Halaman

Sabtu, 18 Juni 2022

Hakikat Tagut [ الطَّاغُوْتَ ] dalam Al-Qur'an

By Mang Anas


🌖 Semua Nabi telah mengingatkan bahaya Dajjal [ Tagut ]

Dalam salah satu hadis yang bersumber dari Ibnu Umar disebutkan, "Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali dia mengingatkan umatnya (dari bahaya Dajjal). Nuh telah mengingatkan umatnya dan juga para nabi yang datang setelahnya. Ketahuilah bahwa Dajjal akan keluar kepada kalian, dan sekali-kali tidak tersembunyi dari kalian. Dan Rabb kalian pun tidak akan menyembunyikannya dari kalian. (Beliau menyebutkan hingga tiga kali).…"  Bunyi Teks Hadits ini sangat paralel dengan al-Qur'an  Surat An-Nahl ayat 36.

Dari hadis lainnya yang bersumber dari An-Nawwas bin Sam'an Al-Killabi, Rasulullah bersabda, "…. Jika Dajjal keluar, dan aku masih bersama kalian, maka akulah yang akan melindungi kalian darinya. Namun, jika ia keluar dan aku tidak lagi bersama kalian, maka setiap orang harus bisa melindungi dirinya sendiri. Allah adalah pelindung bagiku dan setiap Muslim. Barang siapa dari kalian berjumpa dengannya, hendaklah ia bacakan awal surah al-Kahfi . Sebab, itu akan melindungi kalian dari fitnahnya."  ( HR Muslim, Abu Da wud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).

🌖 Makna Hurufi kata Tagut [ الطَّاغُوْتَ ]

Tagut adalah kekuatan konspirasi besar berupa kutub negatif dari alam semesta yang dalam hal ini adalah Dajjal [ إ ] yang merupakan kiblat bagi hawa nafsu [ ل ]. Kekuatan Tagut ini cenderung ingin memalingkan diri manusia dan menjauhkannya dari bimbingan wahyu [ ط ] atau kutub positif yang dalam hal ini adalah jalan Tuhan [ أ ]. Togut ini bekerja dengan cara meracuni cara pandang atau cara berpikir ( ع ] manusia [ ن ]. ~ Ingat bahwa Huruf غ itu tersusun dari huruf ع dan ن ~. Sehingga fungsi manusia yang seharusnya menjadi agen atau wakil Tuhan di bumi [ و ] malah terseret dalam kesesatan, yakni mereka berbuat syirik [ ت ] kepada  Tuhan. Mereka mengabdikan hidupnya bukannya kepada Tuhan tetapi malah berkiblat kepada Tagut [ hawa nafsunya ].

🌖 Ayat-ayat Al Qur'an yang berkenaan dengan Tagut [ الطَّاغُوْتَ ]

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ  قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّۚ  فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَاۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ (٢٥٦)

" Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama, sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. " (Q.S. Al-Baqarah ayat 256)

وَالَّذِيْنَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوْتَ اَنْ يَّعْبُدُوْهَا وَاَنَابُوْٓا اِلَى اللّٰهِ لَهُمُ الْبُشْرٰىۚ فَبَشِّرْ عِبَادِۙ

" Dan orang-orang yang menjauhi Tagut (yaitu) tidak mengikutinya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku, " (QS. Az-Zumar Ayat: 17)

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُۗ  فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ (٣٦)

" Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul). " (Q.S. An-Nahl ayat 36)

ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّـٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ

" Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah Tagut, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. " [ Surat Al-Baqarah (2) Ayat 257 ]

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًۭا مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ يُؤْمِنُونَ بِٱلْجِبْتِ وَٱلطَّـٰغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ هَـٰٓؤُلَآءِ أَهْدَىٰ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ سَبِيلًا

" Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab ? Mereka percaya kepada jibt dan Tagut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman " [ Surat An-Nisa (4) Ayat 51]

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا۟ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّـٰغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوٓا۟ أَن يَكْفُرُوا۟ بِهِۦ وَيُرِيدُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلَـٰلًۢا بَعِيدًۭا

" Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada Tagut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. " [ Surat An-Nisa (4) Ayat 60 ]

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱلطَّـٰغُوتِ فَقَـٰتِلُوٓا۟ أَوْلِيَآءَ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۖ إِنَّ كَيْدَ ٱلشَّيْطَـٰنِ كَانَ ضَعِيفًا

" Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. " [ Surat An-Nisa (4) Ayat 76 ]

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّۢ مِّن ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِندَ ٱللَّهِ ۚ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ ٱلْقِرَدَةَ وَٱلْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ ٱلطَّـٰغُوتَ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ شَرٌّۭ مَّكَانًۭا وَأَضَلُّ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ

" Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Tagut ?". Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. " [ Surat Al-Ma'idah (5) Ayat 60 ]

Dengan demikian maka hakikat dari Tagut dalam istilah Al-Qur'an itu ternyata sama dengan penyebutan Dajjal seperti yang banyak diceritakan didalam kitab - kitab hadits.  Didalam Al Qur'an Dajjal itu disebut Tagut dan didalam kitab- kitab hadits Tagut itu disebut Dajjal. Satu hakikat tetapi memiliki dua nama atau dua penyebutan.

Semoga tulisan ini bermanfaat.



Jumat, 17 Juni 2022

Rahasia Martabat Tujuh didalam Surat Al Ikhlas


By. Mang Anas


Surat Al - Ikhlas 

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ (١)

Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. (1)

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ (٢)

Allah tempat meminta segala sesuatu. (2)

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ (٣)

(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (3)

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ (٤)

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (4)

Bagan : Makna Batin Surat Al-Ikhlas 

Penjelasan Makna Batinnya :

7. Tembung dari kata  كُفُوًا اَحَدٌ adalah metafor dari keadaan Martabat Insanul Kamil [ Alam Materi ]. Martabat Insanul Kamil atau Martabat Alam Materi disebut  كُفُوًا اَحَدٌ  karena hakikat yang sesungguhnya dari tabiat Alam materi adalah hawa nafsu yang akan menggiring manusia jatuh dalam kesyirikan. Sifatnya memenjarakan jiwa manusia. 

♤ Kedudukannya ----> Pada mulanya adalah Tanah [ alam materi ].

-------◇-------

6. Tembung dari kata  وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ adalah metafor dari keadaan Alam Ajsam [ Alam Akal ]. Yaitu alam tafakur dan pencarian. 

♤ Kedudukannya ----> Lalu Tanah [ alam materi ] itu berubah menjadi Air [ alam imajinasi ].

------◇--------

5. Tembung dari kata  وَلَمْ يُوْلَدْۙ adalah metafor dari keadaan Alam Mitsal [ Alam Jiwa ]. Yakni alam rindu dan kesadaran 

♤ Kedudukannya -----> Dan Air [ alam imajinasi] itu kemudian berubah menjadi Api [ alam nafsu ].

-------◇-------

4. Tembung dari kata  لَمْ يَلِدْ  adalah metafor dari keadaan alam ruh. Yakni transformasi dari alam jiwa [ nafsu ] ke alam ruh.

♤ Kedudukannya ----> Dan Api [ alam nafsu ] itu kemudian berubah menjadi Angin [ alam ruh ].

-------◇--------

3. Tembung dari Kata  اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ  adalah untuk menjelaskan Keberadaan Tuhan di Martabat Wahidiyah. Yakni Tuhan dalam kapasitasnya sebagai induk dari semua sebutan dan asma - Nya. 

♤ Kedudukannya ----> Lalu Angin [ ruh ] itu berubah menjadi sirr [ cahaya ilmu ], dan dengan cahaya itu sang hamba kemudian dihantarkannya kepada kunci - kunci dari segala rahasia [ alam Asma ] 

--------◇--------

2. Tembung dari kata اَحَدٌۚ  adalah untuk menjelaskan Keberadaan Tuhan di Martabat Wahdah. Yakni manifestasi Tuhan sebagai Nur Muhammad atau Tuhan dalam kapasitasnya sebagai sifat. 

♤ Kedudukannya ------> Dan dengan bekal kunci kunci rahasia itu [ setelah sang hamba didudukkan di alam asma ], maka sang hamba kemudian dipanggil untuk menemui Tuhannya [ dibawa masuk untuk menjelajah dan menyelami tabiat alam sifat ]. Inilah ujung pendakian tertinggi dan puncak pencapaian perjalanan spiritual manusia.  Disanalah sang hamba nantinya akan merasakan dirinya lebur-dan hancur luluh dalam Keagungan dan Kebesaran Nur Muhammad [ ini keadaan diri hamba di Alam Wahdah yang merupakan fenomena dari sifat- sifat Allah ].

♤ Selanjutnya eksistensi Tuhan di Alam Asma itu kita sebut sebagai " Rabb ", eksistensi  Tuhan di Alam Sifat itu disebut sebagai " Allah ", dan eksistensi  Tuhan di Alam Dzat itu disebut disebut sebagai " Dia atau هو "

-------◇-------

1. Tembung dari kata  هُوَ اللّٰهُ  adalah untuk menjelaskan Keberadaan Tuhan di Martabat Ahadiyah. Yakni Tuhan dalam kapasitasnya sebagai Dzat. 

♤ Kedudukannya ----> Disini Dzat Tuhan itu akan memancarkan sifat-sifat-Nya yang disebut Nur Muhammad, dan dengan pancaran itu Tuhan akan menghiasi manusia yang dikehendaki-Nya dengan sifat-sifat-Nya sendiri.  Dia akan membentuk hamba-Nya itu menjadi manusia semesta, memenuhi hatinya dengan rahmat,  menyematkan kedalam diri hamba-Nya itu kalimat-Nya, yaitu ruh " bismillahi rahmani rahim " [ Atas Nama Allah yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang]. 

♤ Pada kasus yang terahir ini Allah swt akan menahan sebagian dari hamba-hamba-Nya agar ia senantiasa bisa berada didekat-Nya dan akan melepaskan sebagian lainnya untuk dikembalikan lagi kepada manusia, agar ia dapat membimbing dan memimpin manusia dengan  cahayanya. Menjadi wakil-Nya, bertindak atas nama-Nya dan tegak lurus berjalan diatas kehendak-Nya [ manusia yang Nyawiji ].

Semoga Tulisan ini bermanfaat.


Jumat, 10 Juni 2022

Anies Baswedan Gagal Nyapres, Dalam Mimpi Saya

By Mang Anas 

A. Fenomena Mimpi 

Kejadiannya Hari Jumat tanggal 13 Mei 2022.

1. Saya berboncengan naik sepeda motor dengan seseorang yang terus terang secara pribadi saya merasa agak sedikit kurang nyaman berada dekat dengannya. Dalam mimpi itu saya mengendarai sebuah sepeda motor melintas dijalan pesawahan dari arah utara ke selatan dalam kondisi mendung dan sedikit hujan grimis. Jalan yang saya lewati itu masih berupa jalan tanah dan kondisinya sedikit licin. Hal itu tentu saja membuat saya merasa sedikit was-was dan merasa agak sedikit kurang nyaman.

2. Tak berselang lama saya kemudian putar balik dan kembali kejalan semula, kali ini kondisinya baru saja habis hujan, dan jalanan terlihat becek disana sini. Disaat saya sedang melintas itu tiba-tiba saya melihat tubuh Anies Baswedan dalam kondisi basah kuyup tergeletak pingsan melintang ditengah jalan. Tubuh pingsan itu ada didekat sebuah parit yang agak dangkal yang digali melintang ditengah jalan. 

3. Anehnya pada saat itu entah kenapa saya tidak sedikitpun tergerak untuk menolongnya, dan bahkan dengan teganya ban sepeda motor yang saya kendarai itu melintas tepat hanya beberapa senti saja didekat kepalanya. 

4. Saya yang kejam, yang kurang ajar dan yang tidak berprikemanusiaan itu dalam hati meyakini bahwa tubuh Anies itu masih bernafas, hanya saja ia ada dalam keadaan sekarat. Sampai disitu mimpi saya berahir, lalu sayapun terbangun dari tidur.



Gambar : Anies Baswedan 



Bongkar-Bongkaran Skenario Jokowi Pada Pilpres 2024 : Prof. Dr. Denny Indrayana, 25 April 2023


Demi IKN, Jokowi Inginkan Dua Capres Tanpa Anies Baswedan : Prof. Dr. Denny Indrayana, 30 April 2023


B. Sederet Peristiwa Aniesphobia Pasca peristiwa Mimpi.

5. Pada minggu tanggal 29 Mei 2022 warga tiba-tiba saja digegerkan oleh aksi Pawai Bendera Khilafah yang berlangsung secara serentak diwilayah Cawang, Jakarta Timur dan dibeberapa wilayah Jawa barat lainnya. Dan sebagai akibatnya aksi pawai itupun mendapat kecaman dan cacian dari ribuan netizen, dan endingnya stigma kadrunpun disematkan dan digemakan dimana-mana. [ Cuplikan berita ]

6. Seminggu kemudian, tepatnya Sabtu (04/06/22) Anies Baswedan selaku penanggung jawab penyelenggaraan ajang balap formula E mendapatkan atensi publik yang luas dan apresiasi positif dalam pemberitaan berbagai media massa nasional dan internasional,  karena pertama ia dianggap sukses menggelar ajang Gen Prix Formula E di Sirkuit Internasional di E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara, dan yang kedua karena Anies dan timnya dianggap mampu menyelesaikan pembangunan semua fasilitas penyelenggaraan sirkuit itu hanya dalam tempo 58 hari. Publik mempersepsikan capaian ini sebagai upaya kerja keras dan kerja cerdas yang luar biasa. [ Cuplikan berita ]

7. Tetapi tidak lama kemudian, tepatnya pada Senin 6 Juni 2022 tiba-tiba seratusan orang yang mengatasnamakan FPI Reborn,  menggelar aksi yang menuai perhatian sekaligus kontroversi. Sekelompok massa dengan pakaian serba putih yang hampir semuanya terlihat  baru itu,  menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat sambil membawa poster - poster bertuliskan dukungan terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai Capres 2024. 

Aksi dari masa FPI jadi-jadian itu dipimpin oleh seorang pria yang bernama Edi. Sosok yang beberapa waktu lalu pernah menggelar aksi demo menolak penyelenggaraan Formula E oleh pemda DKI Jakarta di depan kantor KPK. 

KH.Choirul Anam yang mengaku mendapatkan undangan untuk memimpin doa diacara tersebut justru mengatakan dirinya merasa ditipu oleh saudara Edi karena tidak melihat satu pun ada pengurus DPP FPI di Patung Kuda. Ia mengaku pula jika Edi membagikan uang Rp 150 ribu kepada peserta aksi.

Dan dalam siaran persnya, ketua Umum DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Muhammad Alatas telah membantah keterlibatan FPI yang ia pimpin dalam aksi tersebut. Bahkan FPI menganggap masa aksi FPI Reborn itu telah digerakkan oleh intelijen. Sebab, mereka menganggap massa ini tidak dikenal meski mereka membawa-bawa kata-kata FPI dalam bendera - bendera yang mereka bawa. [ Cuplikan berita ]

8. Lalu pada Rabu, 8 Juni 2022 kembali publik dikagetkan oleh aksi sekelompok orang yang menamakan dirinya " Majelis Sang Presiden " yang menyelenggarakan deklarasi mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju menjadi calon Presiden RI 2024 - 2029  di Hotel Bidakara Jakarta selatan. Komponen masyarakat yang menjadi peserta dari deklarasi yang diselenggarakan dihotel mewah itu kemudian dengan lantang dan terang-terangan menyatakan dirinya sebagai eks kader HTI, Eks Terpidana Teroris dan Eks FPI.  Maka berkembang kemudian tudingan di masyarakat kalau deklarasi Majelis Sang Presiden ini diinisiasi oleh Aniesphobia dan jaringan intelijen hitam. Kehadiran flag tauhid yang sering diasosiasikan sebagai flag HTI dan rumor bagi-bagi uang yang menyebutkan setiap peserta deklarasi dapat amplop Rp 2.000.000 (dua juta rupiah) itu semakin memperjelas bahwa deklarasi Majelis Sang Presiden ini berisi misi tertentu, yaitu melempar fitnah terhadap Anies Rasyid Baswedan dan menjadikan aksi-aksinya untuk mencoba menghubung-hubungkan Anies Rasyid Baswedan dengan HTI, FPI dan bahkan Terorisme [ cuplikan berita ].

9. Pengamat politik Rocky Gerung menilai langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasukkan PAN ke dalam Kabinet Indonesia Maju pada Rabu, 15 Juni 2022 merupakan bentuk kejeniusan sang Presiden.

"Potensi untuk merawat Anies adalah PAN. Karena itu PAN [ segera ] dimasukin ke istana. Nah itu kejeniusan pak Jokowi," kata Rocky. Menurut dia, langkah tersebut bisa menghalangi potensi PAN mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024  [ CNN Indonesia -- dikutip dari diskusi detikcom, Kamis 16/6/2022 ]

Itulah persisnya kejadian mimpi itu dan sederet fakta kejadian yang mengikutinya. Entahlah ada kejadian apa lagi setelah ini ..,jangkauan penafsiran mimpi itu untuk sementara  baru bisa sampai disini. 

Mudah-mudahan  tulisan ini bermanfaat dan kiranya dapat menyadarkan kita semua, agar ditengah dahsyatnya gelombang kebencian dan rasa permusuhan yang sedang melanda ini, kita bisa menjaga dan menyelamatkan diri kita masing-masing juga sanak keluarga, teman dan handai taulan dari terpaan badai fitnah yang akan berujung pada timbulnya perpecahan dan  pertumpahan darah antar sesama anak bangsa. Semoga apa yang sama-sama kita takutkan itu tidak sampai terjadi. 

Amiin ...

Ya Rahmanu Ya rahim, 

Ya Latifu Ya Khobir,

Ya 'Aziju Ya Karim.


Refleksi diri : 

الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗۗ  اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدٰىهُمُ اللّٰهُ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمْ اُولُوا الْاَلْبَابِ (١٨)

"  mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat." (Q.S. Az-Zumar ayat 18)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ (٦)

" Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu." (Q.S. Al-Hujurat ayat 6)

وَتَرٰى كَثِيْرًا مِّنْهُمْ يُسَارِعُوْنَ فِى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَۗ  لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ (٦٢)

" Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat. " (Q.S. Al-Ma'idah ayat 62)

 وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ (٨)

" Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakanan " [ Q.S. Al-Ma'idah ayat 8 ]

-----------@-----------

10. Deklarasi Pencapresan Anies Baswedan oleh Partai Nasdem Tampaknya Mendapatkan  Penentangan dari Jokowi, baca pernyataannya : 

Jokowi Minta Jangan Sembrono Deklarasi Capres, Pengamat: Arahnya ke NasDem !

Sabtu, 22 Oktober 2022 13:31 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Partai Golkar agar tak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden (capres) 2024.

Hal itu diungkapkan Jokowi di hadapan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan beberapa elite partai politik (parpol) lainnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai pernyataan Jokowi itu sebetulnya diarahkan ke NasDem.

Sebab, NasDem merupakan partai koalisi Jokowi-Ma'ruf yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres.

"Ya kelihatannya arahannya ke NasDem, siapa lagi kan? Karena selama ini NasDem mengusung Anies sebagai capres dan itu Anies itu antitesa dari Jokowi. Kan seperti itu," kata Ujang kepada Tribunnews.com, Sabtu (22/10/2022).

Ujang menuturkan meski Jokowi tak secara eksplisit menyebut partai apa yang melakukan deklarasi semberono, namun ia menilai diarahkan ke NasDem.

"Kalau kita lihat dari konstruksi politik itu, ya arahnya kelihatannya ke NasDem," ujar Ujang.

Sebelumnya, pernyataan Jokowi itu disampaikan pada peringatan HUT Golkar ke-58 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2022).

Menurut dia, Golkar saat ini berada dalam usia yang matang. 58 tahun, lanjutnya, bukanlah waktu yang sebentar.

“Oleh sebab itu, saya yakin, saya yakin. Saya yakin Golkar akan dengan cermat, akan dengan teliti, akan dengan hati-hati, tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden 2024,” ujarnya.

Jokowi meyakini bahwa Golkar akan memilih calon presiden dan cawapres yang bakal diusung merupakan tokoh yang sesuai dengan yang diharapkan.

“Saya juga meyakini bahwa yang akan dipilih oleh Partai Golkar, capres maupun cawapres ini adl tokoh-tokoh yang benar. Silakan terjemahkan sendiri,” ucapnya.

Pantauan Tribunnews.com, sejumlah petinggi parpol itu, yakni Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Ia didampingi Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni.

Selain itu, ada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kemudian, ada Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono.

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesudibjo dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi.

Lalu, ada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto serta mantan wakil presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla.

------@--------

11. Safari Politik Anies di Aceh-Jabar-Riau Dihambat, NasDem Singgung Kualitas Demokrasi

Kronologi, Jakarta – Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate menyinggung kualitas demokrasi setelah Anies Baswedan dihalang-halangi saat safari politik di beberapa daerah. Diantaranya, di Jawa Barat, Aceh, dan Riau.

Johnny menilai safari politik Anies bagian dari demokrasi. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya menjamin kelancaran tokoh-tokoh yang hendak melakukan hal serupa.

“Tentu ini kan demokrasi ya, untuk kepentingan demokrasi, tentu pemerintah daerah perlu juga membantu untuk kelancaran program peningkatan kualitas demokrasi Indonesia,” kata Johnny di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Menteri Komunikasi dan Informatika itu berpendapat pemerintah daerah harus memfasilitasi siapa pun yang hendak berkunjung. Tak hanya Anies, tetapi berbagai tokoh yang menjalankan agenda demokrasi.

Dia yakin masalah ini hanya persoalan komunikasi. Johnny berharap, hal ini jangan sampai terulang lagi di masa mendatang.

“Itu soal-soal administratif, mudah-mudahan contoh-contoh itu menjadi acuan agar yang berikut-berikutnya bisa berjalan dengan lebih baik, positive thinking saja dulu,” ujar Johnny.

Sebelumnya, Nasdem menyebut agenda safari politik Anies di sejumlah daerah terhambat. Mereka menyebut pemda mencabut izin penggunaan lokasi secara mendadak.

Hal itu disebut terjadi di Jawa Barat, Aceh, dan Riau. Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan pemda tiba-tiba menggelar acara di lokasi acara Anies di Riau.

“Jadi ada pemda menyelenggarakan kegiatan di hari yang bersamaan, tempat yang sama,” ucapnya saat dihubungi, Rabu (30/11/2022).

Sejauh ini, NasDem telah mendeklarasikan dukungannya kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (Capres) 2024. Penjajakan koalisi dengan Demokrat dan PKS masih terus dilakukan.

Editor: Alfian Risfil A

Sumber :  https://kronologi.id/2022/12/01/safari-politik-anies-di-aceh-jabar-riau-dihambat-nasdem-singgung-kualitas-demokrasi/#:~:text=Home%20%20Headline,All%20right%20reserved

-------@--------

12. Mantan Sekjen Projo Heran Jokowi Dendam Kesumat ke Anies: Salahnya Apa?


Tampak Berbincang Akrab : Jokowi, Ahok  dan Heru Budi Hartono Pj Gubernur DKI Jakarta

Kronologi, Jakarta 30/11/2022– Mantan Sekjen Relawan Pro Jokowi (Projo) Guntur Siregar menilai Presiden Jokowi adalah sosok yang pendendam, hal itu ia ditegaskan mengamini pendapat Rizal Ramli.

Buktinya, kata dia, Jokowi sampai memasang orang dekatnya yang ASN DKI yang dibawa ke Istana menjadi Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta.

Pj Heru belakangan dianggap mempreteli kebijakan-kebijakan Anies Baswedan sebelumnya di Jakarta. Salah satunya, program jalur sepeda.

Terbaru, Jokowi batal menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Ke-XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (25/11/2022), diduga karena keberadaan Anies di lokasi.

Isu tersebut beredar luas melalui pesan berantai di media sosial dan group WA.

“Apa salahnya Anies?,” kata Guntur penasaran.

Menurut Guntur, selama 5 tahun memimpin Ibu Kota, Anies sudah bekerja bagus dan maksimal. Tak ada keributan seperti masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Maka itu, ia pun mengaku heran kenapa Jokowi begitu dendam kesumat dengan Anies. Padahal Anies sudah berjasa menjaga kondusifitas Jakarta sebagai pusat bisnis nasional.

“Terbukti Anies bikin Jakarta tenang. Jokowi tak punya sikap kenegarawanan, berbeda dengan SBY yang pas mau selesai maunya adem-adem,” jelasnya.

Sebelumnya, politikus senior PDIP Panda Nababan mengenal sosok Jokowi dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh memiliki bakat ‘balas dendam’.

“Dua-duanya ini saya kenal, dalam track record hidup mereka, mereka punya bakat untuk membalas. Itu ngeri,” kata Panda dalam sebuah diskusi di kanal Youtube Indonesia Lawyers Club, Senin (21/11).

Panda mencontohkan kasus relasi antara Jokowi dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Pada tahun 2017 lalu, Jokowi dibuat jalan kaki ke lokasi acara HUT TNI di Cilegon.

Editor: Alfian Risfil A

Sumber : https://kronologi.id/2022/11/30/mantan-sekjen-projo-heran-jokowi-dendam-kesumat-ke-anies-salahnya-apa/#:~:text=Mantan%20Sekjen%20Projo%20Heran%20Jokowi%20Dendam%20Kesumat%20ke%20Anies%3A%20Salahnya%20Apa%3F

-------@--------


13. Jelang Anies Baswedan ke Aceh, Beredar Kupon sembako yang mengatasnamakan Ketua DPW Partai NasDem Aceh 


SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH (Kamis 1/12/2022) - Setelah muncul spanduk - spanduk bernada provokatif, kini beredar kupon dan SMS pembagian sembako dari Partai NasDem Aceh jelang kedatangan Anies Baswedan ke Aceh.

Kupon dan SMS pembagian sembako yang mengatasnamakan Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Teuku Taufiqulhadi tersebut diketahui beredar di seputaran Banda Aceh dan Aceh Besar sejak Rabu (30/11/2022) dan Kamis (1/12/2022).

Bahkan sudah ada warga yang mendatangi Kantor Partar NasDem Aceh di kawasan Pango, Banda Aceh, sembari membawa kupon yang diterima dari orang tidak dikenal itu.

Bahkan, menurut pengurus Partai NasDem Aceh, nanti malam diprediksi akan banyak warga yang datang ke kantor partai besutan Surya Paloh itu dengan membawa kupon sembako.

Begitu mengetahui perihal itu, Partai NasDem Aceh langsung memberi klarifikasi dengan mengatakan bahwa informasi yang beredar tidak benar alias hoaks.

Ketua Panitia Kunjungan Anies dari DPW Partai NasDem Aceh, Muhammad Irfan mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan kupon maupun SMS pembagian sembako untuk sambut kedatangan Anies.

Irfan menegaskan bahwa informasi itu sengaja dikabarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab guna menganggu acara silaturahmi Anies dengan masyarakat Aceh yang dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu (2-3/12/2022).

"Ketua DPW Partai NasDem Aceh tidak pernah mencetak dan mengedarkan "KUPON PEMBAGIAN SEMBAKO" seperti yang beredar tersebut," kata Irfan kepada Serambinews.com, Kamis (1/12/2022).

Partai NasDem Aceh mengaku sangat menyesalkan dan mengutuk keras upaya serta perilaku dari oknum-oknum yang sengaja ingin mengacaukan persiapan-persiapan kunjungan Anies ke Aceh.

"Oknum-oknum tersebut sengaja berusaha membuat suasana tidak nyaman dan tidak kondusif dengan mengkambinghitamkan Ketua DPW Partai NasDem Aceh," sambung dia.

Selain itu, pada sebagian kupon juga turut ditulis nomor kontak Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Teuku Taufiqulhadi. 

Akibatnya hampir setiap menit Taufiqulhadi mendapat telepon dari nomor kontak orang yang tidak dikenal yang menanyakan "apakah benar ada pembagian sembako dan uang Rp 200 ribu di Kantor NasDem di Pango malam ini?".

"Menanggapi pertanyaan atau konfirmasi dari penelpon berkaitan dengan bantuan sembako dan uang tersebut telah dijawab secara jelas oleh ketua DPW NasDem Aceh bahwa "tidak ada pembagian sembako dan juga uang di Kantor DPW NasDem malam ini," ujar Irfan.

"Semua itu tidak benar. Itu adalah tindakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan membuat masalah yang ingin mengacaukan suasana," tambah Ketua Garda Pemuda NasDem Aceh ini.

Pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh kader NasDem agar selalu waspada dan siaga terhadap tindakan-tindakan pihak yang tidak bermaksud baik tersebut.

"Demikian klarifikasi dari kami, semoga semua pihak dapat menghormati dan menjaga suasana tetap nyaman dan kondusif di Aceh," tutupnya.(*)

Laporan Masrizal | Banda Aceh

Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2022/12/01/breakingnews-jelang-anies-baswedan-ke-aceh-beredar-kuponsms-pembagian-sembako-ini-kata-nasdem#:~:text=Home,Back%20to%20Top




Kamis, 09 Juni 2022

Makna Musyrik Pada Surat An-Nisa ayat 48, Dalam Tinjauan Ilmu Huruf

By Mang Anas


اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ  وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا (٤٨)

" Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni jika ia dipersekutukan dengan sesuatu yang lain, dan Dia akan mengampuni dosa selain itu bagi siapapun yang Dia kehendaki. Maka Barangsiapa mempersekutukan Allah [ dengan sesuatu yang lain ], sungguh dia telah memperbuat kedosaan yang besar ".  (Q.S. An-Nisa' ayat 48)


1. Makna Hurufi kata   لَا يَغْفِرُ  [ la yaghfiru ]

■ Makna Huruf  لا  adalah diri hamba [  ل  ]  yang selalu bergelimang dalam dosa karena terhijab dari kebenaran [ آ ] 

■ Makna huruf ي  pada kata  لَا يَغْفِرُ  memiliki arti berkolusi, berkongsi atau berkonspirasi  untuk melakukan penghianatan terhadap Tuhan dan itu biasanya bersifat samar karena bentuknya yang abstrak, yakni berupa iktikod atau keyakinan tertentu atau berupa cara pandang yang sifatnya ideologis.

■ Makna غ pada kata لَا يَغْفِرُ  adalah orang yang tidak mau menafakuri atau mengingat-ingat dosa dosa yang telah diperbuatnya dimasa yang lalu. Huruf  ع adalah simbol tafakur sementara tanda titik diatasnya adalah merupakan simbol dari sesuatu yang ditafakuri [ yakni dosa-dosanya ]

■ Makna huruf ف  pada kata  لَا يَغْفِرُ adalah diri hamba yang tidak mampu menyadari kesalahanya dan kemudian menyesalinya. Huruf ف  tersusun dari huruf و dan ن yang digabungkan. Dalam artinya yang netral huruf و adalah simbol dari manusia selaku wakil Tuhan dibumi, dan ia seharusnya bertindak sebagai penghubung antara Tuhan dengan alam yang ada disekitar dirinya. Adapun ن seharusnya adalah simbol dari sebuah kesadaran. Yakni kesadaran yang muncul didalam diri hamba itu terkait tugas dan kewajiban. Tetapi dalam kasus ini kedua hal itu diabaikan dan dilalaikannya. 

■ Adapun makna dari huruf ر  pada kata لَا يَغْفِرُ  adalah simbol dari diri hamba yang tidak memiliki tekad dan kemauan untuk melaksanakan semua tugas dan kewajibannya secara baik dan benar sesuai dengan kodrat profesi, keahlian dan status dirinya. Huruf ر yang bentuknya seperti mangkok yang dituangkan itu seharusnya memiliki makna ingin selalu melayani atau menaburkan kebaikan kepada semua makhluk yang ada disekitarnya. Tetapi hingga mati ia tetap mengabaikannya dan bahkan malah berlaku sebaliknya. 

♤ Dengan demikian maka Tuhan tidak hendak mengampuninya [ لَا يَغْفِرُ ].

2. Makna Huruf kata   اَنْ يُّشْرَكَ [ Ayyusroka ]

■ Kata ان memiliki makna kesalahan yang disengaja. Disebut disengaja karena dia pada hakikatnya telah memiliki pengetahuan [ ن ]  tentang tidak bolehnya melakukan perbuatan syirik atau haramnya menduakan Tuhan [ أ ].

■ Makna huruf ي  pada kata اَنْ يُّشْرَكَ memiliki arti berkolusi, berkongsi atau berkonspirasi  untuk melakukan penghianatan terhadap Tuhan yang dilakukan secara tersembunyi. Lihat bentuk huruf ي dengan  dua titiknya yang ada dibawah, apabila dilihat dari atas maka kedua titik itu akan tertutup dan tersembunyi. Ia seperti gunting dalam lipatan.

■ Kolusi, konspirasi dan penghianatan terhadap Tuhan itu dilakukannya karena ia telah sangat dikuasai oleh nafsunya, yakni nafsu Amarah, nafsu Lawwamah dan nafsu sufiyah [ ش ]. Sehingga logikanya benar-benar tenggelam dan hatinya menjadi mati.

■ Dan nafsu - nafsunya itu semua ditujukannya untuk menyembah dan melayani [ ر ] dirinya sendiri [ ك ]. Hal itu terjadi karena dia telah mendudukkan nafsunya pada kedudukan Tuhan. Huruf ك terbentuk dari susunan huruf د [ hasrat untuk berkuasa ] dan huruf  ء  [ kawula alit atau hamba ]. Dengan demikian maka arti huruf ك  pada kata  اَنْ يُّشْرَكَ itu harus dimaknai sebagai hamba yang tidak mau tahu dan tidak pernah berusaha untuk menyadari hakikat dirinya, yakni bahwa jin dan manusia itu diciptakan untuk menyembah dan menjadi kepanjangan tangan dari Tuhannya dimuka bumi, tetapi ia malah membajak dan mensabotase amanat dan kepercayaan Tuhan itu untuk kepentingan nafsunya. 

♤ Dengan demikian maka ciri musyrik itu adalah,

a. Orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya,  

b. Sangat menutup diri dari kebenaran, 

c.Dan mereka memandang kehidupan ini hanyalah berlaku didunia ini saja.


3. Makna Huruf kata   مَا دُوْنَ ذٰلِكَ  [ maa duuna daalika ]

■ Huruf  ما mengandung arti perbuatan dosa yang dilakukan karena lupa, tidak disengaja atau karena tidak mengerti atau karena memang sangat terdesak dan tidak bisa dihindarinya.

■ Makna kata  دُوْنَ  pada kalimat  مَا دُوْنَ ذٰلِكَ  itu mengandung makna kedudukan [ د ] dirinya sebagai manusia [ و ] yang seharusnya mengetahui kebenaran [ ن ] tetapi karena satu dan lain hal yang ditimbulkan oleh kelemahan sifat kemanusiaannya maka ia terjebur dalam dosa.

■ Adapun makna kata  ذٰلِكَ  pada kalimat  مَا دُوْنَ ذٰلِكَ adalah perbuatan perbuatan dosa yang seharusnya ia tahu, mengerti serta mampu dan berkuasa [ ذ ] untuk menghindarinya tetapi karena kuatnya dorongan nafsu [ lihat huruf ل yang menempel kuat pada huruf ك  ] maka ia tidak mampu bertahan dalam kebenaran. Tetapi didalam hatinya masih ada menetap perasaan bersalah, dan iapun sebenarnya menyesalinya.

♤ Itulah bentuk - bentuk dosa yang bisa dimaafkan baik karena taubat atau nanti kelak diahirat melalui syafaat Nabiyullah Muhammad Saw.  

4. Makna Huruf kalimat  لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ [ limay yasya ]

■ Huruf  ل  pada kata  لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ mengandung makna rahmat, yakni rahmat dan kasih sayang Tuhan kepada hambanya. Bayangkanlah bentuk fisik dari huruf ل itu, ia terbangun antara huruf  آ  [ Tuhan ] dan huruf  ر  [ rahmat, layanan atau servis ]. 

■ Adapun makna م pada kata لِمَنْ  adalah hamba yang dirahmati atau obyek dari rahmat, sedangkan nuruf ن adalah subyek dari rahmat itu,  yakni sang penyandang rahmat  atau diri hamba yang terpilih dan yang berhak menggunakan fasilitas rahmat itu.

■ Makna kata  يَّشَاۤءُۚ   pada kalimat  لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ  adalah sebagai  berikut, arti huruf ي pada kalimat itu mengandung makna ikhlas atau ridho, yakni hamba yang diridhainya. Dan syarat untuk mendapatkan ridho itu adalah jika mereka dapat melakukan tiga hal [ ش  ] ini dengan  baik, yaitu jika mereka itu mau beriman, mau berbuat baik dan percaya akan adanya kehidupan ahirat. Disamping itu mereka juga harus memiliki hati yang tulus,  melakukan segala  sesuatunya karena Allah [ أ ]  atau demi untuk menghibur atau membuat bahagia para makhluk-Nya [ ء ].

♤ Grasi atau pengampunan Tuhan ini  [  وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ  ] akan berlaku terhadap mereka jika mereka memiliki beberapa jenis amalan yang dianggap istimewa sebagaimana amalan tiga pemuda yang dikisahkan terkurung dalam reruntuhan sebuah gua [ mengenai hal itu bacalah hadits mashur yang mengisahkan tentang mereka ].

5. Makna Huruf  kalimat   اِثْمًا عَظِيْمًا [ isman 'adhima ] 

■ Pada kata  اِثْمًا  itu kita dapat melihat bahwa huruf Alif itu bukan saja harokatnya menghunjam kebawah [ dibaca kasroh ] tetapi dalam pelafalannya ia juga dibanting oleh huruf ث,  itu artinya adalah bahwa peristiwa perbuatan dosa itu hanya mungkin bisa terjadi jika manusia telah mencampakkan Tuhan pada tempat yang tidak semestinya. Dan tiga elemen titik yang ada pada huruf ث  yang dengannya huruf Alif dicampakkan itu tidak lain adalah mata yang tidak bisa melihat, telinga yang tidak mau mendengar dan hati mereka yang buta. Dan semua itu terjadi karena cara pandang [ م ] mereka yang syirik terhadap Tuhannya [ آ ].

■ Adapun makna huruf kata عَظِيْمًا pada kalimat  اِثْمًا عَظِيْمًا  adalah pada saat mereka ahirnya menyadari [ ع ] hakikat semua dosa dari perbuatannya tapi sayang waktunya sudah terlambat, maka mereka akan sangat menyesalinya dan penyesalan mereka itu rasanya tak tertanggungkan [ ظ ] sampai-sampai andai saja bumi itu bisa menelan mereka ingin rasanya mereka bisa masuk kedalamanya [ ي ] untuk menyembunyikan diri mereka dari beratnya yaumul hisab  [ ق ] dan menghindarkan dirinya dari hukuman Tuhan [ ا ] tetapi sayangnya itu semua tidak dapat dilakukannya. 

