Halaman

Kamis, 23 Oktober 2025

Sejarah Dajjal

By. Mang Anas 

Fase I – Romawi & Paulus : “Men-Tuhankan Isa”

Pada zaman Romawi, Dajjal “bermain sesuai situasi”: Ia tahu bahwa bangsa Romawi tidak akan mudah meninggalkan politeisme. Maka ia tidak langsung membunuh iman, tapi mengalihkan bentuknya.

Melalui Paulus, ia menjadikan Isa bukan lagi Nabi pembawa Nur Ilahi, tetapi Tuhan Anak dalam konsep Trinitas. 

Hasilnya :

> Tauhid menjadi politeisme terselubung.
> Wahyu menjadi teologi spekulatif.
> Agama menjadi alat imperium.

Dengan kata lain, Dajjal tidak menghancurkan agama—ia mengubahnya dari dalam.

Fase II – Descartes : “Men-Tuhankan Akal”

Dajjal mengetahui bahwa doktrin Trinitas lama-kelamaan akan ditolak oleh akal sehat. Maka ia bersiap dengan fase baru :

jika manusia tidak lagi percaya kepada “Tuhan yang absurd”, maka gantinya adalah Tuhan yang logis : Akal itu sendiri.

Masuklah Rene Descartes, yang meletakkan fondasi dunia modern :

> Cogito ergo sum — Aku berpikir, maka aku ada.

Ini adalah puncak makar Dajjal : bukan lagi menuhankan berhala luar, tapi menuhankan kesadaran diri. Manusia berhenti mencari Tuhan di langit, dan mulai mengklaim diri sebagai pusat realitas.

Dengan ini, Dajjal telah berhasil melakukan apa yang dulu gagal dilakukan di zaman Romawi : melepaskan manusia sepenuhnya dari agama dan Tuhan.

Fase III – Dunia Modern : “Agama Baru Bernama Sains”

Setelah fondasi Descartes kokoh, Dajjal tidak perlu lagi bicara teologi. Ia tinggal menumbuhkan generasi baru ilmuwan yang percaya pada realitas material saja.

Ilmu pengetahuan modern, yang seharusnya lahir dari tafakkur atas ayat-ayat kauniyah, kini berubah menjadi alat untuk menafikan Sang Ayat.

> “Kami akan perlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri…” (QS. Fussilat: 53)

Tapi Dajjal mengubah “tanda-tanda” menjadi “objek riset”, dan “wahyu” menjadi “hipotesis ilmiah.” Akhirnya manusia bukan hanya meninggalkan agama, tapi menganggap agama sebagai mitos purba yang tidak ilmiah. Inilah fase kejatuhan spiritual global — fase di mana akal menjadi Tuhan, dan Tuhan menjadi teori.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar