menjadi kebutuhkannya.
Setan akan menuntun orang bodoh itu untuk lebih mengutamakan kepentingan jangka pendek [ kehidupan dunia ] dibanding kepentingan jangka panjangnya. Setan akan menjebak kelompok terahir ini dengan pernak - pernik  dan gemerlapnya kehidupan dunia. Maka orang - orang bodoh itu akan menyintai kehidupan dunia secara berlebihan. 
Untuk menjerat kelompok ini maka setan akan masuk melalui sisi gelap dari nafsu Lawwamah yang merupakan sifat negatif dari unsur Air.

D. Malas, tidak mau berusaha menjemput Hidayah dan Sikap Acuh Tak Acuh [ sisi negatif sifat Tanah ]

Dari ketiga unsur yang disebutkan diatas yaitu Udara, Api dan Air, maka kedudukan unsur ke empat ini cendrung unik. Bila ketiga unsur yang disebutkan diatas semuanya cendrung bersifat aktif dan responsif maka tanah [ jasmani ] adalah kebalikannya. Ia cendrung diam dan acuh tak acuh. Ia akan mandah dan pasrah saja, serta rela menjadikan dirinya sebagai medan dan tempat pertempuran ketiga unsur lainnya.

Maka bila unsur negatif dari Air adalah simbol dari kebodohan dan kedunguan manusia maka unsur negatif dari Tanah adalah adalah simbol dari sifat Ambiguitas manusia. 
Sifat ambigu dan tidak memihak dari Tanah ini akan membuatnya rela dibawa oleh siapapun dan dijadikan apapun oleh pihak - pihak yang dapat memenangi pertempuran.

Tetapi manakala Ruh [ sifat positif dari unsur Api ] dan Jiwa Unversal atau Diri Murni [ sifat positif dari Air ] serta Rahsa [ sifat positif dari Udara ] yang ketiganya sebenarnya ada dan terpendam jauh didalam tanah [ di dalam lubuk hati manusia ] itu semuanya dapat digali, diasah dan dimunculkan melalui proses " riyadhoh dan mujahadah nafs "  yang bersungguh - sungguh. Maka pertempuran ketiga elemen liar [ unsur negatif ] diatas akan bisa diahiri dan dihentikan. Dan hanya elemen positif dari tanahlah satu - satunya yang bisa melakukan itu.  
Karena Tanah sebenarnya memiliki kekuatan atau potensi untuk bisa mengikat semua unsur unsur negatif itu dalam satu kesatuan dan bahkan menjinakkannya. Sebagaimana butiran debu yang mampu mengikat dan memerangkap didalamnya unsur unsur atom, unsur ion, proton, neutron dan elektron yang pada dasarnya sangat aktif itu [ sifat nuklir ].

Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kunci atau prasyarat dari datangnya hidayah adalah :

1.Bersikap terbuka terhadap kebenaran dan tidak mengunci diri di dalam pola pikir yang kaku dan salah.

2.Menumbuhkan kemauan dari dalam diri agar potensi jiwanya bisa terus tumbuh dan berkembang.

3.Membekali diri dengan ilmu dan pengetahuan rohani yang cukup, yaitu dengan memahami petunjuk wahyu [ Al Quran ]. Khususnya tentang bagaimana cara memerangi setan dan menundukan hawa nafsu yang ada didalam diri [ hal yang paling banyak disinggung dan diterangkan pada banyak ayat didalam Al Quran ].

4.Mengambil langkah pro-aktif dalam menjemput hidayah serta bersemangat dalam mencari dan menemukan kebenaran sejati yang sebenarnya terpendam dan sudah tersedia didalam diri itu. Yaitu al Quran yang batin yang tersimpan didalam fitrah dan relung hati manusia yang dinamakan hati nurani [ al Quran qodim yang tersimpan didalam jagat Alit ]. 

Beberapa kalangan kejawen dan juga Ibnu Arabi serta Abdul Karim Al Jaili justru menyatakan sebaliknya, bahwa alam semesta adalah yang sesungguhnya jagat alit dan batin manusia sebagai yang sesungguhnya jagat gede. Karena diri manusia adalah tempat persemayaman Ruhul Qudus yang eksistensinya jauh lebih Agung, lebih Besar dan jauh lebih Luas dari pada Alam Semesta.

5.Berusaha merenung dan mencocokan al quran yang batin atau al quran didalam diri yang berupa fitrah itu dengan al quran yang dohir [ Al Quran yang tertulis yang dicetak dalam lembaran kertas ]. Dengan Nalar dan Rasha serta didalam jiwa dan ruh. 

Dengan melakukan lima hal itu maka insya Allah segala hambatan yang menghalangi penerimaan hidayah dapat disingkirkan, dan jalan menuju kebenaran sejati [  mencapai Wushul ] akan terbuka lebar.
 

■Ketahuilah bahwa musuh utama bagi kebodohan adalah setan, karena setan tercipta dari api sementara kebodohan tercipta dari sisi negatif air. Api selamanya akan menjadi musuh abadi bagi Air dan bahkan hingga hari kiamat.

■ Begitupun dengan dendam [ api ] , ia bisa muncul sewaktu - waktu akibat luka benturan dengan sifat sombong [ udara ].
Lihatlah udara, ia kodratnya selalu berada diatas api dan lihat pula api yang meskipun secara kodrat sebenarnya harusnya dibawah udara tetapi ia ingin dirinya naik keatas berandeng dengan udara, agar dapat memposisikan dirinya sejajar atau bahkan bila mungkin ingin lebih tinggi lagi. Tetapi ketentuan kodrat mengatakan, Api tidak boleh lebih tinggi dari udara dan sampai kapan pun Api tidak akan bisa mengunggulinya.  Maka ketahuilah bahwa dalam pandangan orang - orang yang sudah memahami ilmu hakikat, maka api itu dikatakan memendam sifat dendam dan iri dengki terhadap udara. Sehingga hukum yang berlaku didunia nyata adalah sebagai berikut :  bahwa sikap sombong seseorang itu akan cendrung melukai hati orang yang disombonginya. Dan luka hati itu akan muncul dari padanya, sebagai dendam. Seperti api yang selalu dendam  terhadap udara karena berat jenisnya kalah ringan dan kedudukannya kalah tinggi.

■ Adapun Tanah [ jasmani ] ia malas bersaing , acuh tak acuh dan bahkan cendrung pasrah, tetapi Air [ jiwa manusia ] bersikap lebih aktif dan ia cendrung bergerak kemanapun ada ruang dan tempat yang lebih rendah dari tempatnya sekarang. Dan setan sangat memahami hal itu. Maka setan akan memanfaatkan celah itu untuk menggiring manusia dan membawanya jatuh ke tempat yang serendah - rendahnya. Dan jiwa sangat menyukai hal itu karena itu memang salah satu wataknya, menyukai kerendahan. Begitulah jiwa manusia bila tanpa ilmu, ia akan mudah terjebak oleh siasat setan yang sudah sejak lama mengincar kelemahannya. Karena itulah kenapa kemudian Allah Swt membekali manusia dengan wahyu dan rahsa [ unsur udara ] agar jiwa yang cendrung kepada kejatuhan itu dapat ditahannya dan bila perlu dibawanya naik sebagaimana angin yang membawa butiran uap air naik ke atas langit sebelum ahirnya jatuh sebagai air hujan.

♤ Kesombongan ---> dari sisi negatif
    unsur Udara  ----> Sisi gelap Nafsu
    Mulhammah.
♤ Dendam, Iri, dengki --> dari sisi
    negatif unsur Api ---> Sisi gelap
    Nafsu Amaroh.
♤  Kebodohan ---> dari sisi negatif
    unsur Air ---> Sisi gelap Nafsu
    Lawwamah.
♤ Malas dan Sikap Acuh Tak Acuh -->      diri sisi negatif unsur Debu ---->   
    Sisi gelap Nafsu Mutmainnah.