Demikianlah dan semoga tulisan ini bermanfaat.


Jumat, 27 Mei 2022

Kupas Tuntas Makna " Amanu, Aslamu, Kafaru , Musyriku dan Munafiku "

Seri Ilmu Huruf :

By. Mang Anas


A. Makna Sirr kata امن [ Amanu ]

Yang disebut orang beriman adalah orang yang dilimpahi berkah kemakrifatan [ ن ] dan hikmat  [ م ] ketuhanan [ ا ]. 

Kata أمن juga bisa diartikan penyaksian seseorang [ ن ] dengan seluruh jiwanya dan dari hatinya yang paling dalam, benar bahwa Muhammad saw [ م ] adalah nabi dan utusan Allah [ ا ] .

Dari kata " dilimpahi " itu kita dapat menyimpulkan bahwa perkara iman itu adalah murni otoritas Tuhan dan sifatnya tajalli. Dan karena perkara keimanan ini adalah sesuatu yang sifatnya tajalli maka kepada siapa ia datang dan iman apa yang dipeluknya, semuanya sudah merupakan kehendak dan ketetapan Tuhan, disini manusia sama sekali tidak memiliki otoritas ataupun wewenang untuk menolaknya. Dan dengan demikian maka hakikat keimanan itu adalah murni pemberian dari Tuhan. 




Bagan : Misteri Agama agama dan Kedudukannya pasca Kedatangan Syariat Nabi Muhammad Saw dalam Perspektif Makna Sirr Surat Al-Fatiha.


وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًاۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ (١٤٨)

" Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. " (Q.S. Al-Baqarah ayat 148)

Dari uraian diatas kita pada ahirnya akan diajak untuk menyelami sebuah hakikat  pengetahuan yang bukan saja penting, tetapi juga sering kurang tuntas dijelaskan : yaitu mengapa Tuhan menjadikan manusia agamanya berbeda - beda,  iman dan kepercayaan mereka juga bermacam - macam. Apa alasannya, dan apa tujuannya.

Dan kala kita telah mampu mencermati dan menyelami dalil-dalilnya, maka dengan sendirinya kitapun akan mendapatkan jawabannya, yaitu bahwa ternyata keanekaragaman iman, agama dan kepercayaan manusia itu semuanya terjadi karena kehendak Allah. Dia sendirilah yang mengatur dan yang menetapkannya, mulai dari : kapan seseorang harus lahir, dimana,  dari keturunan siapa, dilingkungan keluarga yang agamanya apa, dalam ras apa, di lingkungan sosial yang bagaimana dan seterusnya. Dengan kata lain, disini manusia sama sekali tidak diberi kewenangan untuk memilih.

Rasulullah Saw bersabda: "Setiap anak dilahirkan (dalam keadaan) fitrah, kedua orang tuanya lah yang menjadikan anak itu beragama Yahudi, Nasrani, atau bahkan beragama Majusi ...[ HR. Muslim ]

Pertanyaanya, siapakah yang menetapkan seorang anak harus lahir dari keluarga yang Yahudi, Nasrani atau Majusi ?  Sehingga anak itu pada ahirnya merasa lebih cenderung dan merasa lebih familiar terhadap agama yang dianut oleh bapak dan ibunya. Jawabnya, pastilah Tuhan. Tuhan lah yang membuatnya demikian.

Lalu jika memang itu perbuatan Tuhan dan terjadi melalui kehendak dan ketetapan-Nya, maka pemilik akal sehat pasti akan bertanya,  mengapa Tuhan yang katanya Maha Adil, Maha Rahman dan Maha Rahim berbuat demikian ?,  maka inilah jawabannya,

 لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًاۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ (٤٨)

" Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan, " (Q.S. Al-Ma'idah ayat 48)l

لِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوْهُ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِى الْاَمْرِ وَادْعُ اِلٰى رَبِّكَۗ اِنَّكَ   لَعَلٰى هُدًى مُّسْتَقِيْمٍ (٦٧)   وَاِنْ جَادَلُوْكَ فَقُلِ اللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ (٦٨) اَللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ (٦٩ )

Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus (67), Dan jika mereka membantah engkau, maka katakanlah, “Allah lebih tahu tentang apa yang kamu kerjakan " ( 68), Allah akan mengadili di antara kamu pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu kamu memperselisihkannya. (Q.S. Al-Hajj ayat 67- 69)

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ  كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ (١٠٨)

"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan". (Q.S. Al-An'am ayat 108)

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِـُٔوْنَ وَالنَّصٰرٰى مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ (٦٩)

" Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, shabiin dan orang-orang Nasrani, barangsiapa beriman kepada Allah, kepada hari kemudian, dan berbuat kebajikan, maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka tidak bersedih hati." (Q.S. Al-Ma'idah ayat 69)

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ (١٣)

" Sesungguhnya orang-orang yang  berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqamah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati. " (Q.S. Al-Ahqaf ayat 13)

سَابِقُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۙ اُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ (٢١)

" Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. "   (Q.S. Al-Hadid ayat 21)

Begitulah, dan ternyata bahwa yang namanya kebenaran, nur dan cahaya Tuhan itu banyak terserak, ia bisa berada dimana saja,  tersembunyi  dibalik berbagai macam agama dan keyakinan, dan didalam hati sanubari hamba hamba-Nya. 

Dan adapun untuk mendapatkan apa yang terserak dan yang tersembunyi itu [ yang disebut sebagai jati diri atau fitrah], disini kita dituntut untuk melakukan pencarian dan pendakian rohani secara bersungguh-sungguh, dengan berkesinambungan, dan musti dilakukan sepanjang hayat.

قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِۗ  فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ (٦٤)

Katakanlah, “Wahai Ahli Kitab! Marilah [ kita melakukan pendakian rohani dengan  sungguh -sungguh lewat agama dan cara kita masing-masing  ], hingga kita tiba di puncak [ makrifat] yang sama, yaitu bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. ” (Q.S. Ali 'Imran ayat 64)

Dengan " melakukan proses pendakian ruhani secara benar dan bersungguh-sungguh itu " maka manusia dengan latar belakang agama dan kepercayaan apapun dipastikan akan dapat mencapai hakikat Tuhannya, yaitu dapat memakrifahi Af'al,  Asma, Sifat dan Dzat-Nya. Proses ini sebenarnya mirip dengan peristiwa beberapa kelompok pendaki yang hendak melakukan pendakian ke sebuah puncak bukit, maka dari sisi manapun mereka mendaki pada ahirnya akan sampai dan tiba dipuncak yang sama, yakni bahwa "  bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah ", itulah yang disebut menemukan fitrah, 

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ  لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ (٣٠)

Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus [ yaitu agama yang paling sesuai dengan hakikat dirimu ], itulah  fitrah Allah, yang Dia telah menciptakan manusia menurut fitrahnya [ masing-masing]. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (Q.S. Ar-Rum ayat 30)

Ketidak-tahuan itulah yang menyebabkan manusia satu sama lain saling bertengkar, menjadi saling membenci, bahkan bunuh-membunuh dan saling menumpahkan darah sesamanya hanya gara-gara perbedaan agama dan keyakinan. 

 ۨ وَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذْكَرُ فِيْهَا اسْمُ اللّٰهِ كَثِيْرًاۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ (٤٠)

" Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. " (Q.S. Al-Hajj ayat 40)

Siapakah yang dimaksudkan sebagai orang-orang yang menolong Agama Allah  ? 

اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ (٤١)

" 1. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat [ yaitu memakmurkan masjid-masjid, biara- biara, sinanog-sinanog dan gereja- gereja yang didalamnya Nama Allah  disebut dan diagungkan ] 

2. menunaikan zakat [ Memiliki komitmen terhadap prinsip kemakmuran dan kesejahteraan bersama  ]

3. dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar [ memiliki komitmen untuk senantiasa memelihara keamanan dan ketertiban umum ] 

Dan kepada Allah-lah kembali segala urusan [ hanya Allah -lah satu- satunya yang berhak menilai dan memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah  ]. "  (Q.S. Al-Hajj ayat 41)

Yaitu nanti bila telah tiba waktunya [ di alam akhirat ] dan saat itu segala  hijab yang menutupi mata manusia disingkapkan [ semua hati manusia dikasyafkan ]. Maka pada saat itu barulah semua manusia akan menyadari bahwa apa yang selama ini selalu mereka perselisihkan itu pada hakikatnya  hanyalah skenario besar Yang Maha  Agung,  Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Menetapkan Permainan. Sesuai dengan firman-Nya berikut ini : "Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu,...(Q.S. Al-Ma'idah ayat 48)l, dan bahwa " Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan....(Q.S. Al-Hajj ayat 67- 69), dan " Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka...." [ QS. Al-An'am ayat 108 ].


Bagan : Level - level Pendakian Rohani Manusia lewat Agama -agama dan Kepercayaannya

Oleh karena itu mengenai jalan syariat antar agama yang berbeda- beda itu, maka sepanjang mereka masih dapat menemukan kebenaran Tauhidnya [ kebenaran yang Tunggal dan Universal  ] dan sepanjang masih berada dalam koridor yang dapat dibenarkan, maka Allah swt tidak akam hendak mempermasalahkannya.

Dan kalau kita mencoba menilik lebih teliti lagi ayat ayat tersebut diatas hingga pada substansinya yang paling dalam, maka yang namanya  " keislaman " [ jalan para nabi dan rasul atau Dinullah ] itu hakikatnya adalah universal, ia tidak bisa kita claim atau dimonopoli sebagai hanya milik kita. Islam dan keislaman itu bersifat inklusif, maka ia bisa diperoleh dari banyak jalan, lewat agama-agama dan dari segala ragam keyakinan.