--------◇---------

♡ Ruh Suci ---> sisi positip dari unsur
    Api ---> ia merupakan cahaya dan
    mutiara yang terpendam dari
    nafsu Amaroh [ lokus Kepala ].
♡ Siir atau Rasha ---> sisi positip dari
    unsur Udara ---> ia merupakan
    cahaya dan mutiara yang
    terpendam dari Nafsu Mulhamah
    [ lokus Dada ]
♡ Nur Ilahi atau Mukasyafah ---> sisi
    positip dari unsur Tanah ---> ia
    Merupakan cahaya dan mutiara
    yang terpendam dari Nafsu
    Mutmainnah [ lokus Perut ].
♡ Dzat atau Martabat Wushul ---> sisi
    positip dari unsur Air ---> ia
    merupakan mutiara dari Nafsu
    Lawwamah [ lokus Kelamin ].
♡ Perut menumbuhkan jasmani dan
    otak.
♡ Kelamin mendewasakan akal, jiwa 
    dan Ruh.
♡ Akal menumbuhkan Nur.
♡ Pada Jiwa dan Ruh bersemayam
    didalamnya Dzat.

"Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah 
yang menciptakan langit dan bumi 
dalam enam masa, 
lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy.  
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 54)


"Dan Dialah yang menciptakan 

langit dan Bumi dalam enam masa, 

dan 'Arsy-Nya di atas air, 

agar Dia menguji 

siapakah di antara kamu 

yang lebih baik amalnya. " 

(QS. Hud 11: Ayat 7)


--------◇---------

Tujuh Lapis Diri Manusia

1. Raga Jasmani
2. Akal
3. Jiwa atau Nafs
4. Ruh
5. Siir atau Rasha
6. Nur
7. Dzat

Dari 1 sd 7 semuanya ada didalam diri, maka carilah Tuhan itu didalam dirimu sendiri. Dan jangan mencarinya ke atas langit, sebab itu tidak lebih dari kesia - sian dan dijamin tidak akan pernah ketemu.


Sekian, dan semoga artikel ini bermanfaat.





Sabtu, 20 November 2021

Ontologi Puisi



1. Emanasi : dari Huwa Menjadi Kita

By. Mang Anas


Semua bermula dari sebuah titik,

Tunggal dan Sendirian,

Titik itu satu - satu-Nya keberadaan.

belum ada apa,

Tidak ada siapa,

belum ada kapan, 

atau dimana.


Titik itu disebut Ba

Ba menjadi Alif,

Alif menjadi Hu

Hu menjadi Wawu

Lalu Hu dan Wawu itu 

menjadi Hua


Hua itu belum dapat disebut 

tidak dapat dijangkau,

tidak dapat dibayangkan,

tidak dapat dipikirkan

dan apalagi dikenali.


Dengan sifat ilmu-Nya

Hua itu berkehendak,

 Lalu memancarlah dari padanya Cahaya,

Itulah Cahaya Muhammad

Itulah Hakikatul Muhammadiyah

Atau Hakikat Al Hamdu


Al Hamdu itu adalah Ilah

 Ilah itu adalah Rabb

Lalu disebutlah Ilah itu Allah,

Dia lah,

Ar Rahman,

Ar Rahim

dan Al Malik.

tiga sifat-Nya yang utama

Dan induk dari semua Nama.


Dari Rabb, 

terpancar lah kemudian Alam Rasha, 

Atau Barzah,

Yaitu alam hakikat atau alam kesejatian 

dari segala sesuatu.


Maka ketahui, 

pahami, 

dan camkan ini

baik baik.

 bahwa didalam Alam Rasha atau Barzah itu 

sekalipun disana sudah mulai didapati 

Adanya  A atau B

hitam atau putih,

 benar atau salah,

 gelap atau terang,

baik atau buruk,

bahagia atau nestapa

manis atau pahit,

serta laki atau perempuan.

Tetapi hakikat dari ragam itu barulah 

sebatas gatra dan guratan,

dan baru berupa kecendrungan.


Sebab di alam Rasha segala sesuatu itu,

semuanya,

masih ada didalam kemanunggalan, 

semua unsurnya masih sama

dan masih didalam biji yang sama.