Oleh karena Islam itu adalah agama yang dibawa dan diwahyukan kepada semua nabi, maka ia bisa menjadi milik siapa saja yang merasa menjadi umat dari nabi yang di ikutinya, yang mengimani dan yang mengamalkan ajaran agamanya. Sebab arti substansi dari islam itu sendiri adalah aman, sampai, selamat, damai, serta tunduk dan pasrah kepada kehendak Tuhan. Yakni Tuhan Yang Sejati, Yang Tunggal, Yang Sendiri dan Yang Berdiri diatas Dirinya Sendiri. Terlepas siapapun nabinya.

Dan adapun jalan yang paling dibenci Allah swt adalah jika kita menjadi kafir, menjadi musyrik, berlaku fasik atau jika kita menjadi orang munafik dalam segala seginya dan disemua mantranya. Yaitu jika kita menjadi manusia yang malas untuk mendaki dalam rangka mencari kesejatian dirinya, baik karena sombong atau menutup diri. Karena berwatak rakus, tiran dan serakah. Atau karena sikap berlebih-lebihan dan melampaui batas. Menjadi pendendam, berkhianat,  iri, dengki dan tidak peduli serta tidak memiliki sifat belas kasih. Suka menyebarkan fitnah, suka mengadu domba  dan suka mengobarkan  permusuhan diantara sesama manusia. 

Dengan  demikian maka sekali lagi bahwa yang namanya penganut Islam [ pengikut jalan para nabi dan rasul atau Dinullah ] itu bukanlah apa yang tertulis pada kolom agama di KTP - nya. Sebab Islam itu adalah substansi, ia  bukanlah kulit, jubah, gamis, kerudung atau jenggot. Lebih penting lagi Islam adalah soal tauhid, soal hati, sikap dan perilaku yang mencerminkan ketulusan dan kelembutan hati, kepedulian dan kasih sayang. Sebab hakikat Islam [ jalan para nabi dan rasul atau Dinullah ] adalah " Rahmatan lil alamin " dan " Bismillahi rohmani rohim ". Dan hal itu hanya bisa dicapai dengan pencarian dan usaha yang sungguh-sungguh serta tidak kenal-lelah. Nilai-nilai itu jika ia telah bersemayam pada diri seseorang karena ia telah berusaha untuk mencari dan bertekad mendapatkannya maka ia layak menyebut dirinya muslim : dimata manusia ia bisa saja berwujud sosok seorang kyai, sosok pendeta, sosok pastur, sosok bikshu, sosok petani, sosok pedagang, sosok buruh, karyawan, dukun, atau sosok pejabat, pengusaha, akademisi dan bahkan tukang cendol, sepanjang nilai-nilai itu ada dan tertanam kuat didalam dirinya, terlepas dari apapun bunyi kolom agama yang tertulis di KTP-nya, maka hakikat mereka dimata Tuhan adalah muslim dan mereka termasuk orang-orang yang beriman dalam pengertiannya yang murni dan sejati. Itulah " orang orang yang oleh Allah dijanjikan akan mendapatkan keselamatan, tidak ada rasa khawatir dan tidak bersedih hati ".

Pandangan yang sama kunjungi laman Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=CiBkE3E3OTQ


B. Makna Sirr kata  اسلم [ Aslamu ]

Adapun yang dimaksud dengan اسلم adalah manusia yang dengan kemampuan hikmat yang dimilikinya, yaitu dengan seluruh potensi hati, akal dan kecerdasannya [ م ] berusaha menundukkan nafsunya atau membuka hijab dirinya [ ل ] sampai ia dapat memahami dengan sebenar- benarnya siapa misteri dirinya [ س ] sehingga ia pun kemudian dapat mengenali Tuhannya [ ا ] lalu ia berusaha mentaatinya disepanjang kehidupannya. 

Kata أسلم juga bisa dimaknai sebagai pelaksanaan lima rukun islam, yaitu syahadat sebagai  bentuk pengakuannya kepada Tuhan [ ا ], shalat sebagai tanda ketundukan dan sifat penghambaannya [ ء ], zakat sebagai bentuk derma kemanusiaannya [ س ], puasa sebagai cara untuk menundukkan hawa nafsunya [ ل ] dan haji sebagai puncak pencapaian martabat kemanusiaannya, yang dalam hal ini adalah maqom Muhammad [ م ] atau maqom insan kamil.

Dan yang ketiga, kata  أسلم  juga bisa dimaknai sebagai pelaksanaan lima sila dalam Pancasila yaitu, Ketuhanan yang maha esa [ ا ], Kemanusian yang adil dan beradab [ ء ], persatuan [ س ], Kerakyatan yang dipimpin [ ل ] oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, dan yang terahir adalah Keadilan sosial bagi seluruh rakyat [ م ]. 

C. Makna Sirr kata  كفر [ Kafaru ]

Makna Sirr atau makna substantif huruf ك pada kata كفر adalah kesombongan. Yakni manusia yang merasa dirinya dapat melakukan segalanya sendiri, karena jabatan dan kekuasaannya [ د  ] atau karena ilmu dan kemampuannya [ ء ], harap diingat bahwa asal usul pembentukan huruf ك adalah dari elemen huruf د dan ء.

Adapun huruf ف  adalah perlambang dari kharisma atau besarnya pengaruh keduniaan orang yang bersangkutan dihadapan masyarakatnya atau terhadap komunitas yang dipimpinnya. Sementara huruf ر adalah simbol dari amal dan jasa jasanya. 

Dengan demikian huruf ك ، ف dan ر itu masing-masing berkontribusi dalam membentuk kepribadian seseorang untuk menjadi sombong. Sedangkan kesombongan adalah pintu dari segala kekafiran.

اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ قُلُوْبُهُمْ مُّنْكِرَةٌ وَّهُمْ مُّسْتَكْبِرُوْنَ (٢٢)

" Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari, dan mereka adalah orang yang sombong. " (Q.S. An-Nahl ayat 22)

كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙ (٦)  اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ (٧)

" Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas (6), apabila melihat dirinya serba cukup. " (Q.S. Al-'Alaq ayat 6 - 7)

"Tidak akan masuk kedalam surga orang yang dihatinya ada kesombongan meskipun seberat biji sawi. Lalu ada yang bertanya : sesungguhnya seseorang itu sangat senang kepada baju dan sandal yang bagus ? maka beliau berkata : sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia". [ HR Muslim ].

D. Makna Sirr kata  مشرك [ Musyriku ]

Musyrik adalah suatu keadaan dimana seseorang mengingkari fitrah ke-Muhammad-an [ م ] yang sejati yang ada pada dirinya [ ش ] sekalipun Tuhan sudah dengan jelas sekali menunjukkan segala rahmat dan tanda tanda kasih-sayangnya [ ر ] kepada manusia. Mereka [ ك ] berbuat demikian itu tidak lain karena mereka merasa dirinya dapat melakukan segalanya sendiri, baik karena jabatan dan kekuasaannya [ د  ] atau karena ilmu dan teknologi [ ء ] yang dikuasainya. Semua itu dipandangnya dapat diraih semata- mata karena berkat usaha dan kerja kerasnya sendiri. Dan pada apa yang telah diraihnya itu mereka beranggapan, disana tidak ada peran atau andil Tuhan. 

فَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَاۖ ثُمَّ اِذَا خَوَّلْنٰهُ نِعْمَةً مِّنَّاۙ قَالَ اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ ۗبَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

" Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. Az-Zumar Ayat: 49)

Dengan demikian maka di era modern ini kata مشرك itu harus dimaknai sebagai kecendrungan untuk " me-nuhan-kan " dirinya sendiri. Jadi Musyrik itu jangan hanya dikonotasikan dengan penyembah patung, pepohonan, matahari, bintang - bintang ,  jin atau setan.

Karena model kemusyrikan yang lebih banyak mewujud pada era sekarang ini adalah kesombongan model fir'aun dan gaya tiran raja Namrud. Dua figur manusia yang dimabok kepayang karena besarnya kekuasaan dan ketinggian ilmu dan tingkat peradaban yang dicapainya.

E. Makna Sirr kata منفق [ Munafik ] 

Kata munafik tersusun atas huruf, م، ن، ف، ق. Huruf م menyimbolkan pengetahuan, ن melambangkan diri orang yang berpengetahuan, huruf ف dengan harokat kebawah melambangkan kegelisahan hatinya terkait terganggunya kepentingan atau ketakutan surutnya pamor diri atau pengaruh kepemimpinannya dihadapan orang, sedangkan huruf ق adalah simbol dari usahanya untuk mempertahan diri dengan berbagai cara. Dengan demikian makna dari kata منفق  adalah individu atau segolongan orang dari kasta atau kelompok tertentu yang berusaha mempertahankan status quo dirinya dihadapan orang banyak, biasanya karena datangnya figur baru yang dianggap bisa mengancam kepentingan diri dan atau kedudukannya, dan itu akan ditempuh dan dilakukan dengan berbagai cara termasuk jika itu sebuah penghianatan atau bahkan tindak kejahatan. 

Oleh karena itu sifat atau karakter utama yang menghinggapi orang orang munafik adalah bersarangnya sifat sifat dendam,  dengki, iri hati, menyebar fitnah, berkhianat dan suka mengadu domba. 