Lalu dari Alam Rasha yang pada mulanya 

satu, tunggal dan sama itu 

terpancarlah kemudian

empat jenis hakikat penciptaan,


1. Yaitu Ruh yang menghidupi, 

ia tercipta dari unsur Api,

akan muncul di dikepala.

2. Jiwa yang selalu mendambakan 

rasa tenang dan kenyamanan, 

ia tercipta dari unsur Air,

akan muncul di dada.

3. Raga Jasmani yang hitam

teguh, bisu dan tuli, 

ia tercipta dari unsur Tanah,

akan muncul di perut.

4. Dan Akal yang senantiasa berpikir, 

berkreasi dan berimajinasi, 

ia  tercipta dari unsur Udara,

akan muncul dari Kelamin @.


Saat Jiwa dan Ruh,

Yaitu disaat Air dan Api Itu berpasangan

maka terciptalah hakikat hidup 

yang tidak lain adalah nafsu 

dan penghidupannya.

Itulah Esensi batin kita dan 

esensi batin dari Semesta.


Kala Akal dan Raga,

Yakni dikala Udara dan Tanah berpasangan,

maka terciptalah hakikat kesempurnaan 

Qolam dan Pena,

serta energi dari nafsu.

Itulah Esensi Lahir kita dan juga 

esensi lahir dari Semesta


Begitulah kita 

Manusia dan Semesta itu diciptakan

Pada kali pertama


Lalu kita harus mengurai dan memurnikan 

setiap unsur dan hakikat diri kita itu kembali,

satu - persatu.

Agar dapat kembali pulang dan menyatu ke asal.


Maka biarlah Api kembali menjadi Api

Air kembali menjadi Air

Udara kembali menjadi Udara

Dan biarlah debu itu kembali 

menyatu dengan tanah.


Ketahuilah,

Bahwa hakikat yang sebenarnya dari

diri kita adalah jiwa,

dan jiwa tercipta dari Air,

Dan Air itu berasal dari Arasy,

Tempat segala yang hidup bermula.

Dari sanalah kita semua berasal

Dan kesanalah kita semua nanti

harus kembali.


"Dan apakah orang-orang kafir 

tidak mengetahui bahwa langit dan bumi 

keduanya dahulu menyatu 

kemudian Kami pisahkan antara keduanya; 

dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup 

berasal dari air; 

maka mengapa mereka tidak beriman?"

(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 30)


"Dan Dialah yang menciptakan 

langit dan Bumi dalam enam masa, 

dan 'Arsy-Nya di atas air, 

agar Dia menguji 

siapakah di antara kamu 

yang lebih baik amalnya. " 

(QS. Hud 11: Ayat 7)


"Hanya kepada-Nya 

kamu semua akan kembali. 

Itu merupakan janji Allah yang benar 

dan pasti. Sesungguhnya Dialah 

yang memulai penciptaan makhluk 

kemudian mengulanginya, 

agar Dia memberi balasan 

kepada orang-orang yang beriman dan 

mengerjakan kebajikan dengan adil. 

Sedangkan untuk orang-orang kafir 

minuman air yang mendidih 

dan siksaan yang pedih 

karena kekafiran mereka."

(QS. Yunus 10: Ayat 4)


"Maka Maha Tinggi Allah, 

Raja yang sebenarnya; 

tidak ada Tuhan selain Dia, 

Tuhan 'Arsy yang mulia."  

(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 116 )


@Keterangan dan penjelasan : 

1. Pertumbuhan Jasmani manusia sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang diolah melalui perut.

2. Pertumbuhan otak dan perkembangan akal manusia sangat dipengaruhi oleh kinerja hormon yang bekerja dibalik organ kelamin. Makanya kenapa batasan usia baligh [ kesempurnaan perkembangan akal manusia ] ditandai dengan peristiwa ikhtilam [ mimpi basah ] pada organ kelamin laki - laki dan keluarnya darah mesnstruasi [ haid ] pada organ kelamin seorang perempuan.