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلٰى مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوْلِ رَاَيْتَ الْمُنٰفِقِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْكَ صُدُوْدًاۚ (٦١)

" Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau melihat orang munafik menghalangi dengan keras dirimu. " (Q.S. An-Nisa' ayat 61)

يَحْذَرُ الْمُنٰفِقُوْنَ اَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُوْرَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ قُلِ اسْتَهْزِءُوْاۚ اِنَّ اللّٰهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُوْنَ (٦٤)

" Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), “Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu. "  (Q.S. At-Taubah ayat 64)

وَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ وَدَعْ اَذٰىهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا (٤٨)

" Dan janganlah engkau menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung. " (Q.S. Al-Ahzab ayat 48)

۞ اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ نَافَقُوْا يَقُوْلُوْنَ لِاِخْوَانِهِمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَىِٕنْ اُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيْعُ فِيْكُمْ اَحَدًا اَبَدًاۙ وَّاِنْ قُوْتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ (١١)

" Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab, “Sungguh, jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantumu.” Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta. "  (Q.S. Al-Hasyr ayat 11)

وَاِذْ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اِلَّا غُرُوْرًا (١٢)

" Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata, “Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka.” (Q.S. Al-Ahzab ayat 12)

Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat.




Rabu, 25 Mei 2022

Rahasia Keutamaan Lafadz Dzikir Empat Kalimat Mulia Yang Jarang Orang Tahu

Seri Ilmu Huruf : 

By Mang Anas 


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا عَلَى الأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ إِلاَّ كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ »

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang di muka bumi ini mengucapkan: Laa ilaha illallah, wallahu akbar, subhanallah, wal hamdulillah, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah, melainkan dosa-dosanya akan dihapus walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Ahmad 2/158, sanadnya hasan)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ ».

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” (HR. Muslim no. 2695).


Gambar  : Tingkatkan Dzikir, Martabat dan Warna - warna Cahayanya [ Warna Cahaya bisa dilihat pada Warna kotaknya dan bukannya huruf ]


1. Makna sirr fadhilah lafad dzikir kata سُبْحَانَ

Kala Huruf س [ diri manusia ] telah menemukan rahasia ب [ pengajaran ilmu sejati ] dan kala ilmu itu dituangkan kedalam dadanya [ ح ]  sebagai bentuk anugerah dari Tuhannya [ ا ],  maka atas kehendak-Nya di dudukkanlah si hamba itu pada maqom huruf ن, yaitu kedudukan orang-orang yang diberi pengajaran dan karunia ilmu langsung dari Tuhannya. 

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ (٣)  الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ (٤)  عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ (٥)

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia (3), Yang mengajar (manusia) dengan pena ( 4) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (Q.S. Al-'Alaq ayat 3 - 5)

2. Makna Siir fadhilah lafad dzikir kata  الْحَمْدُ

Saat Tuhan [ ا ] menghendaki untuk membuka hijab para hambanya [ ل ] yaitu hijab raga, akal dan nafsunya, lalu Tuhan menghendaki untuk menuangkan warid - warid hikmah kedalam dada hambanya [ ح ] atas karunia dari-Nya, maka dengan seketika akan jadilah si hamba itu manusia yang bijaksana [ م ], lalu Allah pun mendudukkannya pada maqom ulil albab [ د ]. Yakni segolongon manusia yang dianugerahi ilmu dan hikmah dari Tuhannya.

يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُۚ  وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًاۗ  وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ (٢٦٩)

Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali para Ulil Albab. (Q.S. Al-Baqarah ayat 269)


3. Makna Siir fadhilah lafad dzikir kata  اللهُ

Kala Dia, yakni Dzat yang Ghoibul ghuyub [ ا ] menghendaki diri-Nya untuk dikenali maka kepada hamba yang dikehendaki- Nya itu Dia akan memperlihatkan cahaya diri-Nya للل  [ Nurullah dan Nur Muhammad ] kepada diri hamba-Nya. Dan kepada hamba-Nya itu lalu dibentangkanlah segala keagungan dan rahasia kebesaran diri-Nya [ ه ]. 

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِۚ (٦)

Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya. (Q.S. Al-Insyiqaq ayat 6)


4. Makna Siir fadhilah lafad dzikir kata  أَكْبَرُ

Kala Dia [ ا ] telah berkehendak untuk mendekatkan sang hamba kepada  diri-Nya, serta mengangkat derajat hamba yang sangat dikasihi-Nya itu pada maqom khusus [ ك ] dan Dia pun berkehendak untuk memberikan kepada hamba-Nya itu anugerah-Nya yang paling besar, " Sirrun min Asrariy atau Rahasia di antara Rahasia-Ku " [ ب ], maka sebagai tanda dari pencapaian maqom, kepada hamba-Nya itu dihiaskanlah jubah kebesaran- Nya [ ر ]. Demikianlah pentahbisan itu dilakukan-Nya terhadap diri hamba yang Dia kehendaki untuk diangkat derajatnya ke maqom Siddiqin [ وَشَاهِدٍ وَّمَشۡهُوۡدٍؕ ].

اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ (٤)  عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰىۙ (٥)  ذُوْ مِرَّةٍۗ  فَاسْتَوٰىۙ (٦)  وَهُوَ بِالْاُفُقِ الْاَعْلٰىۗ (٧) ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰىۙ (٨)  فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ اَوْ اَدْنٰىۚ (٩) فَاَوْحٰىٓ اِلٰى عَبْدِهٖ مَآ اَوْحٰىۗ (١٠)  مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَاٰى (١١)

Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (4) yang diajarkan kepadanya oleh yang sangat kuat,  (5) yang mempunyai keteguhan; maka Dia menyibakkan rahasia diri-Nya (6) Sedang dia berada di ufuk yang tinggi (7) Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat,  (8) sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi) (9) Lalu disampaikan- Nya wahyu kepada hamba-Nya apa yang telah diwahyukan (10) Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.  (Q.S. An-Najm ayat 5 - 11)


5. Makna Siir fadhilah lafad dzikir kata  حَوْلَ dan kata  قُوَّةَ

a. Makna Sirr huruf- huruf lafad حَوْلَ

Yaitu ketika  para hamba yang dadanya telah dipenuhi oleh ilmu, hikmat, makrifat dan hakikat itu [ ح ] diturunkan kembali ke alam manusia dan dia harus bertindak sebagai agen atau wakil Tuhan dimuka bumi [ و ] untuk menjalankan perannya selaku rijaul ghaib [ ل ], yaitu menjadi guru dan mursyid ditengah - tengah manusia dan mengajari mereka jalan sampai kepada Tuhannya. 

b. Makna Sirr huruf- huruf lafad قُوَّةَ

Maka dengan kehendak-Nya dijadikanlah manusia yang sangat dikasihani-Nya itu pemimpin ditengah tengah umatnya [ ق ] lalu orang-orang pun serentak menjadi sangat takdim dan merasa sangat menyintainya, karena mereka seperti melihat pantulan cahaya Tuhan itu ada pada dirinya [ و ] lalu mereka pun berduyun duyun datang mengerumuninya untuk mendapatkan barokah ilmu yang diajarkannya [ ت ] 

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ (١٢٨)

Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. (Q.S. At-Taubah ayat 128)

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ (٢١)

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (Q.S. Al-Ahzab ayat 21)


Semoga Tulisan ini bermanfaat dan membawa kebaikan bagi kita semua. 




Senin, 09 Mei 2022

Tahapan Penciptaan Manusia dan Proses Perjalanan Rohaninya Kembali Kepada Tuhan [ Perspektif Martabat Tujuh ]

By. Ki Bagus Fanani 


Berikut sedikit keterangan dari alam-alam yang dinaiki oleh rohani seseorang: 

Bagan : Tujuh Lapisan Batin Diri Manusia


1.Alam pertama adalah alam wadag (alam semesta) tempat tubuh kasar manusia (jisim kasyif) beraktifitas. 

Dalam martabat tujuh jisim kasyif adalah alam insan kamil tempat bersemayamnya jisim latif (tubuh halus) dan anggota batin yang sudah bersamanya. Jisim kasyif dipenuhi cahaya yang berwarna-warni disebut juga sebagai latifah, cahayanya berubah-rubah warna tergantung keadaan batin manusia. 

Setelah Dia membentuk jisim latif manusia di alam ajsam Dia memastikan Diri kalau makhluk yang akan mengenal-Nya menjadi mahkluk super semesta. Dia kemudian menggabungkan seluruh unsur kelangitan yang sudah tercipta untuk dijadikan tempat bagi para jisim latif dan terciptalah alam wadag dan salah satunya adalah bumi yang kemudian unsurnya dijadikan bahan untuk penciptaan jisim kasyif (tanah, air, angin, dan api). 

Sesudah terbentuknya alam wadag tersebut jisim latif manusia mulai berpindah dari alam ajsam ke alam insan kamil atau jisim kasyif saat berusia empat bulan di dalam kandungan, dan diusia tujuh bulan jisim kasyif berproses memersiskan wujudnya seperti wujud jisim latifnya. 

Alam wadag memiliki jaringan alam semesta bentuknya seperti jala yang saling terhubung. Satu titik jala memiliki gabungan dari berbagai galaksi, satu titik jala terhubung dengan satu titik jala yang lain dan saling menguatkan. Jala-jala semesta ini keluar dari lubang gelap penghubung antara alam wadag dan alam alus, mereka keluar dan menemukan jalannya masing-masing ada yang diam, berputar, berpindah, berterbangan, dan mengikuti yang besar. Jisim latif dan anggota batin lainnya yang masih berada di alam wadag diperkenankan menjelajah menaiki lapisan-lapisannya dan mampu masuk di lubang gelap yang kemudian tembus menaiki alam ajsam dan lapisan-lapisan alam selanjutnya.

مِنَ اللّهِ ذِى الْمَعَارِجِ.

(Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik. (Al Ma’aarij, 3). 

Manusia di alam wadag disebut sebagai insan yang telah terbentuk sempurna dari tujuh susunan yakni dzat, nur, sirr, ruh, nafsu, akal, dan tubuh. Keadaannya tenang, terang, penuh rahasia, mengenali, berkeinginan, berpikir, dan berbentuk. 



Gambar  : Ruh Manusia dan Perjalanan Takdirnya 


2.Alam kedua yang akan dinaiki adalah alam alus atau alam ajsam. 

Setelah alam mitsal tercipta, Dia mewujudkan keinginannya terciptalah alam ajsam dan akal. Bersamaan dengan itu ruh manusia berpindah ke alam ajsam. Saat ruh manusia berada di alam ajsam, ruh manusia dibekali akal dan membentuk wujud halus, jadilah jisim latif manusia. 

Alam ajsam adalah tempat dimana seluruh makhluk halus berada, mereka berbentuk halus, berwarna dan bersuara. Wujud alamnya serba halus dan berlapis-lapis ada yang dominasi warna merah, biru, hijau, putih, dan warna warni lainnya. 

Seluruh makhluk halus yang tak kasat mata berpusat di alam ini termasuk jin dan lain sebagainya, mereka semua beribadah dan menerima hasil dari perbuatannya sendiri. 

Manusia di alam ajsam ini telah terbentuk enam susun yakni dzat, nur, sirr, ruh, nafsu, dan akal. Keadaannya tenang, terang, penuh rahasia, mengenali, berkeinginan, dan berpikir. 

Karena jisim latif manusia terbentuk di alam ini, manusia diperkenankan masuk di alam ini. Baik sedang dalam keadaan terjaga atau dalam keadaan tidur. 

3.Alam ketiga yang dinaiki adalah alam lembut atau alam mitsal. 

Setelah Dia menciptakan ruh manusia di alam arwah Dia menggerakan Ruh-Nya berputar terciptalah alam mitsal dan nafsu. Setelah alam mitsal tercipta ruh manusia berpindah ke alam mitsal dan dibekali nafsu, saat ruh dibekali nafsu ruh menjadi memadat dan menjadi jisim na’im (tubuh lembut). 

Alam mitsal sangat luas dan teduh, lebih halus dari alam ajsam, penuh cahaya-cahaya yang bergerak bebas, mereka adalah jisim na’im yang belum turun ke alam ajsam, atau juga manusia yang telah mampu naik, atau manusia yang sudah meninggal. Mereka yang berada di alam ini senang memuja dan memuji, saling memberi salam dan saling memberi kabar. 

Di alam mitsal ini manusia telah terbentuk dari lima susun yakni dzat, nur, sirr, ruh, dan nafsu. Keadaannya tenang, terang, penuh rahasia, mengetahui dan berkeinginan. 

Karena manusia berbahan dari alam ini manusia diperkenankan untuk memasukinya. 

4.Alam keempat yang dinaiki adalah alam Ruh atau alam Arwah. 

Setelah Dia menampakan rahasia-Nya Dia mewujudkan keinginan-Nya jadilah Ruh-Nya, dan dari ruh-Nya Dia menciptakan alam arwah. Setelah alam arwah tercipta Dia menciptakan ruh manusia dari ruh-Nya. 

Keadaan alam arwah sangat jernih dan luas, di dalamnya terlihat cahaya-cahaya yang berkelompok, ketika didekati mereka adalah ruh-ruh manusia. 

اَلْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ

Ruh-ruh itu (seperti) pasukan yang mengelompok. 

Setelah ruh-ruh tercipta Dia mempertanyakan kepada ruh-tersebut siapa Diri-Nya, dan ruh -ruh pun mengakui kalau Dia adalah pencipta-Nya. 

وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا

Dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. 

Ruh-ruh yang belum menerima kodrat masih berada di alam ini, ruh-ruh yang telah menerima kodrat diturunkan di bumi dan dimasukan pada tubuh manusia yang telah siap didiami. 

ثُمَّ سَوّٰىهُ وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِهٖ

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan roh ke dalam (tubuh) nya roh-Nya. (As-Sadjah: 9) 

Ruh-ruh yang masih berada di dalam tubuh manusia diperkenankan hadir di alam arwah ini, dan ruh-ruh yang telah berpisah dari tubuh manusia karena kematian dan telah menyampaikan misi kelangitan akan kembali ke alam ini, mereka berkumpul kembali dengan kelompoknya dan saling bercerita tentang perjalanannya di alam wadag. 

Di alam ini manusia sudah tercipta empat susunan yakni dzat, nur, sirr, dan ruh. Keadaannya tenang, terang, penuh rahasia, dan mengenali Tuhannya. 

Dulu di alam ini ruh manusia dicipta dari Ruh-Nya. Dan karena ruh manusia berasal dari Ruh-Nya manusia yang masih di dunia diperkenankan masuk di alam arwah ini.

5.Alam kelima yang dinaiki adalah alam Sirr atau alam Wahidiyyah, tempat rahasia Allah meracik alam semesta, alamnya berkilau seperti kirstal. 

Setelah Dia menerangi Diri-Nya dengan Nur-Nya, Dia menampakan siapa Diri-Nya jadilah Sirr-Nya (rahasia-Nya), dari dari sirr-Nya Dia menciptakan alam Sirr atau alam Wahidiyyah. 

Di alam kelima ini Dia meracik nur manusia dari Nur Muhammad sekaligus menanamkan Sirr-Nya agar manusia mampu mengenali, memahami dan menyaksikan segala rahasia-Nya. 

اِنَّ عِلْمَ الْبَاطِنِّ هُوَسِرٌّ مِنْ سِرِّيْ، أَجْعَلُهُ فِيْ َقَلْبِ عَبْدِيْ، وَلاَ يَقِفُ عَلَيْهِ أَحَدٌ غَيْرِيْ 

Ilmu batin adalah rahasia-Ku yang paling rahasia, Aku wujudkan di dalam kalbu hamba-Ku dan tidak ada yang bisa memberikan pemahaman tentangnya kecuali Aku. 

Sirr yang diberikan pada manusia tidak diinformasikan kepada Makhluk lainnya dan hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Dengan keputusan Allah inilah manusia menjadi makhluk yang paling rahasia dan teristimewa di antara makhluk-Nya, karena sudah menjadi takdir manusia ditanami Sirr-Nya manusia diperkenankan masuk di alam ini untuk mengetahui segala rahasia-Nya. 

Di alam ini manusia telah tercipta dari tiga susunan, dzat, nur, dan sirr. Keadaannya tenang, terang, dan penuh rahasia. 

6.Alam keenam yang dinaiki adalah alam Nur atau alam Wahdah atau alam Nurullah. 

Setelah Dia menghendaki kepada Diri-Nya sendiri untuk menciptakan makhluk Dia pun menerangi Diri-Nya sendiri, terciptalah Nur-Nya. Setelah Nur-Nya menerangi Diri-Nya sendiri Dia ingin menciptakan nur manusia kemudian Nur-Nya membelah tapi tidak mengurangi terciptalah Nur Muhammad dan dari Nur Muhammad inilah nur manusia diciptakan. 

Dari Dia yang ingin menerangi Diri-Nya sendiri terciptalah alam wahdah atau alam nur, alamnya luas terang dan menerangkan, terlihat pelita di atas pelita, cahaya di atas cahaya, indahnya tak dapat dilupakan, dialah Nurullah dan Nur Muhammad. 

Di alam ini manusia baru tercipta dua susunan yakni dzat dan nur, keadaannya tenang dan menerangkan. 

Karena nur manusia berasal dari Nur Muhammad dan Nur Muhammad berasal dari Nurullah maka manusia yang masih berada di bumi diperkenankan masuk di alam ini untuk menyaksikan Nur Muhammad dan Nurullah. 

7.Alam ketujuh yang akan dinaiki adalah alam urip atau alam ahadiyyah atau alam Dzat. 

Alam ahadiyah adalah tempat Dzat Yang Maha Suci Sampurna, tidak ada siapa-siapa kecuali Diri-Nya sendiri dan tidak ada yang serupa dengan-Nya. 

Berawal dari Dia yang ingin dikenali, Dia menghendaki pada Diri-Nya sendiri untuk menciptakan manusia, dan dari Dzat-Nya terciptalah dzat manusia. 

كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًا فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ فَبِي عَرَفُوْنِي

Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi maka aku menjadikan makhluk agar mereka mengenalKu. 

Di alam ini manusia baru tercipta satu susunan yakni dzatnya, belum ada siapa-siapa, keadaannya sangat tenang dan menenangkan. 

Karena dzat manusia berasal dari Dzat-Nya manusia yang masih di alam syahadah (bumi) diperkenankan masuk di alam ini untuk meleburkan dzat pribadinya pada Dzat-Nya, setelah meleburkan dzatnya manusia kembali lagi di alam syahadah melanjutkan perjuangannya menyampaikan misi kelangitan di bumi. Inilah yang dinamakan fana’ fi Dzat. Manusia yang telah mengalaminya tidak akan mampu menjelaskan tentang keadaan di alam ahadiyyah ini. 

بِلَا كَيْفٍ وَلَا كَيْفِيَّةٍ وَلَا تَشْبِيْهٍ

Dalam penglihatan itu, (Dzat Allah SWT) tidak dapat dijelaskan dengan bentuk, cara dan perumpamaan. 

Manusia yang telah memfanakan dzat pribadinya adalah manusia yang telah mencapai derajat Syuhudul Haqqi bil Haqqi, mengetahui hakekat dirinya dan hakekat Tuhannya.

Begitulah perjalanan manusia ketika menaiki lapisan-lapisan alam asal mulanya selama masih di hidup di bumi. Di mulai keluar dari tubuh, naik ke alam ajsam, naik ke alam mitsal, naik ke alam arwah, naik ke alam wahidiyyah, naik ke alam wahdah, dan naik ke alam ahadiyyah.

Semoga pengetahuan ini bermanfaat.


Kroya - Mei 2022

Ki Bagus Fanani [ KH. Agus Santoso ]

Mursyid Thariqah Syatariyah Cirebon

Majlis An-nasir Indonesia