3. Ruh bekerja dibalik otak dan akal, dan mekanisme kerja organ otak atau akal itu sangat dipengaruhi oleh kinerja hormon yang ada dibalik kelamin. Tahapan Masa bayi, masa kanak - kanak, masa remaja, masa dewasa dan masa tua seseorang itu diatur oleh perubahan yang terjadi pada horman testosteron [ pada diri seorang laki - laki ] dan hormon progesteron [ pada diri seorang perempuan ]. Hormon - hormon itulah yang sangat mempengaruhi kinerja pembelahan sel didalam tubuh dan kematiannya, serta hormon - hormon itu pula yang sangat mempengaruhi kinerja dan performa DNA pada tubuh manusia.

4. Jiwa atau Nafsu itu tumbuh dari air maka untuk menundukan liarnya nafsu kita perlu menyeimbangkan asupan mineral yang menjadi komponen utama dari molekul air.

5. Jadi kesimpulannya, organ perut itu bekerja untuk mengontrol pertumbuhan fisik yaitu tubuh dan otak [ aspek dohir ] sementara organ kelamin bekerja untuk mengontrol perkembangan batinnya yaitu akal, jiwa dan ruh. 


Indramayu, 30 Nopember 2021


-------------◇♤◇----------


2. RINDU ku

By. Mang Anas

 

Tidak ada lagi HURUF

Tidak ada lagi SUARA

Hanya Isak Tangis

dan Belitan Rasa Haru

Lalu

ku tilik

ke dasar hati

Terus ....

Terus ....

Terus ....

hingga ke relung Hati

Yang ku jumpai adalah DIA

Ada DIA

Hanya DIA

DIA

Tidak ada yang selain DIA

DIA lah Sumber Rindu

dan Isak Tangis itu

DIA lah pusat Magnet dan Getar Hati itu

DIA lah yang telah Menjalarkan angan

ke dalam Hati ku

DIA meliputkan Rasa Haru,

DIA mendatangkan Rasa Rindu,

dan

DIA lah yang telah Memeras Air Mata ku

 

Wahai Robb ...

Duhai Sang Kekasih

Untuk apa KAU betot hatiku

Jika hanya membuatku terperangkap dalam Rindu

 

                                         Indramayu, 19 Februari 2020



-----------◇♤◇---------------



3. " Perempuan Menggugat "

By. Citra Bayanty


Katanya kemanusiaan yang adil 

dan beradab.

Katanya keadilan sosial 

bagi seluruh rakyat.

Katanya melindungi segenap bangsa

dan seluruh tumpah darah.


Tetapi mengapa jutaan perempuan

diceraikan tanpa alasan,

mengapa jutaan perempuan

harus mengasuh dan membesarkan 

anak sendirian,

mengapa jutaan perempuan

tidak dinafkahi dibiarkan, 

Mengapa  jutaan anak yang

diterlantarkan juga diabaikan.


Mengapa susah sekali

kami memperoleh keadilan 

dan bahkan jika sekedar 

mendapatkan perlindungan.


-------◇-------


Siapakah yang dapat menegur 

laki - laki kami 

yang pemberani dan sangat 

perkasa itu ?!

Siapakah yang dapat menundukkan 

hati pria - pria keras 

dan yang sewenang - wenang itu, ?!

Siapakah yang dapat mengubahnya ?!


--------◇-------


" Wahai keadilan dan keadaban,

wahai yang melindungi segenap

bangsa dan seluruh tumpah darah "


Siapakah engkau,

Dimanakah kamu adanya,

Bagaimana caranya kami mengadu,

menumpah - ruah derita hati 

dan haru kelabu itu.


------◇------


Ribuan tahun kami mencari tahu,

Puluhan abad kami mencarimu,

Dari Adam hingga Muhammad.

Dari Thales hingga Feminism.

Dari abad kegelapan 

hingga zaman pencerahan.

Dari zaman kami dijajah hingga kini 

katanya kami telah merdeka.


Siapakah engkau,  

Wahai Keadilan dan Keadaban,

Dimanakah engkau, 

wahai yang melindungi segenap

bangsa dan seluruh tumpah darah. 


Mengapa engkau tidak berada disini,

Tidak disitu,

Tidak juga berada disana.


Hanya sebentar - sebentar engkau 

datang lalu kemudian bergegas

pergi pulang


------◇-------


Wahai Keadilan dan Keadaban, 

dan Wahai yang melindungi 

segenap bangsa 

dan seluruh tumpah darah.

Lihatlah debu, garam, cuka, dan kotoran 

yang melekat dan yang menempel pada

luka borok ini,

sudah berpuluh tahun ia ada disini,

Dimanakah kami dapat membersihkannya ?!

Dimanakah kami harus mengobatinya ?!


-----◇-----


Jika engkau tidak juga datang,

Jika kotoran ini tidak dapat dibersihkan,

Jika luka ini tidak dapat diobati,

Maka.....biarkanlah kami menggugatnya

dihadapan Tuhan.


Dan biarkanlah kami menulis atas

nama hati nurani


Biarkan kami berbicara atas

nama rakyat dan keadilan.


Biarkan arwah - arwah kami yang 

mati dan kelaparan itu bergentayangan,

keluar masuk seperti hantu.

Menitis, merasuk, dan ber- reinkarnasi 

kedalam Hati, 

Jantung, dan 

Pikiran para Hakim, 

para Jaksa, 

para Polisi, 

dan orang - orang yang kami pilih 

diantara bangsa manusia.


----------◇----------


Biarkan ruh dan sukma - sukma kami itu

bergerak seperti kawanan Zombi,

merasuk dan menggerakkan 

mereka dari pikiran,


menyeret dan mengadili satu - persatu

para lelaki gagah dan 

yang sangat perkasa itu.


Biarkan kami melihat 

mimik wajah 

pria - pria kuat dan perkasa itu,

duduk cemas dikursi terdakwa

dengan mata tunduk, 

dengan wajah menciut,

dan dengan nyali,

serta kesombongan yang jauh surut.


Rasakanlah sekarang pengadilan ala hantu,

 menerima dakwaan,

" sisi gelap, dan merah - pekat perbuatan."

Tidak ada penolong, dan tidak ada yang

akan bisa membantu.


Maka biarkan kami sekarang melihatnya,

Biarkan kami gantian menontonnya,

Biarkan kami terus menikmatinya, 

dan Jangan ganggu,

biarkan kami memuaskan diri dengannya.


Biarkan, hingga kelak mereka

betul - betul akan memahami dan 

merasakannya.

Biarkan, dan kelak mereka 

sungguh - sungguh akan menyesalinya.


----------◇----------


Wahai Rabb, 

Wahai Ar Rahman,

Wahai Ar Rahim,

Wahai Al Malik dan

Wahai As Somad,


Jadilah kelima Sifat-Mu itu

mukjizat dan keniscayaan.

Jadilah kelima Asma-Mu itu

jimat dan mantra - mantra Sakti.


Hilang dan lenyaplah dari kepala mereka 

Api ego, 

dan kesombongan, 


Dari perut - perut mereka

Angin zalim, 

dan keserakahan


Dari kelamin mereka

Air Syahwat,

 dan tabiat kebinatangan


Dan dari dada - dada mereka

Tanah malas, 

dan kemasabodohan 


--------◇ --------------

 

Lukiskan sifat, nama dan wajah agung-Mu itu

pada wajah hati mereka.


Tambatkan jiwa - jiwa kami dan

jiwa putra - putri kami itu

Ke dalam simpul - simpul darah, 

tulang, otot, kulit, syaraf, urat leher, 

Otak, jantung dan lubuk hati mereka.


Maka demi Keagungan dan Kemulian- Mu, 

itulah satu - satunya cara

untuk dapat melembutkan hatinya.


Itulah satu - satunya jalan untuk

dapat menundukkan dan 

mengalahkannya.


Itulah Tuhan, 

pintaku,

hanya Itu Tuhan,

cuma itu

hanya dan cuma 

itu saja.


Maka tolong aku,

dan wujudkanlah.




Indramayu, 10 Nopember 2021